KEAN OB KONS NEKARAG BAT TRA DI KO SERVASI IN

Download kurap, tekanan darah rendah, meredakan iritasi kulit. 96. Piper betle. L. Daun. Piper betle folium. Anti sariawan, pereda batuk (ekspektora...

0 downloads 218 Views 2MB Size
KEAN NEKARAG GAMAN SIMPLIS SIA NAB BATI DAN N PRODU UK OB BAT TRA ADISION NAL YAN NG DIPER RDAGAN NGKAN DI KO OTA PAD DANG, SU UMATER RA BARA AT

AGR RINI VER RA UTAR RI

DEPARTE D EMEN KONS SERVASII SUMBE ERDAYA HUTAN DAN EK KOWISAT TA FAKUL LTAS KE EHUTAN NAN IN NSTITUT T PERTA ANIAN BO OGOR BOGO OR 2013 3

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan di Kota Padang, Sumatera Barat adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini. Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor. Bogor, Juni 2013 Agrini Vera Utari NIM E34080035

ABSTRAK AGRINI VERA UTARI. Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan di Kota Padang, Sumatera Barat. Dibimbing oleh AGUS HIKMAT dan SISWOYO. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional telah dikenal secara turun temurun dan terus berkembang hingga sekarang. Saat ini tumbuhan obat sering dimanfaatkan dalam bentuk simplisia. Simplisia merupakan bahan alami yang belum mengalami perubahan bentuk dan dapat digunakan sebagai obat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi simplisia nabati, produk obat tradisional, asal pasokan dan harga jual simplisia yang diperdagangkan di Kota Padang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi langsung dan wawancara. Teridentifikasi 142 spesies tumbuhan obat dari 56 famili yang diperdagangkan dalam bentuk simplisia. Sebagian besar tumbuhan obat yang dijual dalam bentuk simplisia, didapatkan dari tumbuhan yang tumbuh secara liar di alam dan hasil budidaya. Simplisia asal hutan memiliki harga berkisar Rp2 000 hingga Rp5 000 per ikat. Harga ini masih cukup rendah mengingat terdapat simplisia asal hutan yang sudah termasuk kategori langka, seperti pulosari (Alyxia reinwardtii) dan pulai (Alstonia scholaris). Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Padang yaitu produk obat tradisional hasil industri rumah tangga dan produk obat tradisional hasil industri skala menengah hingga besar yang berada di Pulau Jawa. Ditemukan 53 jenis produk jamu dari 9 industri jamu di Indonesia. Kata kunci: Obat tradisional, simplisia, tumbuhan obat

ABSTRACT AGRINI VERA UTARI. Diversity of Vegetable Simplisia and Traditional Medicine Products Trade in Padang City, West Sumatera. Supervised by AGUS HIKMAT and SISWOYO. The utilization of plants as traditional medicine has been known from generation to generation and continued to grow up until now. Nowadays, medicinal plants are often used in the form of simplisia. Simplisia was natural material which have not undergone a change of form and can be used as medicine. The aim of this research was to identified kinds of simplisia vegetable, traditional medicinal products, the origin of supply and also the simplisia’s price that had been traded in Padang City. Data collection was done by direct observation and interview method. The result showed that there are 142 medicinal plant species from 56 families which is traded as simplisia. Most medicinal plants sold in the form of simplisia were obtained from plants that grows wild in the nature and also from cultivation. Simplisia from the wild have price between Rp2 000 to Rp5 000 / bunch. This price is still too low considering that there are some simplisia from the forest which has been categorized as rare plants, such as pulosari (Alyxia reinwardtii) and pulai (Alstonia scholaris). Traditional medicinal products traded in Padang city were produced by home industries, medium-scale industries, and top-scale industries in Java. There are 53 kinds of traditional medicinal products from 9 traditional medicine industries in Indonesia. Keywords: Medicinal plant, simplisia, traditional medicine

KEANEKARAGAMAN SIMPLISIA NABATI DAN PRODUK OBAT TRADISIONAL YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA PADANG, SUMATERA BARAT

AGRINI VERA UTARI

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan pada Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata

DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN DAN EKOWISATA FAKULTAS KEHUTANAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013

Judul Skripsi : Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan di Kota Padang, Sumatera Barat Nama : Agrini Vera Utari NIM : E34080035

Disetujui oleh

Dr Ir Agus Hikmat, MScF Pembimbing I

Ir Siswoyo, MSi Pembimbing II

Diketahui oleh

Prof Dr Ir Sambas Basuni, MSc Ketua Departemen

Tanggal Lulus:

PRAKATA Puji dan syukur penulis ucapan kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan November 2012 ini ialah perdagangan simplisia, dengan judul Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan di Kota Padang, Sumatera Barat. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr Ir Agus Hikmat, MScF dan Bapak Ir Siswoyo, MSi selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, waktu, saran dan nasehat yang sangat membantu dalam penyusunan karya ilmiah ini. Terima kasih kepada Ibu Dr Efi Yuliati Yovi, SHut MLifeEnvSc selaku dosen penguji yang telah memberikan saran, masukan dan ilmu baru bagi penulis. Terima kasih kepada Ibu Eva Rachmawati, SHut MSi selaku moderator seminar dan Ibu Resti Meilani, SHut MSi selaku ketua sidang atas saran dan perbaikannya. Terima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu pedagang simplisia nabati dan produk obat tradisional (lokasi Pasar Raya Padang, Pasar Banda Buek dan Pasar Siteba), Badan Pusat Statistik Sumatera Barat, petugas perpustakaan jurusan Farmasi dan Biologi Universitas Andalas serta semua pihak yang telah membantu dalam pengumpulan informasi dan data. Terima kasih kepada Ayahanda Amrul, Ibunda Ismawati, kakak, adik-adik tercinta (Uni Yuli, Sari, Dinal, Rahma dan Rahmi) dan seluruh keluarga besar di Padang atas segala doa, dukungan, pengorbanan dan kasih sayangnya. Penulis sangat bersyukur telah terlahir menjadi bagian dari keluarga tercinta ini. Terima kasih kepada Gebry, Deria dan Anggi atas bantuannya selama pengumpulan data. Terima kasih kepada teman seperjuangan: Dinda, Septi, Rizka, Soraya, Lintang, Dina, Ayu atas dukungan dan semangat yang tiada henti. Terima kasih kepada Randy Mulia atas kasih sayangnya selama ini. Terima kasih kepada Dini dan Edo atas kebersamaannya dari SMA. Terima kasih kepada teman-teman seperskripsian: Ike, Ina, Eko, Fika, Kuspri atas diskusi dan candaannya di ruang kerja a.k.a Lab tercinta ;). Terima kasih kepada keluarga besar KSHE 45 ‘Edelweiss’, RIMPALA dan IPMM atas semangat kebersamaan kebersamaan. Semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat kepada pihak terkait. Bogor, Juni 2013 Agrini Vera Utari

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL

vii

DAFTAR GAMBAR

vii

DAFTAR LAMPIRAN

vii

PENDAHULUAN



Latar Belakang



Tujuan Penelitian



Manfaat Penelitian



METODE



Waktu dan Lokasi

2

Alat, Bahan dan Objek Penelitian



Jenis Data



Metode Pengambilan Data

5

Analisis Data

6

HASIL DAN PEMBAHASAN



Kondisi Umum Lokasi Penelitian



Karakteristik Responden

8

Spesies Tumbuhan Obat yang Dimanfaatkan sebagai Simplisia Nabati

10

Bagian-bagian Tumbuhan yang Digunakan

13 

Kegunaan Simplisia

14 

Status Simplisia Nabati

16 

Perdagangan Simplisia

17

Produk Obat Tradisional

19

Pelestarian Tumbuhan Obat sebagai Bahan Baku Simplisia dan Obat Tradisional

23 

SIMPULAN DAN SARAN

24 

Simpulan

24 

Saran

25 

DAFTAR PUSTAKA

25

LAMPIRAN

27

RIWAYAT HIDUP

70

DAFTAR TABEL 1 2 3 4 5

Jenis data dan metode pengambilan data Klasifikasi spesies berdasarkan habitus Produk obat tradisional yang diperdagangkan Komposisi produk jamu yang diperdagangkan di Kota Padang Jenis simplisia yang digunakan dalam produk jamu

4 12 20 21 22 

DAFTAR GAMBAR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Peta lokasi penelitian Klasifikasi responden berdasarkan jenis kelamin Klasifikasi responden berdasarkan kelompok umur Klasifikasi responden berdasarkan tingkat pendidikan Simplisia segar Simplisia kering Klasifikasi spesies tumbuhan berdasarkan famili Klasifikasi spesies berdasarkan bagian yang digunakan Klasifikasi spesies berdasarkan kelompok penggunaannya Klasifikasi spesies berdasarkan sumber perolehannya Kategori proses melangkanya tumbuhan obat akibat pemanenan Skema alur pemasaran simplisia nabati di Kota Padang Industri produksi jamu yang diperdagangkan di Kota Padang

3 9 9 10 11 11 12 13 15 16 17 18 22

DAFTAR LAMPIRAN 1 Pasar Tradisional di Kota Padang 2 Klasifikasi kelompok penyakit/penggunaannya 3 Data responden pedagang simplisia dan produk obat tradisional pada tiga pasar tradisional di Kota Padang, Sumatera Barat 4 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dalam bentuk simplisia di Kota Padang, Sumatera Barat 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya 6 Klasifikasi tumbuhan berdasarkan penggunaannya 7 Komposisi dan khasiat produk jamu yang terdapat di Kota Padang

27 28 30 31 37 55 64

PENDAHULUAN Latar Belakang Sumberdaya alam hayati di Indonesia memiliki potensi flora dan fauna yang cukup besar. Salah satu wilayah di Indoneisa yang memiliki kekayaan hutan tropis adalah Provinsi Sumatera Barat. Dengan luas kawasan ± 42 297 km² dan 47% diantaranya merupakan hutan (Tarmizi 2012). Pemanfaatan hasil hutan di Sumatera Barat terdiri dari pemanfaatan hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu yang masih dimanfaatkan secara tradisional oleh penduduk sekitar hutan. Salah satu hasil hutan bukan kayu yang dimanfaatkan adalah tumbuhan obat yang sering digunakan masyarakat Indonesia untuk melalukan pengobatan berbagai macam penyakit secara tradisional. Pada saat ini, obat tradisional dan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan mendapat perhatian yang semakin meningkat. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan data yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah industri obat tradisional dan fitofarmaka dari tahun ke tahun. Ditjen Bifarm dan Alkes (2011) menyatakan jumlah Industri Obat Tradisional (IOT) dan Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) yang terdaftar di Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2008 kurang lebih 1018 produsen dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 1 251 produsen. Perkembangan industri jamu, obat herbal, fitofarmaka dan kosmetika tradisional telah mendorong berkembangnya budidaya tumbuhan obat di Indonesia. Namun, tidak dapat dipungkiri selama ini upaya penyediaan bahan baku untuk industri obat tradisional sebagian besar berasal dari tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di alam liar atau dibudidayakan dalam skala kecil di lingkungan sekitar rumah dengan kuantitas dan kualitas yang kurang memadai. Hasil penelitian Purwandari (2001) menyebutkan bahwa 47,24% tumbuhan obat yang digunakan sebagai bahan baku obat tradisional oleh berbagai industri obat tradisional berasal dari hutan dan tumbuhan liar, sedangkan sisanya diperoleh dari tumbuhan impor dan budidaya. Secara tidak langsung tentunya hal ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan terhadap tumbuhan obat. Kementrian Kesehatan RI (2012) menyatakan bahwa konsumen tumbuhan obat didominasi pabrik obat tradisional/modern, toko obat/jamu tradisional. Tumbuhan obat yang dimanfaatkan tidak berupa tumbuhan utuh, akan tetapi berupa simplisia yaitu bagian-bagian tertentu dari tumbuhan seperti daun, akar, kulit, buah dan lain-lain. Bagian tumbuhan obat ini umumnya dijual dalam bentuk simplisia yang sudah berbentuk rajangan atau ramuan beberapa macam simplisia. Istilah simplisia digunakan untuk menyebut bahan-bahan obat alam yang masih berada dalam wujud aslinya atau belum mengalami perubahan bentuk. Perdagangan simplisia dan produk obat tradisional saat ini banyak ditemukan pada pasar-pasar tradisional di berbagai daerah, salah satunya di Kota Padang, Sumatera Barat. Masyarakat Minang sebagai penduduk mayoritas di Kota Padang tentunya memiliki pengetahuan mengenai obat tradisional terlihat dari ditemukannya penduduk yang menjual simplisia dan produk obat tradisional seperti yang terdapat di pasar Raya Padang. Namun hingga saat ini belum terdapat

2 data mengenai jenis-jenis simplisia yang diperdagangkan atau digunakan dalam ramuan obat tradisional di Kota Padang. Berdasarkan kondisi tersebut, inventarisasi jenis-jenis simplisia, khususnya simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan perlu dilakukan. Hal ini mengingat pentingnya mendokumentasikan data tersebut untuk dijadikan acuan dalam penentuan upaya pelestarian spesies tumbuhan obat yang digunakan dan dapat mengetahui spesies-spesies yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk dikembangkan.

Tujuan Penelitian 1. 2. 3.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: Spesies tumbuhan obat dalam bentuk simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Padang Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Padang Asal pasokan dan harga jual simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Padang

Manfaat Penelitian 1. 2. 3.

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini, adalah: Dapat memberikan informasi mengenai jenis-jenis simplisia nabati yang diperdagangkan di Kota Padang Dapat memberikan informasi mengenai jenis-jenis produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Padang Diharapkan menjadi acuan dalam menentukan strategi pelestarian dan upaya budidaya spesies-spesies tumbuhan obat yang diperdagangkan dan dimanfaatkan oleh industri obat tradisional, terutama yang tergolong dalam spesies-spesies langka dan terancam punah

METODE Waktu dan Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di tiga pasar tradisional di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat. Ketiga pasar tersebut antara lain: pasar Raya Padang, pasar Banda Buek dan pasar Siteba. Pengambilan data dilakukan pada bulan November dan Desember 2012. Lokasi penelitian dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1 Peta lokasi penelitian

3

4 Alat, Bahan dan Objek Penelitian Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: 1. Pengumpulan data: alat tulis, tally sheet, panduan wawancara, kertas label, plastik bening 2. Pembuatan herbarium (spesimen): alkohol 70%, benang, gunting, kertas koran, kertas karton, alat tulis, kantong plastik bening (trash bag bening), label dan sprayer 3. Dokumentasi: kamera 4. Pengolahan data: program Microsoft Office Excel 2007 5. Dokumen atau pustaka yang terkait dengan penelitian Objek penelitian adalah simplisia nabati dan produk obat tradisional yang diperdagangkan di tiga pasar tradisional di Kota Padang, Sumatera Barat.

Jenis Data Jenis data yang dikumpulkan terdiri dari data primer meliputi informasi mengenai simplisia nabati dan produk obat tradisional, dan data sekunder meliputi kondisi umum Kota Padang, perkembangan pemanfaatan tumbuhan obat dan obat tradisional di Kota Padang (Tabel 1). Tabel 1 Jenis data dan metode pengambilan data No. Data 1 Kondisi umum lokasi penelitian

2

Simplisia

3

Produk obat tradisonal

a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. f. g. a. b. c. d. e. f.

Uraian Letak dan luas Topografi Geologi dan tanah Iklim dan hidrologi Kondisi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Spesies tumbuhan obat Bagian yang digunakan Jumlah pasokan Asal pasokan Harga jual Manfaat Penggunaan simplisia Jenis produk Produsen Kegunaan Harga per satuan produk Komposisi Penggunaan produk obat tradisional

Metode Studi literatur

Lokasi BPS Sumatera Barat

Wawancara, observasi, pembuatan herbarium, Studi literatur

Pasar, Depkes, Perguruan tinggi

Wawancara, observasi, pengumpulan sample, studi literatur

Pasar, Depkes, Perguruan tinggi

5 Metode Pengambilan Data Studi literatur Studi literatur atau kajian pustaka dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bermacam-macam material yang terdapat di ruang perpustakaan, seperti buku-buku, majalah, dokumen, catatan dan lain sebagainya (Mardalis 1989). Studi literatur dilakukan sebelum dan setelah penelitian dilaksanakan. Kegiatan studi literatur sebelum penelitian dilakukan untuk memperoleh data dan informasi mengenai kondisi umum lokasi penelitian. Sedangkan kajian pustaka yang dilakukan setelah penelitian untuk verifikasi (cek silang) data yang diperoleh di lapangan. Survei lapang Kegiatan survei lapang dilakukan untuk mengetahui lokasi pedagang simplisia dan produk obat tradisional. Hal ini dilakukan karena tidak ada informasi mengenai penyebaran pedagang simplisia dan produk obat tradisional di Kota Padang. Berdasarkan data dari Dinas Pasar Kota Padang, pada tahun 2012 tercatat 20 pasar yang dikelola oleh pemerintah dan non pemerintah (Lampiran 1). Pasar tradisional yang dipilih sebagai lokasi penelitian yaitu pasar Raya Padang, pasar Siteba dan pasar Banda Buek. Pemilihan ketiga pasar ini disebabkan karena ketiga pasar tersebut termasuk pasar tradisional besar di Kota Padang dengan transaksi yang dilakukan setiap hari dan terdapat pedagang simplisia dan produk obat tradional. Pasar Raya Padang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Padang. Lokasinya berada di pusat Kota Padang, tepatnya di Kecamatan Padang Barat. Pasar Raya Padang juga merupakan salah satu sektor yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian Kota Padang karena pasar Raya Padang merupakan gerbang utama perdagangan Sumatera Barat. Pasar Banda Buek merupakan pasar tradisional yang berada di pinggir Kota Padang tepatnya di Kecamatan Lubuk Kilangan, sedangkan pasar Siteba berada di Kecamatan Nanggalo. Pada kedua pasar ini dapat dilihat transaksi terjadi setiap hari. Wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan keterangan lisan melalui percakapan dengan orang atau responden tentang topik tertentu (Salerno et al. 2005). Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu semi terstruktur. Menurut Mardalis (2004), penerapan teknik wawancara semi terstruktur adalah dengan memberikan pilihan jawaban pada beberapa pertanyaan namun juga terdapat pertanyaan yang tidak disediakan pilihan jawaban sehingga dapat terlihat keragaman pendapat dalam menjawab setiap pertanyaan atau diharapkan responden menjawab sesuai pengetahuan mereka. Responden dipilih dengan metode purposive sampling yang artinya wawancara dilakukan pada setiap pedagang yang berjualan simplisia dan produk obat tradisional yang ditemukan di lokasi penelitian. Wawancara dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang telah disediakan.

6 Pembuatan herbarium Herbarium merupakan kumpulan spesimen yang telah diawetkan. Herbarium biasanya berupa awetan dari bagian tumbuhan, seperti daun, bunga, ranting, kuncup, buah atau bagian lainnya. Pembuatan herbarium bertujuan untuk mempermudah proses identifikasi spesies tumbuahan yang belum teridentifikasi di lapangan. Tahapan pembuatan herbarium antara lain (Hidayat 2009): 1. Pengambilan bahan sampel untuk herbarium yang terdiri dari ranting lengkap dengan daunnya, beserta bunga dan buahnya jika ada 2. Spesimen tumbuhan yang dijadikan herbarium dipotong dengan panjang sekitar ± 40 cm 3. Sampel tersebut dimasukkan ke dalam kertas koran dengan memberikan etiket yang berukuran 3 cm x 5 cm. Etiket berisi keterangan tentang nomor koleksi, tanggal pengambilan spesimen, nama lokal, lokasi pengambilan spesimen dan nama kolektor 4. Lipatan kertas koran yang berisi spesimen ditumpuk menjadi satu dalam kantong plastik bening berukuran 40x60 cm 5. Tumpukan spesimen disiram dengan alkohol 70% hingga seluruh bagian tumpukan tersiram rata, selanjutnya kantong plastik ditutup rapat agar cairan alkohol tidak menguap 6. Tumpukan herbarium dipress dalam sasak dan dioven dengan suhu 70ºC selama 3 hari 7. Herbarium kering yang lengkap dengan keterangan yang diperlukan kemudian diidentifikasi oleh ahlinya di Herbarium Bogoriense Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mendapatkan nama ilmiah dan famili Pengumpulan contoh (sample) simplisia dan produk obat tradisional dari masing-masing pedagang Pengumpulan contoh simplisia dan produk obat tradisional diperlukan untuk kepentingan dokumentasi dan verifikasi spesies yang digunakan. Pengambilan contoh simplisia dilakukan pada simplisia kering, sedangkan pada simplisia segar pengambilan contoh dilakukan dengan pembuatan herbarium. Selain itu, pengambilan contoh juga dilakukan pada produk obat tradisional yang ditemukan. Contoh simplisia dan produk obat tradisional didapatkan dari setiap pedagang. Namun jika ada contoh yang sama, pengambilan contoh hanya dilakukan pada satu pedagang.

Analisis Data Persen habitus Habitus merupakan penampakan luar dan sifat tumbuh suatu tumbuhan. Persen habitus merupakan telaah tentang persentase habitus yang dimanfaatkan terhadap habitus yang ada. Adapun habitus berbagai spesies tumbuhan menurut Tjitrosoepomo (1988) adalah sebagai berikut: 1. Pohon: merupakan tumbuhan berkayu yang tinggi besar, memiliki suatu batang yang jelas dan bercabang jauh dari permukaan tanah

7 2.

Perdu: merupakan tumbuhan berkayu yang tidak terlalu besar dan bercabang dekat dengan permukaan tanah atau di dalam tanah 3. Semak: merupakan tumbuhan berkayu yang mengelompok dengan anggota yang sangat banyak membentuk rumpun, tumbuh pada permukaan tanah dan tingginya dapat mencapai 1 m 4. Herba: merupakan tumbuhan tidak berkayu dengan batang lunak dan berair 5. Liana: merupakan tumbuhan berkayu, yang batangnya menjalar/memanjat pada tumbuhan lain 6. Epifit: merupakan tumbuhan yang menumpang pada tumbuhan lain sebagai tempat hidupnya Persen habitus merupakan telaah tentang persentase habitus yang dimanfaatkan terhadap habitus yang ada. Fakhrozi (2009) menyatakan persen habitus dapat dihitung dengan rumus: Persentase habitus tertentu

∑ spesies dari habitus tertentu ∑ spesies

100%

Persen bagian yang digunakan Perhitungan persen bagian yang digunakan untuk mengetahui persentase setiap bagian tumbuhan yang dimanfaatkan. Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi daun, akar, buah, bunga, batang, kulit kayu, rimpang, umbi dan seluruh bagian tumbuhan. Perhitungan dilakukan secara umum terhadap semua spesies tumbuhan yang diperoleh dari wawancara, kemudian dianalisis berdasarkan kelompok penggunaannya. Persen bagian yang digunakan diperoleh dengan rumus (Fakhrozi 2009): Persentase bagian yang digunakan

∑ bagian tertentu yang digunakan ∑ spesies

100%

Persen asal pasokan Persen status budidaya merupakan bentuk, analisis terhadap tumbuhan pada saat ditemukan. Artinya spesies tersebut merupakan hasil budidaya atau liar. Persentase status budidaya dihitung dengan rumus: Persentase asal pasokan

∑ spesies sumber pasokan ∑ spesies

100%

Pembagian penggunaan tumbuhan obat Pengklasifikasian data dilakukan terhadap keragaman kelompok penyakit/penggunaan tumbuhan obat dengan cara melakukan penyaringan (screening) terhadap khasiat masing-masing spesies berdasarkan kelompok penyakit/penggunaanya. Pembagian berdasarkan kelompok penyakit/ penggunaannya dikelompokkan menjadi 29 kelompok kegunaan (Oktaviana 2008) (Lampiran 2).

8 Pengelompokan spesies terhadap ancaman kelangkaan Menurut Ekosetio (2004), pendekatan proses melangkanya tumbuhan obat akibat pemanenan dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu: Kategori I : Pemanenan tumbuhan obat yang mengakibatkan kematian pada individu tumbuhan, karena yang dipanen adalah akar, batang, rimpang, kulit dan semua bagian tumbuhan. Kategori II : Pemanenan yang menghambat reproduksi dari suatu tumbuhan obat karena bagian yang dipanen ialah biji, buah dan bunga. Kategori III : Apabila dilakukan pemanenan yang berlebihan akan menghambat regenerasi dan kematian tumbuhan karena yang dipanen adalah daun atau getahnya.

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Lokasi Penelitian Kota Padang adalah ibukota Provinsi Sumatera Barat yang terletak di pantai barat Pulau Sumatera dan berada pada 0º44’ LS-01º08’ LS dan 100º05’ BT100º34’ BT. Kota Padang berada di sebelah barat Bukit Barisan dan dengan garis pantai sepanjang 68 126 km. Luas Kota Padang adalah 69 496 Ha atau setara dengan 1,65 % dari luas Sumatera Barat. Kota Padang terdiri dari 11 kecamatan dengan kecamatan terluas adalah Kecamatan Koto Tangah dengan luas mencapai 23 225 Ha. Dari keseluruhan luas Kota Padang, sebagian besar atau 51,01 % merupakan hutan yang dilindungi oleh pemerintah. Sedangkan 5 108 Ha atau 7,35 % merupakan bangunan dan pekarangan (BPS 2009). Kota Padang terletak pada ketinggian yang berkisar antara 0-1.853 mdpl. Daerah tertinggi adalah Kecamatan Lubuk Kilangan. Secara topografi Kota Padang terbagi atas empat kategori, yaitu: (1) Dataran datar (lereng 0-2 %) seluas 15.489 Ha, (2) Dataran landai (lereng 2-15 %) seluas 5.028 Ha, (3) Dataran bergelombang (lereng 15-40 %) seluas 14.212 Ha dan (4) Dataran terjal atau perbukitan (lereng diatas 40 %) seluas 36.570 Ha.Tingkat curah hujan Kota Padang mencapai rata-rata 302,35 mm per bulan dengan rata-rata hari hujan 17 hari per bulan pada tahun 2009. Suhu udaranya cukup tinggi yaitu antara 21,6º – 31,7ºC dengan kelembaban berkisar antara 78% – 85% (BPS 2009).

Karakteristik Responden Hasil survei yang dilakukan ditiga pasar tersebut, teridentifikasi 23 pedagang simplisia dan produk obat tradisional yang berhasil diwawancara. Jumlah responden tersebut terbagi atas 17 orang terdapat di pasar Raya Padang dengan komposisi 12 orang lai-laki dan 5 orang perempuan, 3 orang di pasar Banda Buek dengan komposisi 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, serta 3 orang lainnya terdapat di pasar Siteba dengan komposisi 1 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

9

Pereempuan 3 35%

Laki-laki 65%

Gambaar 2 Klasifikkasi respond den berdasaarkan jenis kkelamin. wancara yaang dilakukkan terhadap p 23 pedaggang simpllisia dan prroduk Waw obat tradiisional padda ketiga pasar men nunjukkan bahwa b respponden berrjenis kelamin laaki-laki lebih banyak dibandingka d an perempuuan. Jumlahh responden n lakilaki secarra keseluruuhan berjum mlah 15 orang o (65% %) dan jum mlah respo onden perempuann sebanyak 8 orang (355%) (Gambar 2). Kecenderungann ini terjaddi karena berdagang merupakann sumber mata pencahariaan utama unntuk pemennuhan kebuttuhan seharri-hari. Selaiin itu, tiga orang o pedagang yang dikeenal palingg lama beerdagang siimplisia daan produk obat b infoormasi men ngenai tradisionall merupakaan respondeen yang meengetahui banyak pemanfaattan tumbuhhan obat jugga berjenis kelamin laaki-laki. Addapun respo onden perempuann yang diitemukan mengaku m bahwa b pekeerjaan utam manya buk kanlah sebagai pedagang, namun n padaa saat-saat tertentu mereka mengggantikan suami s mereka beerdagang kaarena alasann tertentu. Kelompok k umur Penggetahuan teentang pem manfaatan tu umbuhan sebagai obaat dan kemu udian diperdaganngkan sudaah dilakukann sejak lamaa. Pengetahuuan tersebuut diturunkan n dari nenek mooyang atau orang tua. Hal tersebut terlihat dari hasil w wawancara yang menunjukkkan keberagaman umuur respondeen, mulai daari 23 tahunn hingga ussia 56 tahun. Kom mposisi responden berrdasarkan keelompok um mur tersaji ppada Gambaar 3.

41-50 tahunn 44%

31-440 tahun 1 13%

>51 taahun 39% %

21-30 tahhun 4%

Gambar 3 Klasifikasi responden berdasarkan b n kelompokk umur. Gam mbar 3 mennunjukkan bahwa b resp ponden denggan kelomppok umur antara a 41–50 tahhun dengan jumlah ressponden 10 0 orang (444%) lebih bbanyak dari pada kelompokk umur laiinnya. Perssentasenya tidak terlalu jauh bberbeda deengan kelompokk umur 51 taahun ke atass dengan jum mlah responnden 9 oranng (39%). Ju umlah

10 ini menunjukkan m n adanya trransfer ilmuu pengetahu uan kepada kelompok uumur yang lebihh muda. Haal ini terjaddi karena kebanyakan k pedagang simplisia ddan produk obat tradisional merupakann penerus daari usaha oraang tua merreka sebelum mnya. Tinggkat pendid dikan Tingkat pendidikan pedagang p siimplisia dan produk obat o tradisioonal sangat bervaariasi. Secaara keselurruhan sebaagian besarr respondenn yang diw wawancara mem miliki latar belakang b penndidikan SM MP (43%), kemudian diikuti d denggan lulusan SD (35%) dan SMA S (22%)) (Gambar 4). 4 SMA S 22% 2

SD 335% SMP 43%

Gambarr 4 Klasifikkasi respondden berdasaarkan tingkaat pendidikaan. Kondisi pendidikan responden r tidak mempengaruhi peengetahuan responden terhaadap spesies-spesies berkhasiat obat o yang diperdagang d gkan. Hal inni terbukti denggan data yanng menunjuukkan bahwa beberapa responden yang diangggap paling banyyak mengetaahui informasi tentang pemanfaataan tumbuhaan obat dan khasiatnya meruupakan luluusan SD. Dalam D hal ini i ditemuk kan bahwa yang mem mpengaruhi penggatahuan reesponden mengenai tumbuhan obat dann khasiatnyya adalah penggalaman berrdagang yanng diturunkaan dari oran ng tua dan melibatkan m responden secarra langsung dalam wakktu yang cukkup lama. S Spesies Tum mbuhan Ob bat yang Dimanfaatka an sebagai Simplisia N Nabati Hasil waw wancara, teeridentifikassi 142 spesies tumbuuhan yang digunakan sebaggai simplisia nabati yang y diperdagangkan di d tiga pasaar tradisionnal di Kota Padaang. Sebagiian besar simplisia s y yang diperd dagangkan dijual dalaam bentuk simpplisia segar (Gambar 5)) dan sebaggiannya diju ual dalam beentuk keringg (Gambar 6). Beberapa B jeenis simplissia yang serring dijual dalam benttuk segar, yyaitu daun unguu (Graptopphyllum picctum), ganndarusa (G Gendarusa vulgaris), si dingin (Kalaanchoe lacciniata), daaun kacangg kayu (Ca ajanus cajaan), sidukuuang anak (Phyyllanthus niruri), sunnguik kuciaang (Ortho osiphon arristatus), laatuik-latuik batanng (Physaliss peruvianaa) dan siriaah (Piper beetle). Jenis simplisia kering yang serinng ditemui antara a lain: ampadu tannah (Andro ographis paniculata), aadas manih (Foeeniculum vulgare), secaang (Caesalp lpinia sappa an), kayu puutar (Helictteres isora),, pugeeh angin (U Usnea misam minensis), kapulaga k (A Amomum compactum) c ) dan daun mutiara (Malpigghia coccigeera) (Lampiiran 4).

11

Gam mbar 5 Simp plisia segar.

Gam mbar 6 Simpllisia kering.. Spessies yang ditemukan d d dengan jumllah 142 speesies tersebuut terdiri daari 56 famili. Faamili Zingibberaceae merupakan m famili f denggan spesies terbanyak yang digunakann sebagai simplisia yaitu sebanyak k 12 spesies (Gambar 7). Spesiess dari famili Zinngiberaceae relatif muddah tumbuh h dan tidakk membutuhhkan peraw watan khusus, seehingga bannyak dibudiidayakan olleh masyaraakat (Rahayyu 2012). Selain S itu spesiees dari fam mili Zingibberaceae ju uga sebagaii komoditaas yang baanyak diperdaganngkan. Berddasarkan daata BPS 201 10 dan 2011, produksi tumbuhan obatobatan, seeperti jahe, kunyit, laoos dan kenccur, secara nasional relatif menin ngkat setiap tahhunnya. Haal ini menuunjukkan bahwa b cukuup banyak tumbuhan yang berasal daari famili Zinngiberaceaee berperan dalam d produuksi obat traadisional. Perddagangan sppesies dari famili Zing giberaceae di d Kota Paddang tidak hanya h digunakann untuk keppentingan pengobatan, tetapi jugaa digunakann sebagai bu umbu utama dallam masakaan yang diikenal deng gan “Masakkan Padangg”. Spesies yang paling bannyak diperddagangkan yaitu y kunyitt (Curcumaa domestica), jahe (Zin ngiber officinale)), bangle (Z Zingiber purrpureum), kencur k (Kaeempferia galanga) dan temu lawak (Cuurcuma xantthorrhiza).

12

12

Ziingiberaceae

11

Fabaceae 9

Euuphorbiaceae

8

Asteraceae

7

Rutaceae

6

Famili ii

Poaceae Piperaceae

5

Lamiaceae

5

Acanthaceae A

5

Rubiaceae

4

Arecaceae

4

Myrtaceae

3

Malvaceae

3

Loranthaceae L

3

Lauraceae

3

Apocynaceae A

3 51

Lain-lain n (40 Famili) 0

20

40

60

Jum mlah spesiees Gam mbar 7 Klasiifikasi spesiies tumbuhaan berdasarkkan famili. Tumbuahaan obat yanng dijual daalam bentuk simplisiaa juga dikellompokkan berdaasarkan habitusnya. h Berdasaarkan hab bitusnya, spesies tumbuhan dikellompokkan dalam 6 keelompok habbitus (Tabell 2). No. N 1 2 3 4 5 6

Tabel 2 K Klasifikasi spesies s berd dasarkan habbitus Persentaase (%) Habiitus Jumlah (speesies) Pohoon 46 32,5 Perddu 30 21 Lianna 8 5,55 Sem mak 8 5,55 Herbba 322 45 Epifi fit 3,55 5 Jum mlah 142 1000

13 Spessies dengann habitus pohon p palin ng banyak digunakan. Terlihat bahwa b spesies deengan habituus pohon beerjumlah 46 6 spesies atau 32% darri jumlah sp pesies yang diperrdagangkann. Beberapa contoh speesies dengann habitus poohon yaitu sirsak s (Annona muricata), pulai (Alsstonia scho olaris), baliiak-baliak angin (Mallotus paniculatuus), kedawuung (Parkia roxburgii),, madang buulu (Litsea uumbellata), kayu putiah (Me Melaleuca leuucadendronn) dan cengk keh (Syzygiuum aromatiicum). Habbitus lain yaang juga mendominas m i yaitu herbba. Spesiess dengan haabitus herba meemiliki jum mlah 42 spesies s ataau 30% dari d jumlahh spesies yang diperdaganngkan. Bebberapa contooh spesies yang y berhabbitus herba yyaitu tapak dewa (Gynura pseudochin p a), katang babi (Adeenostemma laevenia), piladang merah m (Coleus scutellarioid s des), asam m batang (H Hibiscus raadiatus), kkunik (Currcuma domesticaa), cakua (K Kaempferia galanga) g daan kunik bollay (Zingibeer purpureu um). Baggian-Bagiaan Tumbuh han yang Diigunakan Massing-masingg bagian tum mbuhan obat tidak jarrang memilliki khasiat yang berbeda-beda, namunn beberapa bagian speesies tumbuuhan juga ddapat digun nakan untuk pennyakit yang sama. Hal ini dikarenaakan setiap bagian tum mbuhan mem miliki kandungann yang berrbeda. Perbbedaan bagiian yang diigunakan sebagai sim mplisia juga mem mpengaruhi penamaan simplisia itu sendiri. Berdasarkkan bagian yang digunakann, simplisiaa yang dipeerdagangkan n berupa daun d (folium m), akar (ra adix), buah (frucctus), herbaa (herba), bunga (floss), batang/rranting (cauulis), kulit kayu (cortex), biji b (semen), rimpang (rrhizoma), kulit k buah (ppericarpium m), umbi (bu ulbus), minyak (ooleum), kayuu (lignum) (Gambar ( 8).

92

Bagian yang digunakan

Dauun Buuah

27

Akkar

27 22

Herrba Batang/rantinng

17

Bunnga

17

Kulit batanng

14

Rimpanng

13

B Biji

13 4

Kulit buuah Um mbi

2

Kayyu

1

Minyyak

1 0

20

4 40

600

80

100

Ju umlah speiees Gaambar 8 Kllasifikasi sppesies berdaasarkan bagiian yang diggunakan.

14 Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa daun merupakan bagian tumbuhan obat yang paling banyak digunakan dengan jumlah 92 spesies dari 142 spesies yang ditemukan. Beberapa contoh spesies tumbuhan yang dijadikan simplisia daun yaitu sirsak (Annona muricata), aren (Arenga pinnata), jarak pagar (Jatropha curcas), daun inai (Lawsonia inermis), daun baru (Hibiscus tiliaceus), daun siriah (Piper betle L.) dan daun si cerek (Clausena excavata). Banyaknya bagian daun yang dimanfaatkan dapat dimengerti bahwa bagian daun merupakan bagian tanaman yang paling mudah didapat dibandingkan bagian lain dari tanaman. Dilihat dari segi konservasi, hal ini juga tidak mengkhawatirkan. Menurut Ekosetio (2004), pendekatan proses melangkanya tumbuhan akibat pemanenan dibagi menjadi 3, salah satunya diakibatkan oleh pemanenan daun yang tergolong dalam kelompok ketiga atau kelompok dengan potensi terendah memicu melangkanya tumbuhan obat akibat pemanenan. Hal ini disebabkan karena pemanfaatan daun tidak akan memberikan pengaruh yang tinggi terhadap kelangsungan tumbuhan tersebut. Mendominasinya pemanfaatan daun, secara tidak langsung menandakan bahwa pemanfaatan tumbuhan obat yang diturunkan dari nenek moyang masyarakat Kota Padang telah memperhatikan nilai-nilai konservasi. Menurut Fakhrozi (2009) daun memiliki regenerasi yang tinggi untuk kembali bertunas dan tidak memberikan pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan suatu spesies tumbuhan. Meskipun demikian pemanfaatannya juga harus diperhatikan, karena pemanfaatan yang berlebihan akan menghambat regenerasi dan memicu kematian pada tumbuhan.

Kegunaan Simplisia Masing-masing tumbuhan memiliki khasiat yang berbeda-beda. Akan tetapi tidak jarang ditemukan beberapa spesies tumbuhan dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang sama atau beberapa penyakit dapat diobati dengan spesies tumbuhan yang sama. Simplisia nabati yang merupakan bagian dari tumbuhan obat tentunya memiliki berbagai macam khasiat. Dari simplisia yang diperdagangkan diketahui memiliki khasiat untuk mengobati 29 kelompok penyakit seperti yang tercantum pada Gambar 9. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa penggunaan simplisia yang diperdagangkan di Kota Padang sebagian besar berkhasiat untuk gangguan saluran pencernaan dengan jumlah 90 spesies atau sebesar 63,4% dari jumlah spesies yang digunakan. Selanjutnya penggunaan simplisia digunakan untuk gangguan kulit sebanyak 59 spesies (41,5% dari jumlah spesies yang digunakan), gangguan pernafasan/THT sebanyak 54 spesies (38% dari jumlah spesies yang digunakan), gangguan demam dan sakit kepala sebanyak 52 spesies (36,6% dari jumlah spesies yang digunakan) dan gangguan saluran pembuangan sebanyak 49 spesies (34,5% dari jumlah spesies yang digunakan) (Lampiran 6)

15

90

Penyakkit Saluran Penncernaan 59 54 52

Penyaakit Kulit Pernafassan/THT Sakkit Kepala dann Demam Penyakitt Saluran Pem mbuangan

49 43

Kelompok penggunaan

Penyakitt Otot Dan Peersendian Pennyakit Khususs Wanita T Tonikum Pengobattan Luka

33 331 277 24 23

Penyakkit Mulut Penyakitt Jantung Peerawatan Kehamilan dan Peersalinan

18 17 17 16

Penyakitt Kuning Penyakkit Ginjal Perawatann Rambut, Mukka, Kulit Penyakit Kelamin

16 16 13

Penyakit Diabetes D Penyaakit Gigi Penawaar Racun Peenyakit Kankeer/Tumor

13 12 9 8

Ganggguan Peredaraan Darah Penyakit G Gangguan Uraat Syaraf Penyaakit Mata

7 7 6 5

Lain-lain L Perawatann Organ Tubuhh Wanita Penyakitt Malaria Penyakiit Tulang

2 2 1

Penyakitt Telinga Keluuarga Berencaana (KB) 0

50

100 0

Jumlah spesies Gam mbar 9 Klasifikasi spesies berdasaarkan kelom mpok pengggunaannya. Banyyaknya jennis simplisiaa yang dapat digunakaan untuk gangguan saaluran pencernaaan kemungkkinan kareena jenis-jeenis tersebuut memilikki khasiat untuk u penyakit pencernaann yang tidaak spesifik.. Menurut Ekosetio ((2004), pen nyakit pencernaaan dapat ditimbulkaan oleh ketidakseim k mbangan kkimiawi seeperti meningkattnya asam lambung atau a produk ksi enzim pencernaan p yang berleb bihan dalam orggan pencernaaan. Pada tuumbuhan ob bat, zat-zat kimia seperrti alkaloid dapat membantuu menetralkkan asam lambung atau a mengembalikan pproduksi en nzimenzim penncernaan terrsebut pada keadaan no ormal.

16 Status Simplisia Na abati Sum mber simplissia Simplisia yang dipeerdagangkann menurut sumber peengambilann/perolehan tumbbuhannya diikelompokkkan menjadii 2, yaitu liaar dan budiddaya (Gambbar 10).

liar 60%

bu udidaya 4 40%

Gambarr 10 Klasifiikasi spesies berdasark kan sumber perolehanny p ya. Berdasarkkan Gambarr 10 di atass dapat dilih hat bahwa sebagian s beesar (60%) simpplisia didappatkan dari tumbuhan obat yang g tumbuh secara liar di hutan. Sedaangkan 40% % lainnya didapatkann dari tum mbuhan yanng sengajaa ditanam/ dibuddidayakan di pekaranngan atau di d hutan raakyat. Beberapa contooh spesies tumbbuhan obat yang tum mbuh secaraa liar yaitu u aren (Arrenga pinnata), capo (Blum mea Balsaamifera), balik-baliak b k angin (Mallotus ( p paniculatus s), rukam (Flaccourtia inerrmis), nilam m (Pogostem mon cablin)), baru (Hibbiscus tiliacceus), kayu putiaah (Melaleuca leucadenndron) dan pulai (Alsto onia scholarris). Banyaknyya spesies tuumbuhan liaar yang dim manfaatkan, sangat mem mpengaruhi keberadaannya di alam. Menurut M pedagang, beeberapa jenis tumbuhaan tersebut mulaai sulit diddapatkan di hutan atau pun di pekarangaan-pekaranggan warga sehinngga untuk mendapatkannya para pedangan harus h masukk ke dalam hutan. Hal ini teentunya sangat berpenggaruh terhaddap penentu uan harga juual. Statu us kelangkaan Menurut Ekosetio E (20004), pemaanenan bagiian tumbuhhan untuk suuatu tujuan tertenntu, terutaama untuk pengobataan tentuny ya memilikki dampakk terhadap tumbbuhan baik secara fisiik maupun ekologi. Peeters (19944) menyatakkan bahwa pemaanenan buahh dan biji dapat d menyeebabkan perrubahan dallam struktuur populasi. Dalaam kondisi pohon-pohhon dalam hutan h tropis mengalam mi kesulitann-kesulitan yangg berlipat ganda g pada tahap berttunas dan pertumbuha p an semai, yyang dapat disebbabkan olehh persingann dalam meemperoleh cahaya, pem mangsaan ooleh satwa liar dan d kalah bersaing b denngan spesiees lain. Keg giatan pemuungutan buaah dan biji yangg dilakukan manusia dapat d semakkin mengurrangi jumlahh permudaaan di alam dan setelah s bebeerapa waktuu dapat mennyebabkan perubahan p u ukuran kelass. Menurut Zuhud (19994), dampak dari peemanenan tumbuhan t oobat dapat mem mpengaruhi kelestariann tumbuhann obat terssebut jika pemanenannnya dapat menggakibatkan kematian, menghamba m at regenerassi dan menggganggu sikklus hidup. Penggelompokann tumbuhann obat berrdasarkan bagian b yanng dimanfaaatkan dan akibaatnya terhaddap keterseediaannya di d alam han nya dilakukkan pada sppesies yang didappatkan secaara liar. Beerdasarkan pendekatan p n proses meelangkanya tumbuhan obat akibat pem manenan menurut Ekosetio (2004), maka darii 85 spesies tumbuhan

17 liar yang dimanfaatkkan didapaatkan 65% digolongkkan dalam kategori I, I 8% tergolong dalam kategori II dan 27% 2 tergolo ong dalam kategori k III (Gambar 11).

Kateegori III 2 27% Kategori I 65% Kategoori II 8% %

m ya tumbuhann obat akibaat pemanen nan Gambaar 11 Kateggori proses melangkany Mennurut Purwandari (20001) dan Ek kosetio (2004), setiap tumbuhan obat memiliki nilai pentiing yang ditinjau d daari nilai ekkonomi dann nilai terh hadap ancaman kelangkaan k . Nilai penting terhadaap ancaman kelangkaann pada tumb buhan obat yang tumbuh seccara liar sanngat penting g artinya karrena keterseediaan tumb buhan obat terseebut sangatt tergantunng pada alaam dalam menyediakkannya. Meenurut Ekosetio (2004), ( selaain memilikki nilai kelan ngkaan yang tinggi, beeberapa sim mplisia yang term masuk dalam m kategori langka l jugaa memiliki nilai ekonoomi yang tiinggi. Hal ini teerjadi karenna spesies-sppesies terseebut banyakk digunakann sebagai bahan b baku pabrrik obat tradisional, saalah satunyaa adalah puulosari (Alyxxia reinwarrdtii). Menurut Widiastuti et al. (19996), hampiir setiap produk p jamu mu menggun nakan pulosari (A Alyxia reinwardtii), akkan tetapi pemanenan p simplisia inni masih baanyak dilakukan dari alam.. Menurut Ekosetio E (2 2004), pembbudidayaann pulosari secara s besar-besaaran belum pernah dilaakukan, sed dangkan kebutuhan akkan pulosarii oleh industri obat o tradisioonal terus meningkat. m mbudidayaaan yang inttensif Tanpa pem maka keleestarian tum mbuhan ini tiidak dapat dijamin. d Nilaai ekonomi yang tingggi tentunya merupakann potensi yaang cukup besar untuk menndorong maasyarakat seekitar hutan n melakukann pemanenaan langsung g dari alam secarra tidak terkkendali dann melampaui batas kem mampuan reggenerasi di alam. Jika hal inni terjadi dikkhawatirkann akan meng gancam kellestarian perrsediaan maaupun pasokan tumbuhan t o obat tersebbut sebagai bahan bakku industrii yang akh hirnya berdampakk langsung terhadap keelangsungan n produksi obat o tradisioonal.

Perrdagangan Simplisia Perddagangan simplisia naabati di Ko ota Padangg telah berrlangsung dalam d waktu yanng cukup laama. Sebagiian besar peedagang meerupakan peenerus dari usaha u orang tua mereka sebbelumnya. Pedagang P simplisia naabati umumnnya mempeeroleh bahan bakku dari hutaan dengan cara c dicari sendiri atauu didapatkaan dari peng gepul. Beberapa spesies tum mbuhan yangg susah did dapatkan akaan dipasok jjika ada pessanan dari konnsumen. Berdasarkan B hasil peenelitian didapatkan d berbagai alur perdaganggan simplisiia nabati di Kota Padan ng (Gambar 12).

18 Budidaya / Liar

Pengepul

Pedagang Grosir

Pedagang Lokal

Pedagang Racikan

Konsumen

Gambar 12 Skema alur pemasaran simplisia nabati di Kota Padang. Saluran distribusi tumbuhan obat yang diperdagangkan dalam bentuk simplisia nabati pada tingkat pengepul hingga konsumen secara rinci adalah sebagai berikut: 1. Tumbuhan liar/budidaya – pedagang lokal – konsumen 2. Tumbuhan liar/budidaya – pedagang lokal – pedagang racikan – konsumen 3. Tumbuahn liar/budidaya – pengepul – pedagang lokal – konsumen 4. Tumbuhan liar/budidaya – pengepul - pedagang lokal – pedagang racikan – konsumen 5. Tumbuhan budidaya – pengepul - pedagang grosir – konsumen 6. Tumbuhan budidaya – pengepul - pedagang grosir – pedagang racikan – konsumen 7. Tumbuhan budidaya – pengepul - pedagang grosir – pedagang lokal – konsumen 8. Tumbuhan budidaya – pengepul - pedagang grosir – pedagang lokal pedagang racikan – konsumen Perdagangan spesies tumbuhan liar dan tumbuhan yang dibudidayakan dalam jumlah kecil memiliki alur distribusi yang relatif singkat. Hal ini terjadi karena sebagian besar pedagang mengumpulkan atau mencari sendiri spesies tumbuhan obat yang akan diperdagangkan. Saat ini, setiap pedagang pada saluran distribusi tersebut bekerja sendiri-sendiri tanpa adanya koordinasi dalam penetapan harga jual. Walaupun faktor eksternal tumbuhan seperti tingkat kelangkaan simplisia nabati dapat mempengaruhi penetapan harga, namun hal tersebut bukanlah dasar utama yang digunakan oleh pedagang dalam penetapan harga. Hal ini membuat simplisia yang sama dengan jumlah yang sama namun dijual dengan harga yang berbeda. Kondisi tersebut tentunya mengakibatkan persaingan yang tidak sehat antar pedagang.

19 Hasil penelitian menunjukkan harga jual tumbuhan obat yang diperoleh dari tumbuhan liar berkisar antara Rp2 000 hingga Rp5 000 per ikat. Harga ini tergantung pada ukuran ikatannya dan ketersediaannya di alam. Beberapa spesies tumbuhan liar yang paling banyak diperdagangkan yaitu ampadu tanah (Andrographis paniculata), si dukuang anak (Phyllanthus niruri), latuik-latuik batang (Physalis peruviana) dan kacang kayu (Cajanus cajan). Berbeda halnya dengan spesies tumbuhan liar, simplisia yang didapatkan dari hasil budidaya memiliki harga yang relatif stabil. Hal ini disebabkan karena spesies yang dibudidayakan merupakan spesies yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan merupakan komoditas utama dalam pengembangan tumbuhan obat. Beberapa tumbuhan obat budidaya yang memiliki harga cukup stabil di pasaran yaitu, adas (Foeniculum vulgare), pulasari (Alyxia reinwardtii), secang (Caesalpinia sappan), dama (Aleurites moluccana), kedawung (Parkia roxburgii), cengkeh (Syzygium aromaticum), simpayang (Scaphium macropodum) dan beberapa spesies dari famili Zingiberaceae lainnya. Spesies yang paling banyak diminati pembeli adalah temulawak (Zingiber aromaticum), jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma domestica) dan temu kunci (Boesenbergia rutunda). Hal ini dilihat dari jual beli setiap bulannya yang menunjukkan bahwa setiap pedagang dapat menjual spesies-spesies tersebut sekitar 150 kg hingga 500 kg per bulan dengan harga antara Rp18 000 hingga Rp30 000 per kg. Sebagian besar spesies-spesies ini dibeli oleh peracik jamu tradisional yang dikenal dengan istilah jamu gendong. Selain itu, banyaknya permintaan terhadap spesies-spesies ini juga disebabkan oleh penggunaannya yang tidak hanya digunakan sebagai bahan baku jamu, tetapi juga digunakan sebagai bumbu dapur utama bagi masyarakat minang.

Produk Obat Tradisional Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Padang sebagian besar berasal dari Pulau Jawa. Hingga saat ini belum ada industri obat tradisional yang terdaftar secara resmi di Dinas Kesehatan Kota Padang. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei di lokasi penelitian yang hanya menemukan 5 macam obat tradisional yang diperdagangkan. Obat tradisional tersebut merupakan hasil racikan pedagang yang belum terdaftar dan tidak memiliki standar tertentu dalam penentuan kualitas. Menurut PERMENKES RI No. 006 tahun 2012, yang dimaksud dengan obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Jenis obat tradisional tersebut dijual dalam berbagai bentuk, diantaranya dalam bentuk rajangan, bedak dan minyak urut (Tabel 3). Secara umum obat tradisional tersedia dalam berbagai bentuk yang dapat diminum dan ditempelkan pada permukaan kulit, tetapi tidak tersedia dalam bentuk suntikan atau aerosol. Bahan-bahan yang digunakan untuk obat tradisional tersebut berupa simplisia yang merupakan bagian-bagian dari tumbuhan obat.

20 Tabel 3 Produk obat tradisional yang diperdagangkan No. 1

2

3 4 5

Produk Minyak gosok

Kegunaan Keseleo, kesemutan, bengkak, digigit serangga Badak Gatal-gatal, jerawat, bareh biang keringat, iritasi kuniang kulit Simpayang Sariawan, panas dalam Badak Jerawat, perawatan bareh putiah wajah Minyak Keseleo, bengkak, uruik darah membeku, sakit persendian

Tumbuhan Obat yang Digunakan Cengkeh, pala, jahe, jaringau, bolay, kayu putiah, kayu angin, sarai harum Daun kacang kayu, daun aren, daun kunyit, daun baliak-balik angin, beras, ampu kunik, adas manih Kayu secang, selasih, tempayang, gula batu Tepung beras, air mawar Kayu putiah, kayu angin, kunyit, sarai, ruku-ruku, daun baru, air kelapa

Berdasarkan Tabel 3, menunjukkan bahwa jenis bahan baku yang digunakan pada setiap ramuan obat tradisional berbeda-beda menurut khasiat dan peraciknya. Hal tersebut terlihat pada beberapa produk obat tradisional yang memiliki bentuk sama namun dengan racikan yang berbeda. Menurut kegunaannya obat tradisional yang diperdagangkan umumnya ditujukan untuk menjaga kesehatan dan pengobatan penyakit ringan yang umum dialami masyarakat. Obat tradisional yang paling banyak ditemui adalah badak bareh (bedak dingin) dan simpayang (tempayang). Pemakaian bahan baku simplisia berbeda untuk tiap kegunaan dan peracik. Menurut Hartini dan Purwantoro (1996), perbedaan dalam ramuan untuk pengobatan suatu jenis penyakit maupun jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan baku dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain: 1. Faktor keturunan, dalam satu garis keturunan biasanya bahan dan jenis ramuan dipergunakan sama. Hal ini disebabkan karena keterangan yang diperoleh dari leluhurnya akan tetap dipegang teguh dan tidak pernah berusaha untuk menanyakan cara lain kepada orang yang jauh hubungan kekerabatannya 2. Tingkat pengetahuan, orang yang pernah mengikuti kegiatan penataran atau pembinaan mengenai tumbuhan obat dan tanaman berkhasiat obat tentunya memiliki lebih banyak pengetahuan lebih dibandingkan dengan masyarakat yang hanya berbekal pada pengetahuan yang didapat secara turun-temurun. 3. Ketersediaan bahan baku 4. Keadaan ekonomi Selain obat tradisional hasil racikan masyarakat setempat, obat tradisional yang didapatkan dari luar Kota Padang juga dapat ditemui. Obat tradisional ini berasal dari berbagai industri jamu besar di Pulau Jawa, seperti Sido Muncul dan Air Mancur. Obat tradisional berbentuk jamu ini memiliki variasi komposisi dan kegunaan yang lebih banyak dari produk obat tradisional hasil racikan masyarakat (Tabel 4).

21 Tabel 4 Komposisi produk jamu yang diperdagangkan di Kota Padang Nama No Komposisi Simplisia Produk 1 Anak Curcumae Rhizoma, Curcumae aeruginosae Rhizoma, sehat Zingiberis Rhizoma, Glycirrhizae Radix, Daucus carota (Betakaroten), Imperatae cylindrical, Sukrose, Honey Powder, Ekstrak Coklat 2 sakit Orthosiphonis Folium, Plantaginis Folium, Imperatae Rhizoma, pinggang Simploci Cortex, lain-lain (Phyllanthi Herba, Blumeae Folium, Malaleucae Fructus) 3 Beras Oryza sativa, Kaempferia Rhizoma, Burmannii Lignum, lainkencur lain (Gula, gula kelapa) 4 Tolak Oryza sativa, Foeniculli Fructus, Isorae Fructus, Caryophylli angin Folium, lain-lain (Zingiberis Rhizoma, Menthae arvensitis Herba, Myristicae Semen). 5 Pegal linu Melaleucae Fructus, Retrofracti Fructus, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Languatis Rhizoma, lain-lain (Cyperi Rhizoma, Curcumae Rhizoma, Kaempferia Rhizoma) 6 Kuku Eurycomae Radix, Kaempferiae Rhizoma, Zingiberis Rhizoma, Bima Phyllanthi Herba, lain-lain (Languatis Rhizoma, Piperis nigri Fructus, Pimpinellae Radix) 7 Jamu Alyxiae Cortex, Parameriae Cortex, Litseae odoriferae Folium, Bersalin Kaempferiae Rhizoma, Zingiberis aromaticae Rhizoma 8 Tujuh Zingiberis Rhizoma, Curcumae Rhizoma, Zingiberis Angin aromaticae Rhizoma, Languatis Rhizoma, lain-lain (Kaempferiae Rhizoma, Retrofracti Fructus, Cubebae Fructus, Imperatae Rhizoma) 9 Galian Curcumae Rhizoma, Litsea odorifera Folium, Kaempferiae Parem Rhizoma, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Phyllanthi Herba 10 Resikda Curcumae Rhizoma, Orthosiphonis Folim, Ligustrinae Lignum, Phyllanthi Herba, lain-lain (Alstoniae Cortex, Tinosporae Caulis, Andrographidis Herba) 11 Sesak Foeniculli Fructus, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Zingiberis Nafas Rhizoma, Thymi Herba, Caryophylli Folium, lain-lain 12 Galian Curcumae Rhizoma, Caricae Folium, Centellae Herba, Montok Messuae Flos, Retrofracti Fructus, lain-lain (Zingiberis aromaticae Rhizoma, Parameriae Cortex, Coriandri Fructus) 13 Sehat Melaleucae Fructus, Curcumae Rhizoma, Kaempferiae Wanita Rhizoma, lain-lain (Equiseti Herba, Usneae Thallus, Zingiberis Rhizoma) 14 Tangkur Tribulus terrestrris Radix Ekstrak, Hippocampus Powder, Buaya Muiara puama, Panax ginseng, Eurycamae Radix, Piper retrofracti Fructus 15 Tangkur Hippocampus powder, Alstoniae Cortex, Zingiberis Rhizoma, Putih Zingiberis Littoralis Rhizoma, Capsicum Annum Fructus, Baeckeae Folium, Piperis Nigri Fructus, Talinum Paniculatum gaerts *) Catatan: Produk jamu yang beredar di Kota Padang, selengkapnya tersaji pada Lampiran 7

22 Hasil survvei pada lokkasi penelitiian, ditemuk kan 53 jeniis jamu darii 9 industri jamuu di Indoneesia. Produkk terbanyakk berasal dari PT Sidoo Muncul SemarangIndonnesia dengaan jumlah 22 2 jenis prodduk obat traadisional ataau sebesar 442.3% dari jumlah semua prroduk obat tradisional yang ditem mukan (Gam mbar 13). 13%

66%

6%

2% 2%

PT. Sidoo Muncul 2%

2 25% 2%

Gujati 59 Utama Sabdo Palon P PT. Putrro Kinasih PT. Air Mancur P.J. Binttang Mas PT. Ekaa Mukti Perkassa Aroma Dasamuka D

42%

Binari Herbal H Merketting

Gambar 13 Industri prooduksi jamuu yang dipeerdagangkann di Kota Paadang. d 82 jenis siimplisia yanng digunakkan dengan Secara keeseluruhan ditemukan pengggunaan terbbanyak padda famili Zingiberacea Z ae yaitu beerupa jahe ((Zingiberis rhizooma), kunyyit (Curcum mae rhizom ma), kencu ur (Kaempfferiae rhizzoma) dan lemppuyang wanngi (Zingiberris aromaticcae rhizoma a), serta bebberapa spesies lainnya seperrti cabe jaw wa dan meniran (Tabel 5). 5

Noo. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 100 11 122 133 144 155 166 177 188

Tabeel 5 Jenis simplisia yanng digunakaan dalam prooduk jamu Jumlah h Penggunaaan Perrsentase Nama Simplisia S (Orang) ( (%) Zingibeeris rhizomaa 22 442,3 Curcum mae rhizomaa 21 440,4 Retrofraacti fructus 330,8 16 Kaempfferiae rhizooma 228.8 15 12 Zingibeeris aromaticae rhizomaa 223,1 Phyllannthi herba 11 221,2 Piperis nigri fructuus 9 17,3 Alyxiaee cortex 8 15,4 Languaatis rhizomaa 8 15,4 Panax radix r 8 15,4 Orthosiiphonis foliuum 7 13,5 Centellaae herba 6 11,5 Foenicuulli fructus 6 11,5 Imperatta rhizoma 6 11,5 Parameeriae cortex 6 11,5 Corianddri fructus 5 9,6 Malaleuucae fructuss 5 9,6 65 lainnnya 113 284 Jumlah

23 Berdasarkan Tabel 5 di atas dapat dilihat penggunaan tumbuhan obat yang berasal famili Zingiberaceae juga mendominasi dalam industri jamu. Hal yang sama juga terlihat pada penjualan simplisia yang terdapat di Kota Padang. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa sebagian besar spesies tumbuhan dari famili Zingiberaceae memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional karena banyak digunakan dan memiliki khasiat untuk berbagai penggunaan.

Pelestarian Tumbuhan Obat sebagai Bahan Baku Simplisia dan Obat Tradisional Banyaknya jenis simplisia dari tumbuhan liar yang diperdagangkan tentunya dapat mengancam kelestarian tumbuhan obat itu sendiri. Untuk itu pemanfaatan tumbuhan obat yang tumbuh secara liar harus diiringi dengan upaya pelestarian mengingat ketersediaannya tergantung pada kemampuan alam untuk menyediakan. Sebagian besar simplisia yang diperdagangkan di Kota Padang berasal dari tumbuhan obat yang tumbuh secara liar di hutan dan keberadaan beberapa spesies diantaranya mulai terancam. Selain keberadaan tumbuhan obat di alam, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan juga menjadi faktor yang dapat mengancam keberadaan tumbuhan obat itu sendiri. Seperti halnya hasil penelitian ini, berdasarkan pendekatan proses melangkanya tumbuhan obat akibat pemanenan, simplisia yang diperdagangkan di Kota Padang sebagian besar tergolong dalam kategori I, dimana pemanenan ini dapat mengakibatkan kematian pada individu tumbuhan. Banyak faktor-faktor lainnya yang dapat mengancam keberadaan tumbuhan obat. Hasil penelitian Hidayat (2006) diacu dalam Rahayu (2012) beberapa sebab kelangkaan tumbuhan obat di alam antara lain: (1) Penebangan liar, (2) Diversifikasi lahan, (3) Pemanenan langsung, (4) Pemakaian bagian tertentu tumbuhan secara berlebihan, (5) Populasi hidup mengelompok, (6) Pemanfaatan tumbuhan multiguna, (7) Sedikit menghasilkan anakan, (8) Struktur populasi tidak seimbang dan (9) Bencana alam. Meelis et al. (2004) diacu dalam Hidayat (2011) menyatakan bahwa penyebab kelangkaan tumbuhan obat dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, yaitu kelangkaan secara alami dan kelangkaan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia yang tidak sesuai dengan kaidah ekologi/lingkungan. Sedangkan dari hasil penelitian ini dapat disebutkan faktorfaktor yang berpotensi mempengaruhi ancaman kelangkaan tumbuhan obat tersebut antara lain: 1. Kegunaan tumbuhan obat. Tumbuhan obat dengan frekuensi pemakaian yang tinggi dan memiliki banyak khasiat tentunya akan meningkatkan permintaan pasar. Hal ini akan merangsang pemanenan tumbuhan secara berlebihan untuk memenuhi permintaan tumbuhan obat tersebut 2. Bagian yang digunakan. Pemanenan bagian tumbuhan tentunya menimbulkan dampak secara fisiologis pada tumbuhan. Menurut Ekosetio (2004), besarnya dampak tersebut ditentukan oleh bagian mana yang dipanen. Zuhud (1994), menyebutkan dampak pemanenan bagian tumbuhan dibagi menjadi 3 kategori yaitu: (1) Mengakibatkan kematian, (2) Menghambat regenerasi, dan (3) Mengakibatkan kematian dan menghambat regenerasi

24 3.

Nilai ekonomi. Nilai ekonomi yang tinggi memiliki potensi yang cukup besar untuk mendorong masyarakat sekitar hutan melakukan pemanenan langsung dari alam secara berlebihan. Hal ini merupakan faktor yang cukup berperan dalam kelestarian tumbuhan obat di alam Upaya pelestarian tumbuhan obat di Kota Padang untuk spesies-spesies tertentu perlu dilakukan. Hal ini untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku simplisia dan produk obat tradisional di pasaran. Untuk mengurangi tingkat ancaman dan kelangkaan tumbuhan obat guna menjaga ketersediaan dan kelestarian spesies-spesies tumbuhan obat di alam, salah satunya ialah dengan melakukan kegiatan budidaya. Roemantyo (1996) diacu dalam Ekosetio (2004) mengemukakan bahwa sistem pengusahaan atau pemungutan hasil bahan jamu atau simplisia nabati yang berasal dari tumbuhan yang hidup di alam secara berlebihan kurang sesuai dengan azas pemanfaatan sumberdaya nabati karena terjadinya ketidakseimbangan antara permudaan alami yang lebih lamban dengan pemungutan dari alam. Untuk itu strategi perlu dipertimbangkan dalam pemanfaatan secara lestari adalah melakukan domestikasi terhadap tumbuhan tersebut dengan 2 cara, yaitu (1) Pengusahaan tumbuhan obat di habitat asli, dan (2) Melakukan budidaya yang dilakukan baik secara individu atau dalam bentuk kerjasama dengan berbagai pihak.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan 1.

2.

Teridentifikasi 142 spesies tumbuhan obat dengan berbagai jenis simplisia yang diperdagangkan di Kota Padang, Sumatera Barat. Sebagian besar bahan baku simplisia tersebut berasal dari famili Zingiberaceae. Simplisia yang diperdagangkan diketahui dapat digunakan untuk 29 kelompok penyakit dengan penggunaan paling banyak untuk kelompok penyakit gangguan pencernaan. Pemanfaatan bagian tumbuhan meliputi beberapa bagian tumbuhan meliputi daun (folium), akar (radix), buah (fructus), herba (herba), bunga (flos), batang/ranting (caulis), kulit kayu (cortex), biji (semen), rimpang (rhizoma), kulit buah (pericarpium), umbi (bulbus), minyak (oleum), kayu (lignum). Produk obat tradisional yang diperdagangkan di Kota Padang berasal dari 2 kelompok industri, yaitu: (1) Produk obat tradisional hasil industri rumah tangga yang dilakukan oleh beberapa masyarakat Kota Padang. Sekurangkurangnya terdapat 5 jenis produk obat tradisional yang diperdagangkan. Produk ini diketahui tidak terdaftar pada Dinas Kesehatan Kota Padang serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Padang, (2) Produk obat tradisional hasil industri skala menengah hingga besar yang berada di Pulau Jawa. Sebagian besar produk yang dijual dalam bentuk jamu. Ditemukan 53 jenis produk jamu dari 9 industri jamu di Indonesia dengan produk terbanyak berasal dari PT Sido Muncul.

25 3.

Simplisia yang diperdagangkan didapatkan dari tumbuhan yang tumbuh secara liar di alam dan hasil budidaya. Sebagian besar simplisia diperdagangkan didapatkan dari tumbuhan liar baik di alam, baik yang tumbuah di hutan maupun di sekitar pekarangan warga. Simplisia asal hutan memiliki harga berkisar Rp2 000 hingga Rp5 000 per ikat. Harga ini masih cukup rendah mengingat terdapat simplisia asal hutan yang sudah termasuk kategori langka, seperti pulosari (Alyxia reinwardtii) dan pulai (Alstonia scholaris). Sedangkan simplisia yang didapatkan dari hasil budidaya memiliki harga jual yang lebih stabil sesuai harga pasaran. Saran

Untuk menggali potensi kekayaan tumbuhan obat serta pengembangan industri obat tradisional di Sumatera Barat pada umumnya dan Kota Padang khususnya, maka perlu diadadakan: 1. Penelitian untuk mengidentifikasi potensi tumbuhan obat yang berada pada kawasan hutan di sekitar Kota Padang 2. Pelatihan mengenai pembuatan simplisia yang memenuhi standar kesehatan agar nilai jual simplisia dapat meningkat 3. Budidaya tumbuhan obat yang langka seperti pulai (Alstonia scholaris)

DAFTAR PUSTAKA [BPS] Badan Pusa Statistik Kota Padang. 2009. Padang Dalam Angka 2009. Padang (ID): Pusa Statistik Kota Padang Kota Padang dengan Bappeda Kota Padang. [BPS] Badan Pusa Statistik Kota Padang. 2010. Padang Dalam Angka 2010. Padang (ID): Pusa Statistik Kota Padang Kota Padang dengan Bappeda Kota Padang. [BPS] Badan Pusa Statistik Kota Padang. 2011. Padang Dalam Angka 2011. Padang (ID): Pusa Statistik Kota Padang Kota Padang dengan Bappeda Kota Padang. [DITJENBIFARM dan ALKES] Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 2011. Profil Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2010. Jakarta (ID): Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Ekosetio R. 2004. Inventarisasi Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan oleh Etnis Melayu di Pontianak [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kehutanan. Fakhrozi I. 2009. Etnobotani Masyarakat Suku Melayu Tradisional di Sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh: Studi Kasus di Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kehutanan. Hartini S, Purwantoro RS. 1996. Komposisi jenis-jenis tumbuhan dalam ramuan obat tradisional penurun panas di Desa Pagubugan binangun cilacap dalam Sitepu dkk (Penyunting). Prosiding Simposium Penelitian Bahan Obat Alami VII. Bogor, Indonesia. Bogor (ID): Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alami

26 (PERHIBA) dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO). Hlm 170-173. Hidayat S. 2009. Kajian Etnobotani Masyarakat Kampung Adat Dukuh Kabupaten Garut Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kehutanan. Hidayat AA. 2011. Peran Obat Tradisional makin Menguat. http://m.kompasiana.com/post/alternatif/2011/06/13/peran-obat-tradisionalmakin-menguat/ (5 November 2012). [KEMENKES RI] Kementrian Kesehatan RI. 2012. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 006 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional. Jakarta (ID): Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Mardalis. 1989. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta (ID): Bumi Aksara. Mardalis. 2004. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta (ID): Bumi Aksara. Oktaviana LM. 2008. Pemanfaatan Tradisional Tumbuhan Obat oleh Masyarakat di Sekitar Kawasan Cagar Alam Gunung Tilu, Jawa Barat [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kehutanan. Peters MC. 1994. Pemungutan Secara Lestari Sumber Daya Tumbuhan Non-Kayu Dalam Hutan Tropis Basah: Suatu Pengantar Ekologi. Washington DC (AS): Biodiversity Support Program. Purwandari SS. 2001. Studi Serapan Tumbuhan Obat Sebagai Bahan Baku Pada Berbagai Industri Obat Tradisional di Indonesia [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Rahayu RNS. 2012. Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan oleh Masyarakat di Sekitar Kawasan Taman Hutan Raya K.G.P.A.A Mangkunagoro I (Studi Kasus di Dukuh Sukuh dan Dukuh Gondangrejo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kehutanan. Salerno G, Guarrera P M, Caneva G. 2005. Agricultural, Domestic and Handicraft Folk Uses of Plants in The Tyrrhenian Sector of Basilicata. Italy (IT): Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine (1):2. Tarmizi T. 2012. Luas Tutupan Hutan Sumbar Terbaik di Sumatera. Antara News.com terbit 28 Desember 2012. http://www.antaranews.com/ berita/350511/luas-tutupan-hutan-sumbar-terbaik-di-sumatera (30 Mei 2013). Tjitrosoepomo G. 1988. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press. Widiastuti Y, Sutjipto, Djumidi. 1996. Penelitian Ketersediaan Simplisia Tumbuhan Obat Langka di Pasaran Bebas dalam Sitepu dkk (Penyunting). Prosiding Simposium Penelitian Bahan Obat Alami VII. Bogor (ID): Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alami (PERHIBA) dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO). Hal 428-431. Zuhud EAM, Ekarelawan, Soedarsono R. 1994. Hutan Tropika Indonesia Sebagai Sumber Keanekaragaman Plasma Nutfah Tumbuhan Obat. Di dalam: EAM Zuhud dan Hariyanto, editor. Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor, Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN). Hlm.1-15.

LAMPIRAN

 

27

Lampiran 1 Pasar Tradisional di Kota Padang No Nama Pasar 1 Pasar Aie Pacah 2 Pasar Banda Buek 3 Pasar Indaruang 4 Pasar Gauang 5 Pasar Simpang Haru 6 Pasar Raya Padang 7 Pasar Tanah Kongsi 8 Pasar Pagi 9 Pasar Ulak Karang 10 Pasar Alai 11 Pasar Siteba 12 Pasar Balimbiang 13 Pasar Kampuang Kalawi 14 Pasar Lubuak Buayo 15 Pasar Simpang Tabiang 16 Pasar Balai Gadang 17 Pasar Tarandam 18 Pasar Wisma Utama Pulau Aia 19 Pasar Parak Laweh 20 Pasar depan Yarsi Sumber: Dinas Kota Padang (2012)

Pengelola Pemerintah Pemerintah LPMK LPMK & Kelurahan Pemerintah Pemerintah Pemerintah Pemuka Masyarakat Pemerintah Pemerintah Pemerintah Pemerintah Non Pemerintah Pemerintah Sdr. Mardiar KAN Non Pemerintah Amriani, S.Sos Hasnahdiar Pedagang

Lokasi Koto Tangah Lubuk Kilangan Lubuk Kilangan Lubuk Begalung Padang Timur Padang Barat Padang Barat Padang Barat Padang Utara Padang Utara Nanggalo Kuranji Kuranji Koto Tangah Koto Tangah Koto Tangah Padang Timur Lubuk Begalung Lubuk Begalung Padang Utara

 28

Lampiran 2 Klasifikasi kelompok penyakit/penggunaannya No. 1 2

Kelompok Penyakit/Penggunaan Gangguan Peredaran Darah Keluarga Berencana (KB)

3

Penawar Racun

4

Pengobatan Luka

5

Penyakit Diabetes

6 7

Penyakit Gangguan Urat Syaraf Penyakit Gigi

8

Penyakit Ginjal

9

Penyakit Jantung

10

Penyakit Kanker/Tumor

11

Penyakit Kelamin

12

Penyakit Khusus Wanita

13

Penyakit Kulit

14

Penyakit Kuning

15

Penyakit Malaria

16

Penyakit Mata

17

Penyakit Mulut

18

Penyakit Otot Dan Persendian

19

Penyakit Telinga

20

Penyakit Tulang

Macam Penyakit/Penggunaan Darah kotor, kanker darah, kurang darah, pembersih darah, penasak dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan darah Keluarga berencana (KB), membatasi kelahiran, menjarangi kehamilan, pencegahan kehamilan dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan KB Digigit lipan, digigit serangga, keracunan jengkol, keracunan makanan, penawar racun dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan keracunan Luka, luka bakar, luka baru, memar, luka bernanah, infeksi luka dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan luka Kencing manis (diabetes), menurunkan kadar gula darah, sakit gula dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan penyakit diabetes Lemah urat syaraf, susah tidur (insomnia) dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan gangguan urat syaraf Gigi rusak, penguat gigi, sakit gigi dan gangguan lainnya yang berhubungan dengan gigi Ginjal, sakit ginjal, gagal ginjal, batu ginjal, kencing batu dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan ginjal Sakit jantung, stroke, jantung berdebar-debar, tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan jantung Kanker rahim, kanker payudara, tumor rahim, tumor payudara dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan tumor dan kanker Beser mani (spermatorea), gatal disekitar alat kelamin, impoten, infeksi kelamin, kencing nanah, lemah syahwat (psikoneurosis), rajasinga/sifilis, sakit kelamin dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kelamin Keputihan, terlambat haid, haid terlalu banyak, tidak datang haid dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kewanitaan Koreng, bisul, panu, kadas, kurap, eksim, cacar, campak, borok, gatal, bengkak, luka bernanah, kudis, kutu air dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kulit Liver, sakit kuning, hepatitis, penyakit hati, hati bengkak dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit kuning Malaria, demam malaria dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit malaria Radang mata, sakit mata, trakoma, rabun senja dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit mata Gusi bengkak, gusi berdarah, mulut bau dan mengelupas, sariawan dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit mulut Asam urat, bengkak kelenjar, bengkak perut, kejang-kejang, keseleo, nyeri otot, rematik, sakit otot, sakit persendian, sakit pinggang, terkilir dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan otot dan persendian Congek, radang anak telinga, radang telinga, radang telinga tengah (otitis media), sakit telinga, telinga berair, telinga berdenging, telinga merasa gatal dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan telinga Patah tulang, sakit tulang dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan tulang

29

Lampiran 2 Klasifikasi kelompok penyakit/penggunaannya (lanjutan) No. 21

Kelompok Penyakit/Penggunaan Penyakit Saluran Pembuangan

22

Penyakit Saluran Pencernaan

23

Pernafasan/THT

24

Perawatan Kehamilan dan Persalinan

25

Perawatan Organ Tubuh Wanita

26

Perawatan Rambut, Muka, Kulit

27

Sakit Kepala dan Demam

28

Tonikum

29

Lain-lain

Sumber: Oktaviana (2008)

Macam Penyakit/Penggunaan Ambeien, gangguan prostat, kencing darah, keringat malam, peluruh kencing, peluruh keringat, sakit saluran kemih, sembelit, susah kencing, wasir, wasir berdarah dan penggunaan lain yang berhubungan dengan penyakit saluran pembuangan Maag, kembung, masuk angin, sakit perut, cacingan, mules, murus, peluruh kentut, karminatif, muntah, diare, mencret, disentri, sakit usus, kolera, muntaber, berak darah, berak lendir, usus buntu dan penggunaan lain yang berhubungan dengan penyakit saluran pencernaan Asma, batuk, flu, influensa, pilek, sesak, nafas, sakit tenggotokan, TBC, TBC paru dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan saluran pernafasan/THT Keguguran, perawatan sebelum/sesudah persalinan, uterine tonic, penyubur kandungan, susu bengkak, memperlancar ASI dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kehamilan dan melahirkan Kegemukan, memperbesar payudara, mengencangkan vagina, pelangsing, peluruh lemak dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan perawatan organ tubuh wanita Penyubur rambut, penghalus kulit, menghilangkan ketombe, perawatan muka dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan rambut, muka dan kulit Sakit kepala, pusing, pening, demam, demam pada anak-anak, demam pada orang dewasa, demam menggigil, penurun panas dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan sakit kepala dan demam Obat kuat, tonikum, tonik, penambah nafsu makan, meningkatkan enzim pencernaan, patah selera, astringen/pengelat dan penggungaan lainnya yang berhubungan dengan tonikum Limpa bengkak, beri-beri, sakit kuku, sakit sabun, obat tidur, obat gosok, penenang dan penggunaan lainnya yang tidak tercantum di atas

 

Nama

Pak Isman Ibu Ratna Pak Anto Ibu Indun Pak Fikri Ibu Ida Pak Dirman Pak Uncu Pak Ardi H. Bahri Pak Zainal Pak Ilham Ibu Mardiyah Ibu Nina Pak Ujang Pak Didi Pak Dasril Ibu Mur Ibu Lis Pak Amir Pak Ben Ibu Neli Pak Zul

No.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

36 tahun 52 tahun 47 tahun 56 tahun 40 tahun 45 tahun 54 tahun 50 tahun 23 tahun 53 tahun 48 tahun 52 tahun 51 tahun 49 tahun 56 tahun 51 tahun 46 tahun 40 tahun 46 tahun 55 tahun 49 tahun 41 tahun 47 tahun

Umur Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki

Jenis Kelamin

Pendidikan Terakhir SMA SMP SMA SD SMP SMA SD SD SMA SMP SMP SD SD SMP SD SD SMP SMP SMP SD SMP SMA SMP

Pekerjaan Utama Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang Pedagang ≥ Rp200 000 per hari ≥ Rp100 000 per hari ≥ Rp200 000 per hari ≥ Rp100 000 per hari ≥ Rp100 000 per hari ≥ Rp100 000 per hari ≥ Rp500 000 per hari ≥ Rp100 000 per hari ≥ Rp500 000 per hari ≥ Rp300 000 per hari ≥ Rp300 000 per hari ≥ Rp200 000 per hari ≥ Rp100 000 per hari ≥ Rp300 000 per hari ≥ Rp200 000 per hari ≥ Rp200 000 per hari ≥ Rp400 000 per hari ≥ Rp200 000 per hari ≥ Rp150 000 per hari ≥ Rp150 000 per hari ≥ Rp100 000 per hari ≥ Rp100 000 per hari

Penghasilan rata-rata Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Raya Padang Pasar Siteba Pasar Siteba Pasar Siteba Pasar Banda Buek Pasar Banda Buek Pasar Banda Buek

Lokasi

Lampiran 3 Data responden pedagang simplisia dan produk obat tradisional pada tiga pasar tradisional di Kota Padang, Sumatera Barat

30

Nama Lokal

Daun ungu

Gandarusa Keji Beling Ampadu Tanah

Mato punai Dasun tongga Bungo nango

Sirsak Pugago rimbo/Pegagan Adas Ketumbar Pulai

Pulasari Tapak dara Jaringao Ikua nago Anau Kelapa Pinang Lasi Bandotan Tapak dewa Panyambuang nyao Capo Tapak bumi

No.

1.

2. 3. 4.

5. 6. 7.

8. 9.

10. 11. 12.

13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25.

Alyxia reinwardtii Bl. Catharanthus roseus (L.) G. Don Acorus calamus L. Rhaphidophora pinnata Schott Arenga pinnata (Wurmb.) Merr. Cocos nucifera L. Areca catechu L. Caryota mitis Lour. Ageratum conyzoides L. Gynura pseudochina (L) DC. Gynnura sarmentosa DC Blumea Balsamifera (L) DC. Elephantopus scaber L.

Foeniculum vulgare Mill. Coriandrum sativum L. Alstonia scholaris (L.) R.Br.

Gendarusa vulgaris Nees Stobilanthes crispus Bl Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees. Rhinacanthus nasutus Kuntze Allium sativum L. Cananga odorata (Lamk.) Hook. f. & Th. Annona muricata L. Centella asiatica L. Urban

Graptophyllum pictum (L.) Griff.

Nama Ilmiah

Apocynaceae Apocynaceae Araceae Araceae Arecaceae Arecaceae Arecaceae Arecaceae Asteraceae Asteraceae Asteraceae Asteraceae Asteraceae

Apiaceae Apiaceae Apocynaceae

Annonaceae Apiaceae

Acanthaceae Alliaceae Annonaceae

Acanthaceae Acanthaceae Acanthaceae

Acanthaceae

Famili

Perdu Perdu Herba Semak Pohon Pohon Pohon Liana Herba Herba Herba Perdu Herba

Perdu Herba Pohon

Pohon Herba

Perdu Herba Perdu

Perdu Herba Perdu

Perdu

Habitus

Budidaya Liar Liar Liar Liar Liar Budidaya Liar Liar Liar Liar Liar Liar

Budidaya Budidaya Liar

Budidaya Liar

Liar Budidaya Budidaya

Liar Liar Liar

Status budidaya Budidaya

Herba, buah Buah Kulit, batang, daun akar Daun, batang, kulit Akar, batang, daun Daun, rimpang Akar, daun Daun, akar Akar, buah Biji, akar Batang Daun, herba Daun Daun Daun Daun, akar

Akar, daun, bunga Umbi Bunga, kulit kayu, biji Daun, buah Herba

Bagian yang digunakan Daun, akar, umbi, biji Daun, batang Daun Herba

± Rp30 000 per kg ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp1 000 per buah ± Rp3 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat

± Rp20 000 per kg ± Rp100 000 per kg ± Rp5 000 per ikat

± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat

± Rp5 000 per ikat ± Rp110 000 per kg ± Rp15 000 per kantong

± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat

± Rp5 000 per ikat

Harga

Lampiran 4 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dalam bentuk simplisia di Kota Padang, Sumatera Barat

31

 

Katang babi Urang aring Sirangak

Durian

Kapuak Gaduang Secang Daun Jua Pepaya

Manggis Si dingin Kundua batang Paku sikakeh Gadung cilin Pudiang ameh

Jarak pagar Dama Si dukuang anak Pagaran Baliak-baliak angin Paga gaduang/kasirau Limau hantu

Daun saribu-ribu Si kaduduakan

26. 27. 28.

29.

30. 31. 32. 33. 34.

35. 36. 37. 38. 39. 40.

41. 42. 43. 44. 45. 46.

48. 49.

47.

Nama Lokal

No.

Suregada multiflora (A. Juss.) Baill. Phyllanthus pulcher Wall. Desmodium triquetrum (L.) DC.

Jatropha curcas L. Aleurites moluccana (L.) Willd. Phyllanthus niruri L. Homalanthus populneus Pax Mallotus paniculatus Muell.Arg. Mallotus philippinensis Muell. Arg.

Garcinia mangostana L. Kalanchoe laciniata (L.) DC. Benincasa hispida (Thunb.) Cogn. Davalia solida Sw. Dioscorea hispida Dennust Codiaeum variegatum Bl

Ceiba pentandra (L). Gaertn. Cassia alata L. Caesalpinia sappan L. Cassia siamea Lam. Carica papaya L.

Adenostemma laevenia (L.) Kuntze Eclipta alba (L) Hassk Mikania cordata (Burm.f.) Bl. Robinson Durio zibethinus Murr.

Nama Ilmiah

Euphorbiaceae Fabaceae

Euphorbiaceae

Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae Euphorbiaceae

Clausiaceae Crassulaceae Cucurbitaceae Davaliaceae Dioscoreaceae Euphorbiaceae

Bombacaceae Fabaceae Fabaceae Fabaceae Caricaceae

Bombacaceae

Asteraceae Asteraceae Asteraceae

Famili

Pohon Perdu

Pohon

Perdu Pohon Semak Pohon Pohon Pohon

Pohon Herba Liana Herba Herba Perdu

Pohon Perdu Perdu Pohon Perdu

Pohon

Herba Herba Herba

Habitus

Liar Liar

Budidaya

Budidaya Budidaya Liar Liar Liar Liar

Liar Liar Budidaya Liar Liar Liar

Liar Liar Budidaya Liar Liar

Liar

Status budidaya Liar Liar Liar

Daun Daun, biji, akar

Buah

Akar, daun, kulit buah Daun, kulit batang Daun Kayu Daun Daun, akar, kulit batang, buah Daun, akar Seluruh Buah, daun Daun, akar Rimpang Akar, daun, kulit, ranting Daun Biji Seluruh Daun Daun Daun

Bagian yang digunakan Daun Daun Seluruh

± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat

± Rp1 000 per potong

± Rp5 000 per ikat ± Rp50 000 per kg ± Rp2 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat

± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp8 000 per buah ± Rp2 000 per ikat ± Rp2 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat

± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp15 000 per kg ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat

± Rp5 000 per ikat

± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat

Harga

Lampiran 4 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dalam bentuk simplisia di Kota Padang, Sumatera Barat (lanjutan)

32

Nama Lokal

Kacang kayu Kedawung Asam puyuah Kacang 7 halai daun

Dadok Siboneh Si ringan-ringan Rukam Paku ransam

Pekak Piladang merah Kumis Kucing Selasih

Ruku-ruku Nilam Kulik manih

Madang bulu Madang biasa

Linjuang Benalu kopi Binalu Benalu the Paku kawek Inai Cimpago kuning

No.

50. 51. 52. 53.

54. 55. 56. 57. 58.

59. 60. 61. 62.

63. 64. 65.

66. 67.

68. 69. 70. 71. 72. 73. 74.

Litsea umbellata Kosterm. Actinodaphne angustifolia (Bl) Nees Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans. Loranthus sp. Loranthus parasiticus (L.) Miq. Lycopodium cernum L. Lawsonia inermis L. Michelia champaca L.

Ocimum sanctum L. Pogostemon cablin Benth. Cinnamomum burmanii (Ness). BI.

Cajanus cajan Druce Parkia roxburgii G. Don Cassia fistulata L. Vigna umbellata (Thunb.) Ohwi & Ohashi Erythrina subumbrans Merr. Moghania macrophylla (Willd.) Desmodium pulchellum Benth. Flacourtia inermis Miq. Dicranopteris dichotoma (Thunb.) Bernh. Illicium verum Hook.f. Coleus scutellarioides (L.) Benth. Orthosiphon aristatus (BI.) Miq Ocimum basilicum L.

Nama Ilmiah

Liliaceae Loranthaceae Loranthaceae Loranthaceae Lycopediaceae Lythraceae Magnoliaceae

Lauraceae Lauraceae

Lamiaceae Lamiaceae Lauraceae

Illiciaceae Lamiaceae Lamiaceae Lamiaceae

Fabaceae Fabaceae Fabaceae Flacourtiaceae Gleicheniaceae

Fabaceae Fabaceae Fabaceae Fabaceae

Famili

Herba Epifit Epifit Epifit Herba Perdu Pohon

Pohon Pohon

Semak Semak Pohon

Pohon Herba Herba Herba

Pohon Herba Semak Pohon Herba

Perdu Pohon Pohon Herba

Habitus

Liar Liar Liar Pulau jawa Liar Budidaya Budidaya

Liar Liar

Budidaya Liar Budidaya

Budidaya Liar Budidaya Budidaya

Liiar Liar Liar Liar Liar

Status budidaya Liar Budidaya Budidaya Liar

Daun Daun, batang Herba Herba Herba Daun Bunga, daun, akar

Daun, kulit kayu Daun

Daun, biji Daun Daun, kulit batang

Buah Daun, akar Daun, herba, bunga Daun, biji, herba

Daun, kulit, biji Daun, biji Daun Daun, akar Herba

Bagian yang digunakan Daun, batang Biji Daun, batang Daun

± Rp3 000 per ikat ± Rp10 000 per bungkus ± Rp5 000 per ikat ± Rp10 000 per bungkus ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp15 000 per kantong

± Rp20 000 per kg ± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp40 000 per kg, ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat, ± Rp20 000 per kg ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat

± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat

± Rp3 000 per ikat ± Rp40 000 per kg ± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat

Harga

Lampiran 4 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dalam bentuk simplisia di Kota Padang, Sumatera Barat (lanjutan)

33

 

Nama Lokal

Cimpago putiah Mutiara Baru Asam batang Bungo rayo Lansek Brotowali

Kumbai Sukun Marulai Pala

Kayu Putih

Cengkeh

Karamunting Melati Asam tunjuak Pandan duri Pandan wangi Sirih karakok Merica hitam Merica putih Siriah Sirih merah

Sarai harum Tebu hitam

No.

75. 76. 77. 78. 79. 80. 81.

82. 83. 84. 85.

86.

87.

88. 89. 90. 91. 92. 93. 94. 95. 96. 97.

98. 99.

Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry Rhodomyrtus tomentosus Wight. Jasminum sambac (L.) W. Ait Averrhoa bilimbi L. Pandanus tectorius Soland. Pandanus amaryllifolius Roxb. Piper sarmentosum Roxb. Piper cubeba L. Piper nigrum L. Piper betle L. Piper crocatum Ruiz & Pav Ruiz & Pav Cymbopogon nardus L. Rendle Saccharum officinarum L.

Melaleuca leucadendron L.

Michelia alba DC. Malpighia coccigera L. Hibiscus tiliaceus L. Hibiscus radiatus Willd. Hibiscus rosa-sinensis L. Lansium domesticum Corr. Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms Ficus ampelas Burm.f. Artocarpus communis Forst. Moringa pterygosperma Gaertn. Myristica fragrans Houtt

Nama Ilmiah

Poaceae Poaceae

Myrtaceae Oleaceae Oxalidaceae Pandanaceae Pandanaceae Piperaceae Piperaceae Piperaceae Piperaceae Piperaceae

Myrtaceae

Myrtaceae

Moraceae Moraceae Moringaceae Myristicaceae

Magnoliaceae Malpighiaceae Malvaceae Malvaceae Malvacese Meliaceae Menispermaceae

Famili

Herba Herba

Semak Perdu Pohon Perdu Perdu Liana Liana Liana Liana Liana

Pohon

Pohon

Pohon Pohon Pohon Pohon

Pohon Perdu Pohon Herba Perdu Pohon Liana

Habitus

Budidaya Budidaya

Liar Budidaya Budidaya Liar Liar Liar Budidaya Budidaya Budidaya Liar

Budidaya

Liar

Liar Liar Liar Budidaya

Status budidaya Budidaya Liar Liar Liar Budidaya Budidaya Liar

Herba Air batang

Daun, akar Bunga, daun Buah, daun, bunga Daun Daun Akar, daun Buah, biji, daun Buah, biji, daun Daun Daun , herba

Daun, batang, minyak, buah Bunga

Daun Daun Akar, biji, daun Buah, daun

Bagian yang digunakan Bunga Daun Akar, daun Daun, batang Daun, bunga Kulit batang Batang, daun

± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per batang

± Rp5 000 per ikat ± Rp15 000 per kaleng ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp50 000 per kg ± Rp100 000 per kg ± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat

± Rp140 000 per kg

± Rp2 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp2 000 per ikat, ± Rp1 000 per bungkus ± Rp5 000 per ikat

± Rp15 000 per kantong ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp15 000 per kantong ± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat

Harga

Lampiran 4 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dalam bentuk simplisia di Kota Padang, Sumatera Barat (lanjutan)

34

Coffea arabica L. Uncaria gambir (Hunter.) Roxb. Citrus grandis (L.) Osbeck Triphasia trifolia (Burm.f.) F. Wils. Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse

Citrus hystrix DC. Murraya paniculata (L.) Jack.

Clausena excavata Burm Mimusops elengi L. Selaginella deoderleinii Hieron Eurycoma longifoliaJack. Physalis peruviana L. Datura metel L.

116. Limau puruik 117. Kemuning

118. 119. 120. 121. 122. 123.

Si cerek Tanjung Cakar ayam Pasak bumi Latuik latuik batang Bungo terompet

Citrus aurantifolia Swingle.

115. Limau kapeh

Kopi Gambir Jeruk bali Limau kunci Asam kesturi

110. 111. 112. 113. 114.

Resi Mawar Pancirinek Mengkudu

105. 106. 107. 108.

Panicum sp. Imperata cylindrica (L.) Beauv. Vertiveria zizanioides (L.) Nash Echinochloa colonum (L.) Link. Drymoglossum piloselloides (L.) Gaertn. Carallia brachiata Merr. Rosa chinensis Jacq. Rubus moluccanus L. Morinda citrifolia L.

Gardenia jasminoides Ellis

Rumput Banto Alang-alang/ Ilalang Urek usa/Akar wangi Cikumpai Sisik naga

100. 101. 102. 103. 104.

Nama Ilmiah

109. Pacah piriang

Nama Lokal

No.

Rutaceae Sapotaceae Selaginellaceae Simaroubaceae Solanaceae Solanaceae

Rutaceae Rutaceae

Rutaceae

Rubiaceae Rubiaceae Rutaceae Rutaceae Rutaceae

Rubiaceae

Rhizophoraceae Rosaceae Rosaceae Rubiaceae

Poaceae Poaceae Poaceae Poaceae Polypodiaceae

Famili

Pohon Pohon Herba Pohon Herba Herba

Pohon Pohon

Pohon

Perdu Perdu Pohon Perdu Pohon

Perdu

Pohon Perdu Semak Pohon

Herba Herba Herba Herba Epifit

Habitus

Liar Liar Liar Liar Liar Liar

Budidaya Liar

Budidaya

Liar Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya

Liar

Liar Budidaya Liar Liar

Status budidaya Liar Liar Liar Liar Liar

Daun Buah Daun, buah, bunga Buah, daun Daun, buah, kulit buah Buah, kulit buah, akar Buah, kulit batang Daun, kulit batang, buah, bunga Seluruh, daun Bunga, daun Herba Akar Buah, daun Bunga, daun

Bunga, daun

Daun, kulit batang Akar, daun, bunga Seluruh Daun, bunga, buah

Bagian yang digunakan Seluruh Akar Herba, akar Batang, daun Herba

± Rp3 000 per ikat ± Rp5 000 per kantong ± Rp3 000 per ikat ± Rp7 000 per potong ± Rp3 000 per ikat ± Rp15 000 per kantong

± Rp10 000 per kg ± Rp5 000 per ikat

± Rp8 000/kg, 10.000

± Rp3 000 per ikat ± Rp1 000 per tangkai ± Rp5 000 per ikat ± Rp1 000 per buah, ± Rp2 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat, ± Rp15 000 per kantong ± Rp10 000 per bungkus ± Rp2 000 per buah ± Rp10 000 per kg ± Rp13 000 per kg ± Rp12 000 per kg

± Rp2 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp5 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat ± Rp3 000 per ikat

Harga

Lampiran 4 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dalam bentuk simplisia di Kota Padang, Sumatera Barat (lanjutan)

35

 

Zingiber purpureum Roxb Amomum compactum Soland. Curcuma domestica Val. Zingiber aromaticum Vahl. Curcuma aeruginosa Roxb. Curcuma xanthorrhiza Roxb. Zingiber officinale L.Var.rubrum Kaempferia galanga L. Curcuma mangga Val & v. Zyp Curcuma zedoaria (Berg) Rosc. Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith. Boesenbergia rutunda (L.) Mansf

142. Temu kunci

Bolay Kapulaga Kunik Lempuyang Temu hitam Temu lawak Jahe Cakua Temu mangga Temu putih Si tawa

128. Pungeh angin 129. Galundi 130. Panggia-panggia

126. Teh cina 127. MahKota dewa

131. 132. 133. 134. 135. 136. 137. 138. 139. 140. 141.

Nama Ilmiah

Helicteres isora L. Scaphium macropodum (Miq.) Beumee Camellia sinensis (L.) Kuntze Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl. Usnea misaminensis Hott. Vitex trifolia L. Clerodendron fragrans Vent.

Nama Lokal

124. Jari putar/Kayu ules 125. Tempayang

No.

Zingiberaceae

Zingiberaceae Zingiberaceae Zingiberaceae Zingiberaceae Zingiberaceae Zingiberaceae Zingiberaceae Zingiberaceae Zingiberaceae Zingiberaceae Zingiberaceae

Usneaceae Verbenaceae Verbenaceae

Theaceae Thymelaeaceae

Sterculliaceae Sterculliaceae

Famili

Herba

Herba Herba Herba Herba Herba Herba Herba Herba Herba Herba Semak

Epifit Pohon Perdu

Perdu Perdu

Herba Pohon

Habitus

Budidaya

Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Budidaya Liar

Liar Liar Liar

Budidaya Budidaya

Status budidaya Budidaya Budidaya

Rimpang

Rimpang Buah, rimpang Rimpang Rimpang Rimpang Rimpang Rimpang, daun Rimpang Rimpang Rimpang Daun, batang

Herba Daun, biji, batang Daun, bunga

Daun Daun, buah, kulit

Bagian yang digunakan Buah, batang Buah

± Rp20 000 per kg

± Rp5 000 per bungkus ± Rp3 000 per ikat ± Rp2 000 per ikat, ± Rp15 000 per kantong ± Rp20 000 per kg ± Rp60 000 per kg ± Rp15 000 per kg ± Rp18 000 per kg ± Rp18 000 per kg ± Rp20 000 per kg ± Rp20 000 per kg ± Rp20 000 per kg ± Rp20 000 per kg ± Rp20 000 per kg ± Rp2 000 per ikat

± Rp50 000 per kg ± Rp10 000 per bungkus

± Rp1 000 per bungkus ± Rp160 000 per kg

Harga

Lampiran 4 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dalam bentuk simplisia di Kota Padang, Sumatera Barat (lanjutan)

36

Nama Lokal

Graptophyllum pictum (L.) Griff.

Gendarusa vulgaris Nees

Stobilanthes crispus Bl

Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees.

Rhinacanthus nasutus Kuntze

Allium sativum L.

Cananga odorata (Lamk.) Hook. f. & Th.

Annona muricata L.

No.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Daun, buah

Bunga, kulit kayu, biji

Umbi

Akar, daun, bunga

Herba

Daun

Batang, daun

Bagian yang digunakan Daun, akar, umbi, biji

Canangae odoratae flos, Canangae odoratae cortex , Canangae odoratae semen Annonae muricatae folium, Annonae muricatae fructus

Rhinacanthi nasuti radix, Rhinacanthi nasut folium, Rhinacanthi nasut flos Allii sativi bulbus

Andrographidis paniculatae herba

Stobilanthi crispi folium

Graptophylli picti folium, Graptophylli picti radix, Graptophylli picti bulbus, Graptophylli picti semen Gendarusae vulgaridis caulis, Gendarusae vulgaridis folium

Nama Simplisia

Obat jerawat, bisul, peluruh keringat, anti kejang, borok, luka, dan obat kutu, disentri, kencing batu, empedu batu, pereda kejang (antispas modik),

Diaforetik, ekspektoran, spasmolitik, antelmintik, antiseptik, antikongulan, antihistamin, bektriostatik, asma, bronkitis, demam, jerawat, kencing manis, obat cacing, selesma, tekanan darah tinggi Obat kudis, salep busung air, obat luar pembengkakan limpa, malaria, penyakit kuning, demam dan kurap

Sakit kepala, memar, patah tulang, rematik, bisul, borok, koreng, pusing kepala, encok, kepala pusing sebelah, haid tidak lancar, radang saluran pernafasan, asma, demam, batuk dan sakit kuning, merangsang muntah, kelumpuhan otot wajah, eksim, sakit mata, sakit telinga Disentri, ambeien, peluruh kencing, digigit ular berbisa, pencahar, batu ginjal, batu kandung empedu, batu kandung kencing, kencing kurang lancar, kencing manis, sembelit, kejang mulut, wasir Peluruh air seni, demam, sakit perut, tifus, keracunan, kencing manis, disentri basiler, hepatitis, infeksi saluran empedu, influensa, radang amandel, radang paru-paru, radang saluran pernafasan, TBC paru, tumor paru, lepra, radang ginjal akut, darah tinggi, kanker, digigit, ular berbisa, bisul, luka terinfeksi, abses, infeksi mulut, kudis, luka bakar Obat sakit, kulit, luka memar, eksim, kudis, kadas, ketombe

Obat demam, diare, sariawan, ambeien, bisul, borok, bengkak, kencing batu, batu empedu, radang ginjal, penyakit hati, melancarkan haid

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya

37

 

Foeniculum vulgare Mill. Coriandrum sativum L.

Alstonia scholaris (L.) R.Br.

Alyxia reinwardtii Bl.

Catharanthus roseus (L.) G. Don

Acorus calamus L.

10.

12.

13.

14.

15.

11.

Centella asiatica L. Urban

Nama Lokal

9.

No.

Daun, rimpang

Akar, batang, daun

Daun, batang, kulit

Kulit, batang, daun akar

Buah

Herba, buah

Bagian yang digunakan Herba

Acori calami folium, Acori calami rhizoma

Alstoniae scholaridis cortex, Alstoniae scholaridis caulis, Alstoniae scholaridis folium, Alstoniae scholaridis radix Alyxiae reinwardti folium, Alyxiae reinwardti caulis, Alyxiae reinwardti cortex Catharanthi rosei radix, Catharanthi rosei caulis, Catharanthi rosei folium

Foeniculi vulgare herba, Foeniculi vulgare fructus Coriandri sativi fructus

Centellae asiaticae herba

Nama Simplisia

Stomakik, karminatif, antispasmodik, antitusif, obat borok, bengkak pada kaki, cacing gilig, radang lambung, putih telur dalam kencing, batuk rejan, perut kembung, keputihan, kencing nanah, sariawan, kejang usus, obat panas Antineoplastik, antidiabetik, emeenagogum, hipotensif, penenang, menghentikan pendarahan, obat malaria, luka bakar, kencing manis, kanker, diare, penyakit kulit, tekanan darah tinggi, sakit gigi, batuk, gangguan pencernaan, leukemia akut, obat luka Rematik, melekatkan gigi yang goyah, obat batuk, borok, antiseptik, bengkak limpa, bisul, cacar air, demam, diare, masuk angin, rematik, encok, haid tidak teratur, jantung berdebar keras, jantung mengipas, karminatif, menambah nafsu makan, kurap, luka bernanah, memperlancar peredaran darah, meninggikan darah nifas, mulas, peluruh keringat, pemeliharaan badan sehabis melahirkan, pencegah kejang, pencernaan tidak baik, penenang, penyakit berkala, perangsang, radang jantung, radang lambung dan sakit pinggang

Luka kulit, infeksi saluran kencing, susah kencing, pembengkakan hati, campak, bisul, batuk darah, mimisan, demam, radang amandel, radang tenggorokan, bronchitis, darah tinggi, wasir, keracunan arsenic, cacingan, sakit perut, menambah nafsu makan, lepra, ayan, luka bakar, luka, borok, keloid, kesuburan wanita, wajah berseri, diuretik, antibakteri, antitumor Sakit perut, sariawan, batuk rejan, susah tidur, tidak teratur datang haid, asma, masuk angin Peluruh ASI, penambah nafsu makan, meredakan pusing, muntah-muntah, influensa, wasir, radang lambung, radang payudara, campak, masuk angin, tekanan darah tinggi, lemah syahwat, bersifat karminatif, diuretik, tonix, antispasmodik, aphrodisiak Obat demam, sakit perut, batuk, pelancar haid, penambah nafsu makan, kencing manis, pereda kejang, disentri, perut kembung, limpa bengkak, pelancar ASI, mempercepat pematangan bisul, beri-beri, pegal linu.

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

38

Cocos nucifera L.

Areca catechu L.

18.

19.

17.

Rhaphidophora pinnata Schott Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.

Nama Lokal

16.

No.

Biji, akar

Akar, buah

Daun, akar

Bagian yang digunakan Daun, akar

Arecae catechu semen, Arecae catechu radix

Cocos nuciferae radix, Cocos nuciferae fructus

Monsterae pertusae folium, Monsterae pertusae radix Arengae pinnatae folium, Arengae pinnatae radix

Nama Simplisia

Akar untuk kencing batu, menghancurkan batu kandung kemih, ruam kulit, dan sembelit. Nira untuk demam, disentri, gangguan haid, kanker, kencing manis, pencahar, kepala pusing, sakit perut, sariawan, sembelit, tuberkulosis paru dan wasir. Kulit untuk tonikum Obat luka, telapak kaki pecah-pecah, eksim, obat jerawat, diuretik, obat cacingan, antibakteri, anti virus, anti jamur, mengatasi muntah-muntah, memecah batu ginjal, panas dalam, mengatasi keracunan, demam berdarah, influensa, sakit gigi. Air buah : mengobati demam, malaria, disentri, nyeri pinggang, penangkal bisa, pendarahan usus, radang usus. Akar : demam, disentri, radang hati, radang saluran pernafasan (bronkitis). Arang tempurung : mencret, mulas. Daging buah : batuk darah (hemoptisis), cacing kremi (oksiuriasis), kencing batu, keracunan ikan, muntah darah (hematemesis), dan pencahar. Buah : obat cacing kremi, keracunan ikan, mencegah dan menghilangkan uban, mimisan,, nyeri pinggang, tuberkulosa. Buah muda : bengkak, mencret, sakit perut. Minyak hasil olahan : perawatan rambut, luka terbakar obat sakit gigi Obat kudis, cacingan, meningkatkan vitalitas, mengobati luka, mangobati mata rabun, menambah nafsu makan, sakit pinggang, kudis, obat air ludah berdarah, batuk, batuk berdahak, bengkak retensi cairan (edema), beri-beri, cacing kremi, dipteri, diare, disentri, kencing sakit (disuria), kencing batu, keputihan (leukorea), koreng, malaria, menghilangkan bau mulut, menghilangkan lemah dan lesu, menghitamkan gigi, meningkatkan stamina, penagkal racun/bisa, pencahar, perawatan pusar bayi, perut kembung, radang ginjal, rasa penuh di dada, sakit badan, sakit gigi, sakit pinggang, terlambat haid, menghilangkan bau badan, mulas, perawatan gigi, antiseptik, borok, cacar air, diare, nyeri lambung, penambah nafsu makan, sakit pinggang

Obat bengkak

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

39

 

Nama Lokal

Caryota mitis Lour. Ageratum conyzoides L.

Gynura pseudochina (L) DC.

Gynnura sarmentosa DC

No.

20. 21.

22.

23.

Daun

Daun

Bagian yang digunakan Batang Daun, herba

Gynurae sarmentosae folium

Gynurae pseudo-chinae folium

Caryotae mitidis caulis Agerati conyzoides folium, Agerati conyzoides herba

Nama Simplisia

Mengobati rematik Berkhasiat stimulasi, tonik, pereda demam (antipiretik), antitoksik, obat malaria, demam, mengobati radang telinga, rematik, sakit perut, sakit tenggorokan, obat tidak lancar buang air kecil, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretic), dan peluruh kentut (karminatif). Daun bandotan dapat digunakan pula sebagai insektisida nabati, bisul, eksim, borok, demam, diare, disentri, influensa, keseleo, luka, pegal linu, pendarahan rahim, perawatan rambut, radang paruparu, tumor rahim, batuk, radang usus Daun untuk batuk rejan (pertusis), bengkak (edema), digigit binatang berbisa, digigit ular berbisa, gangguan prostat, ganglion (sakit pada ganglion/simpul syaraf), kanker, kencing batu, kencing manis, kista, melancarkan haid, memar, menghentikan pendarahan, menurunkan kadar gula darah, nyeri karena pembengkakan, payudara bengkak (mastitis), pendarahan kandungan, penurun panas, radang mata, radang rahim, radang rematik persendian, radang saluran nafas (bronkitis), radang tenggorokan (faringitis), rematik persendian, sakit gigi, sakit ginjal, tekanan darah tinggi (hipertensi), tidak datang haid (anenore) dan tumor. Herbanya untuk obat bisul, cantengan (paronikia), koreng, kutil (veruka), luka terpukul, memar, dan tidak datang menstruasi. Herba atasnya berguna untuk obat batuk, muntah darah, kejang panas pada anak, payudara bengkak, pendarahan pada wanita. Umbinya untuk mengobati bengkak terpukul, benjolan karena gumpalan darah, luka, luka terbakar, masuk angin, memar, patah tulang, pendarahan sehabis melahirkan. Tekanan darah tinggi, radang tenggorokan, sinusitis, tumor, lever, ambeien, kolesterol, maag, digigit serangga berbisa, antineoplastik, disentri, ginjal, infeksi tenggorokan, menghentikan pendarahan, maag, kolesterol, ambeien, lever, tumor, diabetes, haid tidak teratur, polip, amandel

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

40

Elephantopus scaber L.

Adenostemma laevenia (L.) Kuntze Eclipta alba (L) Hassk Mikania cordata (Burm.f.) Bl. Robinson

Durio zibethinus Murr.

25.

26.

29.

27. 28.

Blumea Balsamifera (L) DC.

Nama Lokal

24.

No.

Akar, daun, kulit buah

Daun Herba

Daun

Daun, akar

Bagian yang digunakan Daun

Durio zibethini radix, Durio zibethini folium, Durio zibethini pericarpium

Tridachis procumbens folium Micaniae cordatae herba

Adenostemmae laveniae folim

Elephantophi scaber folium, Elephantophi scaber radix

Blumeae balsamiferae folium

Nama Simplisia

Akar untuk demam, menambah nafsu makan, malaria, nyeri haid (dismenore), rematik persendian. Daun untuk mengobati air kencing mengandung zat putih telur, ayan (epilepsi), badan lemah, batu dalam empedu, batuk, berak, beri-beri, biduran, bisul, cacingan, datang bulan agar nyaman, demam, diare, aksim, gangguan haid, gatal-gatal, haid tidak teratur, influensa, jantung berdebar keras, jantung lemah, jantung mengipas, kelesuan, keluron (ibu yang melahirkan prematur), kencing manis, kencing nanah, keputihan, kolera, koreng, kurang nafsu makan, lemah syahwat, luka terpukul, maag, malaria, masuk angin, memar, membersihkan usus, menghilangkan bau mulut, meningkatkan empedu, meningkatkan stamina tubuh, mimisan, mulas, nyeri dada akibat penyempitan pembuluh jantung, nyeri haid, penawar racun ular, penyakit jantung, perut kembung, perut segah, radang kulit bernanah, radang paru-paru, rematik persendian, rematik, sakit jantung, sakit perut, sariawan pada anak-anak, sariawan usus, sekorbut, selesma, asma, susah tidur, tekanan darah tinggi, tetanus, menopause, tidak menstruasi, tinja tipis, tulang-tulang sakit setelah melahirkan dan wasir. Herba untuk obat gangguan haid, mimisan dan radang saluran nafas. Pucuk daun untuk obat sakit limpa. Influenza, demam, Amandel, Radang tenggorokan, Radang mata; Dysentery, diare, gigitan ular, Batuk, Sakit kuning, Busung air; Radang ginjal, Bisul, Kurang darah, radang rahim, Keputihan, peluruh dahak, peluruh haid, pembersih darah Memperkuat tumbuhnya rambut, mengobati amadel, borok, difteri, gigi rusak, mulas, sariawan Obat malaria, sakit perut Obat asma, batuk, borok, broncitis, busung air, demam, diare, disentri, haid tidak teratur, influensa, mencret, radang amandel, sakit kepala, sariawan, selesma Obat demam, sakit cantengan, kelurut, malaria, pelancar haid, pencahar, ruam dan kurap sawit

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

41

 

Caesalpinia sappan L.

Cassia siamea Lam. Carica papaya L.

Garcinia mangostana L. Kalanchoe laciniata (L.) DC. Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.

32.

33. 34.

35.

37.

36.

31.

Ceiba pentandra (L). Gaertn. Cassia alata L.

Nama Lokal

30.

No.

Buah, daun

Herba

Daun, akar

Daun Daun, akar, kulit batang, buah

Kayu

Bagian yang digunakan Daun, kulit batang Daun

Benincacae hispidae fructus, Benincacae hispidae folium

Garciniae mangostanae folium, Garciniae mangostanae radix Kalanchois laciniatae herba

Cassiae siameae folium Caricae papayae folium, Caricae papayae radix, Caricae papayae cortex, Caricae papayae fructus

Caesalpiniae sappan lignum

Ceibae pentandrae folium, Ceibae pentandrae cortex Cassiae alatae folium

Nama Simplisia

Obat wasir, batu ginjal, demam, kencing manis, pelembut kulit, pencahar, penurun panas, radang paru, radang usus, sembelit, tonikum, buah untuk epilepsi, batuk kering, cacar air, disentri, epilepsi, gatal-gatal, kencing manis, kista, menghentikan pendarahan, panas dalam, penawar racun, perut kembung, sakit jantung, tonikum, daun untuk keputihan

Obat luka, peluruh air seni, pencuci rambut, asma, influensa, radang saluran pernafasan, obat batuk, disentri, kencing batu, obat pendingin Daun untuk borok kepala, bronkitis, cacing kremi, cacing tambang, demam, dermatitis kontak, digigit ular, eksim, encok, gatal, radang kulit, influensa, kadas, kapalan, keputihan, kudis, kulit gatal, kurap, malaria, panu, pencahar, rematik, sariawan, sembelit, obat cacingan (antelmintik), antiinflasi, analgetik, antikapang, hipoglikemik, antiseptik Obat batuk darah, BAB berdarah, diare, buang air besar lendir, disentri, luka, mencret, muntah darah, payudara nyeri, radang payudara, radang selaput lendir mata, radang usus, sakit kepala, sakit perut, usus besar, desinfektan, hemostatik, analgesik, pengelat Demam, disentri, kencing manis, kudis, malaria, tonik, luka Batu ginjal, cacing kremi, digigit serangga berbisa, digigit ular, encok, kencing manis, lumpuh akibat radang tulang belakang, melancarkan air seni, obat gosok, radang ginjal, rematik, sakit kandung kemih, pusing, tidak datang haid, pencahar, diuretik (peluruh kencing), galaktagogum, stomakikum (menguatkan lambung), kolagogum (peluruh empedu), daun untuk, sesak nafas, batu empedu, beri-beri, cacing kremi, demam, disentri, eksim, influensa, jerawat, kaki gajah, kanker, kejang lambung, keputihan, keracunan jengkol, maag, malaria, masuk angin, melancarkan ASI, pelancar haid, membersihkan usus, menambah nafsu makan, mengeluarkan pecahan kaca, penghilang rasa sakit, mulas, sariawan, sembelit Obat astrinjen, diare, obat kumur, haid tidak teratur, diare, disentri, amandel, sariawan Mengobati memar, obat alergi, antiradang

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

42

Davalia solida Sw.

Dioscorea hispida Dennust Codiaeum variegatum Bl

Jatropha curcas L.

Aleurites moluccana (L.) Willd.

38.

39.

41.

42.

40.

Nama Lokal

No.

Biji

Daun

Akar, daun, kulit, ranting

Rimpang

Bagian yang digunakan Daun, akar

Aleuritidis moluccanae semen

Codiaei variegati radix, Codiaei variegati folium, Codiaei variegati caulis, Codiaei variegati cortex Jatrophae curcas folium

Davaliae solidae folium, Davaliae solidae radix Dioscoreae hispidae rhizoma

Nama Simplisia

Mengobati kapalan, kencing, manis, keputihan, lepra/kusta, mulas, nyeri empedu, nyeri haid, patah tulang, radang payudara, sifilis, rematik, tahi lalat Peluruh keringat, pencahar, akar untuk meningkatkan selera makan, kejang lambung, mulas, radang saluran kencing, rajasinga, daun untuk penyakit kehilangan selera, kejang lambung, radang saluran kencing, mulas, sembelit, ranting untuk obat cacingan, menambah nafsu makan Biji untuk memperkuat dan memperbaiki tumbuhnya rambut (tonik). Daun untuk obat bengkak terpukul, borok yang tidak sembuh-sembuh (chroniculcer), cacingan, cacing kremi (oksiuriasis), eksim (dermatitis), gatal-gatal (pruritis), jamur pada kaki, kencing nanah, karion (penyakit bagian kulit yang berambut), ketombe, lepra/kusta, luka, memar, patah tulang (fraktur), pencahar ringan, pembersih darah, penyubur rambut, rematik, sakit gigi, sakit perut pada anakanak, sakit telinga, sembelit, terkilir, dan trichomonal vaginitis. Buah untuk obat cacingan, eksim (dermatitis), gatal-gatal, luka, pencahar ringan dan sakit perut pada anak-anak. Getah batangnya untuk obat borok, eksim (dermatitis), gusi berdarah dan kudis. Minyak buahnya untuk obat borok. Biji untuk mengobati bengkak (edema), demam, kudis, luka bakar, memperkuat dan memperbaiki tumbuhnya rambut (tonik) dan sakit kepala. Buah untuk memperkuat dan memperbaiki tumbuhnya rambut (tonik). Daging biji untuk obat urus-urus. Getah daun untuk obat sakit gigi. Kulit batang untuk disentri dan sariawan. Kulit buah untuk obat sering buang air besar. Minyak untuk mengobati borok, korok kepala, eksim (dermatitis), rambut rontok dan rambut terlalu kering.

Sebagai tonikum

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

43

 

Homalanthus populneus Pax Mallotus paniculatus Muell.Arg. Mallotus philippinensis Muell. Arg. Suregada multiflora (A. Juss.) Baill. Phyllanthus pulcher Wall. Desmodium triquetrum (L.) DC.

Cajanus cajan Druce

44.

50.

49.

48.

47.

46.

45.

Phyllanthus niruri L.

Nama Lokal

43.

No.

Daun, batang

Daun, biji, akar

Daun

Buah

Daun

Daun

Daun

Bagian yang digunakan Herba

Desmodii triquetri folium, Desmodii triquetri semen, Desmodii triquetri radix Cajani cajan folium, Cajani cajan caulis

Phyllanthi folium

Surigandae fructus

Malloti philippinensis folium

Malloti paniculati folium

Homalanthi populnei folium

Phyllanthi niruri herba

Nama Simplisia

Ruam-ruam kulit, pembersih darah, penenang (sedatif), peluruh dahak (ekspektoransia), obat luka, antelmintik, gatal-gatal, kudis, herpes zooster, batuk, mencret, gangguan perut, sakit dalam mulut, kuning, memar, jantung lemah.

Meradakan sakit perut, obat sakit mata, bisul, bengkak, gatal-gatal, obat sakit perut, demam pada anak-anak, gangguan ginjal Obat ambeien, disentri, masuk angin, demam, kencing batu, batu ginjal dan berak darah

Beri-beri, liver, radang gusi, penyakit kelamin, antelmintik, laksative

Obat bisul, sakit perut, dan cacing pita, liver, anthelmintic

Obat bisul, sakit perut, dan cacing pita

Batang untuk obat kelesuan. Buah untuk obat radang saluran nafas (bronkitis). Daun untuk obat alergi, ayan (epilepsi), biduri, biduran, bisul, darah kotor, digigit ular berbisa, eksim , encok, haid tidak teratur, kadas, kencing batu, kencing manis (diabetes), kencing nanah, keputihan (leukorea), kurap, mulas, rajasinga/sifilis, rematik, sakit ginjal, sariawan, sembelit, tekanan darah tinggi, tetanus, urus-urus dan weil. Herba untuk badan bengkak akibat radang ginjal, badan lemah (neurastenia), berak/buang air besar mengandung darah, bisul mata , darah kotor, demam, demam hitam, demam malaria, digigit anjing gila, disentri, eksim, haid tidak teratur, infeksi saluran kencing, kelesuan, kencing batu, kencing darah (hematuria), kencing manis, kuang air kecil tidak lancar, keputihan, koreng, menambah nafsu makan, maag, malaria, melancarkan air seni, membersihkan usus, mencret, mulas, radang kandung kemih , peluruh air seni (diuretik), rabun/buta senja, radang hati (hepatitis), rematik, sakit kuning, sakit perut, sariawan, sariawan usus, sembelit, hipertensi. Tangkai daun untuk obat malaria. Obat sakit persendian, sakit perut, demam

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

44

Cassia fistulata L.

Vigna umbellata (Thumb.) Ohwi & Ohashi Erythrina subumbrans Merr.

Moghania macrophylla (Willd.)

Desmodium pulchellum Benth. Flacourtia inermis Miq. Dicranopteris dichotoma (Thunb.) Bernh. Illicium verum Hook.f.

52.

53.

55.

56.

59.

58.

57.

54.

Parkia roxburgii G. Don

Nama Lokal

51.

No.

Buah

Herba

Daun, akar

Daun

Daun, biji

Daun, kulit, biji

Daun

Daun, batang

Bagian yang digunakan Biji

Illicii veri fructus

Flacourtiae inermidis folium, Flacourtiae inermidis radix Dicranopteridis dichotomae herba

Erythrinae subumbrans folium, Erythrinae subumbrans cortex, Erythrinae subumbrans semen Moghaniae macrophyllae folium, Moghaniae macrophyllae semen Desmodii pulchelli folium

Vignae umbellatae folium

Cassiae fistulae folium, Cassiae fistulae cortex

Parkiae timorianae semen

Nama Simplisia

Menigkatkan ASI, melancarkan menstruasi, mempermudah melahirkan, meningkatkan libido, nyeri pada kaki, untuk minuman, permen karet, puding, masakan yang menggunakan daging

Infeksi saluran kencing, obat batuk, memar

Penyembuh luka (vulneraries), mempercepat pematangan bisul (maturatif), obat borok, bisul, cacar air Obat bisul, datang bulan tidak teratur, diare, jerawat, tekanan darah tinggi

Pendarahan pasca persalinan, penurun panas, sakit perut, radang poros usus, disentri, demam nifas, keguguran, haid tidak teratur, kepala pusing, trakoma, pedih, panas, asma, cacingan Antiracun (antidotum), melancarkan air susu (laktagogum), obat keracunan jengkol, tekanan darah rendah, memperbanyak ASI

Obat perut nyeri, mulas, borok, cacingan, haid tidak teratur, haid terasa nyeri, demam nifas, disentri, jantung berdebar, jantung mengipas, kolera, luka, masuk angin, mencret, menopause, mulas, perut kembung, radang jantung, Buah/daging buah : batu ginjal, bisul, cacar air, cacar sapi, nyeri haid, demam, difteri, eksim, gatal disekitar kelamin dan dubur, jerawat, kencing batu, kulit bernanah, konstipasi, susah BAB, susah tidur, tekanan darah tinggi, tetanus, urat saraf lemah, wasir. Akar/kulit akar : bisul, cacar air. Daun : ambeien. Panas dalam, sariawan

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

45

 

Coleus scutellarioides (L.) Benth.

Orthosiphon aristatus (BI.) Miq

Ocimum basilicum L.

Ocimum sanctum L.

Pogostemon cablin Benth. Cinnamomum burmanii (Ness). BI.

60.

61.

62.

63.

64.

65.

Nama Lokal

No.

Daun, kulit batang

Daun

Daun, biji

Daun, biji, herba

Daun, herba, bunga

Bagian yang digunakan Daun, akar

Cinnamomi burmannii cortex, Cinnamomi burmannii folium

Pogostemonis patchouli folium

Ocimi sacti folium, Ocimi sacti semen

Ocimi basillici folium, Ocimi basillici semen, Ocimi basillici herba

Orthosiponis aristati folium, Orthosiponis aristati herba, Orthosiponis aristati fructus

Plectranthi scutellaroidi folium, Plectranthi scutellaroidi radix

Nama Simplisia

Kulit batang untuk asma, batuk, bisul, demam, diare, buang air besar lendir dan darah, eksim, gatal, kadas, kencing nanah, keracunan makanan, luka berdarah, trauma, maag, malaria, masuk angin, membersihkan usus, mencret, mengeluarkan keringat, monopause, muntah-muntah, nyeri lambung, obat kuat bagi wanita, perut kembung, radang kulit, radang saluran pernafasan, rematik, sakit jantung, sakit limpa, sakit perut, sakit pinggang, sariawan, tekanan darah tinggi, tidak nafsu makan, tulang keropos

Menyembuhkan badan lemah, bisul, borok, cacingan, perawatan sehabis bersalin, kencing manis, keputihan, luka bernanah, luka, mata merah, membersihkan haid, memotong tali pusar bayi, meriang sehabis bersalin, mulas, pencernaan terganggu (dispepsia), radang saluran nafas, radang telinga, radang usus, sakit limpa, sakit telinga, sariawan, sembelit, terlambat haid, trakoma, wasir, diare, mulas, kejang perut Akar untuk obat demam, menambah nafsu makan, mulut rahim bengkak, sakit pinggang, daun untuk obat albuminasia, arterosklerosis, ayan, badan lemah, batu empedu, batu ginjal, bidur, bisul, busung lapar, darah kotor, demam, eksim, encok, gagal ginjal, gangguan haid, infeksi ginjal, pegal linu, kencing batu, kencing bernanah, keputihan, koreng, anti radang, rematik, sakit kelamin, sakit pinggang, gangguan prostat, tekanan darah tinggi Biji untuk demam, digigit serangga berbisa, disisit ular berbisa, eksim, kencing bernanah, koreng, memperlancar air seni, panas dalam, pelembut kulit, peluruh keringat, pencahar, penenang, pereda kejang, radang lambung, radang mata, sakit perut, sariawan, sembelit, saring gugup, wasir, salesma, sakit kepala, sesak nafas, TBC, tifus, tumor, radang usus, penurun panas Obat batuk, busung air, demam, haid tidak teratur, mulas, penenang, pelancar ASI, sakit kepala, sengatan matahari, bengkak, rematik, gangguan ginjal, pelembut kulit Mengobati disentri, haid tidak teratur, mulas, nyeri haid, sakit kepala, wasir

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

46

Actinodaphne angustifolia (Bl) Nees Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans. Loranthus sp. Loranthus parasiticus (L.) Miq. Lycopodium cernum L. Lawsonia inermis L.

Michelia champaca L.

Michelia alba DC.

Malpighia coccigera L.

Hibiscus tiliaceus L.

67.

74.

75.

76.

77.

72. 73.

70. 71.

69.

68.

Litsea umbellata Kosterm.

Nama Lokal

66.

No.

Akar, daun

Daun

Bunga

Bunga, daun, akar

Herba Daun

Daun, batang Herba Herba

Daun

Daun

Bagian yang digunakan Daun, kulit kayu

Hibisci tiliacei radix, Hibisci tiliacei folium

Malphigiae coccigerae folium

Micheliae albae flos

Micheliae champacae flos, Micheliae champacae folium, Micheliae champacae radix

Lycopodii cernui herba Lawsoniae inermidis folium

Loranthi atropurpurea folium, Loranthi atropurpurea caulis Loranthi Herba Dendrophthoe pentandrae herba

Actinodaphni angustifoliae folium Cordylinae folium

Litsea umbellatae folium, Litseae umbellatae cortex

Nama Simplisia

Campak, kencing manis, cacingan, cacar air, cacar sapi, cacing tambang, kanker Anti radang, antioksidan, pereda sakit, antivirus, mencegah keracunan hati, antialergi, obat penyakit cacar, diare, cacingan, tumor, kanker Penyegar badan (tonikum), obat tekanan darah tinggi, diuretik Obat habis melahirkan, haid tidak teratur, herpes, kegemukan, keputihan, nyeri haid, sakit kuning, sakit kuku, kejang pada jari, luka, pewarna rambut, rematik Kencing nanah, tonikum, febrifugum, aromatikum, keputihan, batu ginjal, bau mulut, rematik, haid tidak teratur, menambah nafsu makan, obat demam, pusing, neurastenia, radang tenggorokan, radang amandel, gangguan pencernaan, malaria, bau nafas, cacingan Batuk, bau badan, pusing, keputihan, mual, perut kembung, radang saluran pernafasan, radang selaput lendir, stroke, pembesaran prostat, gangguan saluran kencing, demam Sukar tidur (insomnia), lidah kaku, sukar bicara, rematik, hepatitis, menghentikan muntah akibat lambung panas, gelisah Akar untuk obat demam, daun untuk mengobati amandel, batuk, bisul, difteri, disentri, masuk angin, datuk dahak berdarah, peluruh dahak, pematang, pemecah bisul, perawatan rambut, radang paru-paru, rambut rontok, sulit kencing, tuberkulosa, berak darah, masuk angin, batuk, suara serak, susah mengeluarkan dahak, radang selaput lendir

Obat cacingan, campak, kanker, kencing manis, sakit kuning

Hemostatik, anti bengkak, batuk darah, disentri, haid terlalu banyak, wasir

Akar untuk mencret, kencing manis, radang usus, radang kulit, daun dan kulit batang untuk, obat bisul, luka berdarah, obat penenang, radang kulit, radang payudara Obat rematik

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

47

 

Hibiscus radiatus Willd.

Hibiscus rosa-sinensis L.

Lansium domesticum Corr. Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms

Ficus ampelas Burm.f. Artocarpus communis Forst.

Moringa pterygosperma Gaertn.

Myristica fragrans Houtt

78.

79.

80.

82. 83.

84.

85.

81.

Nama Lokal

No.

Buah, daun

Akar, biji, daun

Daun Daun

Batang, daun

Kulit batang

Daun, bunga

Bagian yang digunakan Daun, batang

Moringae oleiferae radix, Moringae oleiferae semen, Moringae oleiferae folium Myristicae fragrans fructus, Myristicae fragrans folium, Myristicae fragrans pericarpium

Fici ampelas folium Artocarpi communidis folium

Lansii domestici fructus et cortex Tinosporae crispae caulis et folium

Hibisci rosa-sinensidis folium, Hibisci rosa-sinensidis flos

Hibisci radiati folium, Hibisci radiati caulis

Nama Simplisia

Antipiretik, analgesik, stomakik, demam, kencing manis, rematik, sakit kepala, sakit perut, sakit kuning, tonik, gatalobat cacar air, darah kotor, demam, demam kuning, demam malaria, gatal-gatal, kencing manis, keputihan, kudis, rajasinga, rematik, sakit perut, diare, cacingan, koreng, kudis, luka, peluruh kencing, sifilis Obat batu ginjal, memperlancar air seni, obat mencret, mulas, diare Biji untuk obat perangsang. Buah untuk obat batuk. Daun untuk obat demam. Kulit akar untuk diare dan disentri. Kulit batang untuk obat murus. Kulit buah untuk melancarkan asi Obat bengkak, diuretik, stimulan, akspektoran, analgesik, beri-beri, pegal linu, haid tidak teratur, sariawan, rematik, sakit kepala, terkilir, kurap, herpes, tidur gelisah Penenang, memudahkan tidur (soporifik), memudahkan muntah, afrodisiak, obat sariawan, sakit jantung mengipas, radang telinga, susah tidur, lemah sahwat, urat syaraf lemah, encok, muntah-muntah, obat kejang lambung, obat penenang.

Peluruh air seni, mempercepat pematangan bisul, mengobati infeksi kulit, bengkak, bisul, gondok, radang, pendingin, ekspektoran, pencegah racun, obat luka bakar, bronkitis, radang paru-paru Akar untuk obat batuk, haid tidak teratur, infeksi saluran kencing, keputihan (leukorea), pelembut kulit, radang saluran kencing, radang saluran nafas (bronkitis) dan sariawan. Bunga untuk mengobati batuk, batuk berdahak, batuk rejan (pertusis), disentri, gondongan (parotitis), haid tidak teratur, infeksi saluran kencing, kencing nanah, melancarkan haid, memudahkan bersalin, mimisan (epistaksis), radang saluran nafas (bronkitis) dan TBC. Daun untuk obat bisul, gondongan (parotitis), haid tidak teratur, mimisan (epistaksis), penggugur kandungan (abortivum), radang kulit bernanah (pioderma), radang payudara dan sariawan. Kuncup bunga untuk obat batuk lendir dan darah. Diuretik, antipiretik, demam, cacingan, disentri, radang lambung

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

48

Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry

Rhodomyrtus tomentosus Wight. Jasminum sambac (L.) W. Ait

Averrhoa bilimbi L.

Pandanus tectorius Soland. Pandanus amaryllifolius Roxb. Piper sarmentosum Roxb. Piper cubeba L.

87.

88.

90.

91.

94.

93.

92.

89.

Melaleuca leucadendron L.

Nama Lokal

86.

No.

Buah, biji, daun

Akar, daun

Daun

Daun

Buah, daun, bunga

Bunga, daun

Daun, akar

Bunga

Bagian yang digunakan Daun, batang, minyak, buah

Piper sarmentosi radix, Piper sarmentosi folium Piper cubebae semen, Piper cubebae fructus

Pandani amaryllifolii folium

Averhoae bilimbi fructus, Averhoae bilimbi folium, Averoae bilimbi flos Pandani tectorii folium

Jasmini sambac flos, Jasmini sambac folium

Malaleucae leucadendrae folium, Malaleucae leucadendrae cortex, Malaleucae leucadendrae oleum, Malaleucae leucadendrae fructus Syzygii aromaticii flos

Nama Simplisia

Obat radang usus, masuk angin, disentri, perut mulas, kencing nanah, rajasinga, radang selaput lendir dan asma

Obat batuk rejan, sesak nafas, sakit gigi dan radang tenggorokan

Obat encok urat syaraf lemah

Obat sakit influensa, sesak nafas, demam, demam kuning, diare, perut mulas, radang mata merah, mata suram, bisul, susah tidur, tinja bernanah, luka memar, sakit gigi, sakit kepala, bengkak akibat digigit serangga, diaforetik, diuretik, analgesik. Obat demam, obat luka pada kulit, sakit perut, gondok, encok, batuk, sariawan, radang saluran pernafasan, batuk rejan, gusi berdarah, jerawat, panu, radang usus, tekanan darah tinggi dan kelumpuhan. Obat encok urat syaraf lemah

Afrodisiak (penguat sahwat yang lemah), tonikum (penambah nafsu amakn), peluruh cacing (antelmintik), obat masuk angin, batuk, sakit gigi, mata nyeri, beri-beri, perut mulas, lemah syahwat, busung air, keguguran, kencing tidak lancar, digigit serangga berbisa, sembelit, kurang nafsu makan, perut kotor, gelisah, sesak nafas, pitam, cacingan Agar-agar, diare, sakit perut, perawatan sehabis melahirkan

Kepala pusing sebelah, kejang, sakit gigi, batuk sakit perut, kolera, masuk angin, asma, kejang gagau, perut kembung, kejang pada kaki, luka-luka, encok, penambah nafsu makan, borok bernanah, memperkuat lambung, batuk, demam, flu, lemah, lesu, insomnia, alergi, rematik, nyeri tulang dan saraf, radang usus, diare

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

49

 

Piper ningrum L.

Piper betle L.

Piper crocatum Ruiz & Pav Ruiz & Pav

Cymbopogon nardus L. Rendle

Saccharum officinarum L. Panicum sp. Imperata cylindrica (L.) Beauv. Vertiveria zizanioides (L.) Nash Echinochloa colonum (L.) Link. Drymoglossum piloselloides (L.) Gaertn.

95.

96.

97.

98.

99.

105. Carallia brachiata Merr.

104.

103.

102.

100. 101.

Nama Lokal

No.

Daun, kulit batang

Herba

Batang, daun

Herba, akar

Seluruh Akar

Air batang

Herba

Daun , herba

Bagian yang digunakan Buah, biji, daun Daun

Caralliae brachiatae folium, Caralliae brachiatae cortex

Drymoglossi piloseloidi herba

Vertiveriae zizanioides herba, Vertiveriae zizanioides radix

Imperatae cylindricae radix

Sacchari officinari secretio caulis

Cymbopogon nardi herba

kalanchois laciniatae folium et herba

Piper nigri semen, Piper nigri fructus Piper betle folium

Nama Simplisia

Obat abses paru-paru, batuk, gondongan, kanker payudara, kencing nanah, keputihan, kulit bernanah, menghentikan pendarahan, radang gusi, rematik, sakit kuning, sakit perut, disentri, sariawan, sembelit, TBC, pembesaran kelenjar getah bening Obat gatal-gatal

Menghilangkan racun dalam tubuh, asma, sesak nafas, batuk darah, Antiseptik, diuretik, hemostatik, demam, infeksi saluran kemih, kencing darah, kencing sedikit, mimisan, muntah darah. Penghilang rasa nyeri (analgesik), obat encok, pegal linu, penghilang bau mulut, sakit gigi, rematik, obat luka, bekas gigitan ular, tawon, kalajengking Makanan pengganti padi (padi hutan)

Obat asma, haid tidak teratur, masuk angin, influensa, demam nifas, batuk, kurap, tekanan darah rendah, meredakan iritasi kulit. Anti sariawan, pereda batuk (ekspektoransia), astrinjen dan antiseptik, obat asma, bisul, batuk, encok, hidung berdarah, jentugn mengipas, kepala pusing, radang selaput mata, sakit mata, batuk kering, mulut berbau, demam nifas, keputihan, gigi goyang, gusi bengkak, radang tenggorokan, sariuawan, obat luka Diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit Anti radang, menghilangkan rasa sakit (analgesik), obat sakit kepala, otot sendi ngilu, batuk, nyeri lambung, diare, haid tidak teratur, memar, peluruh keringat, bengkak-bengkak sehabis melahirkan, penambah nafsu makan, gusi bengkak, masuk angin, terkilir, kolera, muntah-muntah, encok, radang usus, penghilang rasa sakit, syaraf terganggu, radang selaput lendir, busung air, busung usus, sakit gigi Meredakan jantung berdebar, sakit panas, batuk, busung air

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

50

Nama Lokal

Daun, buah, kulit buah

Buah, kulit buah, akar

Buah, kulit batang

115. Citrus aurantifolia Swingle.

116. Citrus hystrix DC.

Buah, daun

Daun, buah, bunga

Buah

113. Triphasia trifolia (Burm.f.) F. Wils. 114. Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse

111. Uncaria gambir (Hunter.) Roxb. 112. Citrus grandis (L.) Osbeck

Bunga, daun

109. Gardenia jasminoides Ellis 110. Coffea arabica L.

Daun

Seluruh Daun, bunga, buah

Bagian yang digunakan Akar, daun, bunga

107. Rubus moluccanus L. 108. Morinda citrifolia L.

106. Rosa chinensis Jacq.

No.

Citri hystrix fructus, Citri hystrix cortex caulis

Citri grandidis fructus, Citri grandidis folium, Citri grandidis flos Triphasiae trifoliae fructus, Triphasiae trifoliae folium Citri amblycarpae folium, Citri amblycarpae fructus, Citri amblycarpae cortex fructus Citri aurantifoliae fructus, Citri aurantifoliae cortex fructus, Citri aurantifoliae radix

Morindae citrifoliae fructus, Morindae citrifoliae folium, Morindae citrifoliae flos Gardeniae jasminoides flos, Gardenia jasminoides folium Coffeae arabicae folium

Rosae chinensidis radix, Rosae chinensidis folium, Rosae chinensidis flos

Nama Simplisia

Buah untuk obat pereda sakit, rematik, obat batuk berdahak, obat biang keringat, abses tenggorokan, sakit tenggorokan, pembengkakan usus, selaput lendir hidung yang bengkak, nyeri haid, demam Pereda sakit, rematik, batuk berdahak, biang keringat, abses tenggorokan, sakit tenggorokan, pembengkakan usus, selaput lendir hidung yang bengkak, nyeri haid dan demam, obat diare, ambeien, disentri, sakit tenggorokan dan obat malaria Obat rambut dan kulit kotor, peluruh keringat, kelelahan, kelemuran, influensa

Obat batuk, influenza, sakit perut dan diare

Penawar racun (antidotum), peluruh air seni (diuretik), obat sakit kepala, peluruh lendir, penawar racun, penurun panas, mencegah penularan penyakit pada mayat, perut mulas, disentri, mencret, tekanan darah rendah, radang ginjal, kolera, peluruh seni Stimulant, astringent, diare, sakit tenggorokan, disentri, anti septik, obat influensa Obat penyakit kulit, obat penenang, sariawan, malaria, jantung

Haid tidak teratur, nyeri haid, keputihan, pendarahan pada saat hamil, campak, disentri, jerawat, TBC kelenjar leher, batuk darah, bengkak terpukul, bisul koreng. Disentri, kejang perut, adstringensia, sariawan, obat batuk, bisul, Obat penurun panas, influensa, obat batuk, peluruh keringat, cacingan, melancarkan haid, pelembut kulit, peluruh dahak, demam, limpa bengkak, penyakit gula, beri-beri, penyakit hati, luka-luka, cuci rambut, peluruh cacing Obat demam, jantung mengipas dan asma

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

51

 

Nama Lokal

Seluruh, daun Bunga, daun

Herba

Akar

Buah, daun

Bunga, daun

Buah, batang

Buah

120. Selaginella deoderleinii Hieron

121. Eurycoma longifoliaJack.

122. Physalis peruviana L.

123. Datura metel L.

124. Helicteres isora L.

125. Scaphium macropodum (Miq.) Beumee

Bagian yang digunakan Daun, kulit batang, buah, bunga

118. Clausena excavata Burm 119. Mimusops elengi L.

117. Murraya paniculata (L.) Jack.

No.

Helicteres isorae fructus, Helicteres isorae caulis Scaphii macropodi fryctus

Daturae tatula flos, Daturae tatula folium

Physalidis peruvianae fructus, Physalidis peruvianae folium

Eurycomae longifoliae herba

Murrayae peniculatae folium, Murrayae peniculatae cortex caulis, Murrayae peniculatae fructus, Murrayae peniculatae flos Clausenae excavatae folium (daun) Mimusopsi elengi folium, mimusopsi elengi flos Selaginellae doederleinii herba

Nama Simplisia

Demam nifas, sesak nafas, mencret, sakit kepala, radang tenggorokan, sariawan, radang hidung, obat kudis,eksim, kencing nanah. Penurun panas, demam, pencuci darah, anti kanker, radang paru, radang amandel, batuk, infeksi saluran kencing, menghentikan pendarahan, penangkal racun, dan anti bengkak. Membentuk dan memperindah otot, meningkatkan energi fisik dan seksual, meningkatkan produksi testosteron, menambah kepercayaan diri, afrodisiak, penurun panas, sakit kepala, anti malaria, berak darah, disentri, sariawan, cacing perut, tonik setelah melahirkan, sakit tulang, obat gatal, nyeri tulang Obat influenza, sakit tenggorokan, batuk rejan, radang saluran pernafasan, gondokan, pembengkakan buah pelir, sakit kulit bergelembung, bisul, borok, terkilir, jantung lemah, sakit perut, kencing nanah, ayan, peluruh air seni dan sakit kuning Obat bius pada operasi, asma, radang saluran pernafasan kronis, batuk, gangguan jiwa, infeksi, kanker, ambeien, sakit gigi, rematik, bengakak memar, bisul, cacingan, kejang, kolera, kudis, radang telinga, sesak nafas, sakit pada tulang sendi dan ayan Peluruh cacing (antelmintik), meredakan kejang (antispasmodik), obat sakit perut, antidiare, cacingan, kejang-kejang, sariawan Mengobati muntaber, menyejukan, pencahar, obat panas dalam, wasir

Obat luka baru, cacing, cacing kremi dan demam

Obat memar, rematik, borok, sakit gigi, haid tidak teratur, keputihan, bisul, kegemukan, gigitan serangga berbisa, digigit ular berbisa, eksim, koreng, radang saluran pernafasan, kencing nanah dan infeksi saluran kencing

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

52

Nama Lokal

Buah, rimpang

Rimpang

Rimpang

133. Curcuma domestica Val.

134. Zingiber aromaticum Vahl.

Zingiber aromatici rhizoma

Curcumae domesticae rhizoma

Amomi compacti fructus, Amomi compacti rhizoma

Zingiberis perpurei rhizoma

Rimpang

132. Amomum compactum Soland.

Clerodendri

Daun, biji, batang

Daun, bunga

Viticis trifoliae folium, Viticis trifoliae semen, Viticis trifoliae caulis

Herba

128. Usnea misaminensis Hott. 129. Vitex trifolia L.

130. Clerodendron fragrans Vent. 131. Zingiber purpureum Roxb

Phaleriae macrocarpae folium, Phaleriae macrocarpae fructus, Phaleriae macrocarpae cortex Usneae misaminensidis lichenes

Nama Simplisia

Daun, buah, kulit

Bagian yang digunakan Daun

127. Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.

126. Camellia sinensis (L.) Kuntze

No.

Obat batuk, obat masuk angin, diare, TBC, memperbaiki pencernaan, sakit perut, astringen, bisul, empedu, borok, disentri, sariawan, asma, antiradang Tonikum, analgesik, hair tonik, antelmintik, penurun panas, obta luka, diuretik, antispasmodik, antiseptik, obat influensa, demam, penyegar badan, pusing sebelah, sakit kepala, sakit gigi, sakit perut, diare, mata merah, rematik, beriberi, batuk, sakit tenggorokan, luka memar, luka berdarah, muntah darah, eksim, haid tidak teratur, peranakan turun, membunuh serangga, radang amandel, demam nifas, batuk rejan, tuberkulosa, peluruh keringat, peluru seni, kurap, tifus, cacingan Perut mulas, digigit binatang berbisa, menyembuhkan luka, keracunan ikan, antibakteri, hipertensi, antiseptik, diuretik, antiradang Karminatif, anti inflamasi, analgesik, antipiretik, obat katimumul, kegemukan, sakit kepala,masuk angin, sembelit, perut mulas, demam kuning, kejang gagau, cacingan, encok dan bahan pengawet mayat. Obat batuk, radang amandel, perut segah, memperlancar haid, mulas, tenggorokan gatal, radang lambung, influensa, muntah-muntah, demam, sesak nafas Obat radang umbai usus buntu, radang rahim, radang amandel, sudah tidak datang haid, radang gusi, radang hidung, sembelit, sakit mata, diare, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, campak, demam kuning, keputihan, kudis, disentri, koreng, asma, eksim, gatal-gatal, bengkak-bengkak, encok Menambah nafsu makan, lambung lemah, darah kotor, radang lambung, disentri, borok, cacing gelang atau kremi, malaria, kepala pusing sebelah dan sakit perut.

Melangsingkan tubuh, membersihkan darah kotor, mengurangi kolesterol, membuah racun dalam tubuh, mengecilkan perut, memperlancar sistem pencernaan Eksim, tumor, kanker payudara, kangker rahim, diabetes mellitus, hepatitis, kolesterol, lemah syahwat, disentri, leukemia

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

53

 

Nama Lokal

Rimpang

Daun, batang Rimpang

Curcumae zedoariae rhizoma

Rimpang

139. Curcuma mangga Val & v. Zyp 140. Curcuma zedoaria (Berg) Rosc.

141. Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith. 142. Boesenbergia rutunda (L.) Mansf

Curcumae manggae rhizoma

Rimpang

138. Kaempferia galanga L.

Boesenbergiae rutundae rhizoma

Kaempferiae galangae rhizoma

Zingiberi officinale rhizoma, Zingiberi officinale folium

Rimpang, daun

137. Zingiber officinale L.Var.rubrum

Curcumae xanthorrhizae rhizoma

Curcumae aeruginosae rhizome

Nama Simplisia

Rimpang

Bagian yang digunakan Rimpang

136. Curcuma xanthorrhiza Roxb.

135. Curcuma aeruginosa Roxb.

No.

Afrodisiak, melancarkan haid (emenagogum), penawar racun (antidotum), obat lemah syahwat, melancarkan peredaran darah, pembersihan darah sehabis nifas, sesak nafas, rahim turun, haid tidak teratur, obat sakit perut, keracunan Rimpang berkhasiat untuk obat bengkak-bengkak, eksim, gatal-gatal, demam dan rambut rontok. Obat sariawan, masuk angin, demam, nifas, gatal, cacingan, batuk kering, perut kembung, kencing tidak lancar, kurap dan cacar air.

Peluruh cacing (antelmintik), obat kudis, kurap, rahim turun, koreng, badan terlalu gemuk, penyegar badan sehabis haid dan nifas, encok, kurang nafsu makan, cacign gelang atau kremi Obat kejang jantung, jerawat, ambeien, malaria, diare, kurang darah, darah rendah, radang lambung, radang ginjal, demam kuning, sembelit, kencing darah, eksim, kurang nafsu makan, kejang jantung, getah empedu terganggu, cacar air, cacingan, ayan, sakit kuning, maag, perut kembung, pegal-pegal, sakit limfa, sakit kepala, masuk angin, sakit perut, menghilangkan bau amis waktu haid, memperbanyak produksi ASI, melancarkan buang air besar, sembelit, rematik Masuk angin, peluruh keringat, antelmintik, menghangatkan badan, obat sakit pinggang alias antirematik, penambah nafsu makan, pencahar, meningkatkan stamina, meningkatkan daya tahan tubuh, melestarikan gairah seksual, mengobati pusing, nyeri lambung, nyeri otot, obat kuat (afrodisiak), ejakulasi dini, memperlancar ASI, mengatasi radang tenggorok (bronkitis), batuk kering menahun, dan meredakan asma, influensa, encok, nyeri, gatal-gatal, batuk kering, kolera, difteri, masuk angin Mengeluarkan angin (karminatif), memudahkan muntah (emetik), pembangkit nafsu makan (tonikum), masuk angin, luka terinfaksi, radang lambung, batuk, sakit perut, demam kuning, bengkak, muntah-muntah, panas dalam, urat-urat tegang, mulas, kena racun makanan, demam nifas, pusing sebelah, malaria, tifus, sembelit, perut segah dan kurang nafsu makan Sakit perut, mual-mual, sakit empedu, rahim turun

Kegunaan

Lampiran 5 Data spesies tumbuhan yang diperdagangkan dan kegunaannya (lanjutan)

54

Keluarga Berencana (KB)

Penawar Racun

Pengobatan Luka

Penyakit Diabetes

3

4

5

Kelompok Penyakit/Penggunaan Gangguan Peredaran Darah

2

1

No.

Kencing manis (diabetes), menurunkan kadar gula darah, sakit gula dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan penyakit diabetes

Luka, luka bakar, luka baru, memar, luka bernanah, infeksi luka dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan luka

Keluarga berencana (KB), membatasi kelahiran, menjarangi kehamilan, pencegahan kehamilan dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan KB Digigit lipan, digigit serangga, keracunan jengkol, keracunan makanan, penawar racun dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan keracunan

Darah kotor, kanker darah, kurang darah, pembersih darah, penasak dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan darah

Macam Penyakit/Penggunaan

Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees., Centella asiatica L. Urban, Cocos nucifera L., Gynura pseudochina (L) DC., Elephantopus scaber L., Carica papaya L., Moghania macrophylla (Willd.) O.K., Cinnamomum burmanii (Ness). BI., Panicum sp., Vertiveria zizanioides (L.) Nash ex Small, Coffea arabica L., Selaginella deoderleinii Hieron, Camellia sinensis (L.) Kuntze Gendarusa vulgaris Nees, Rhinacanthus nasutus Kuntze, Catharanthus roseus (L.) G. Don, Ageratum conyzoides L., Gynura pseudochina (L) DC., Blumea balsamifera (L) DC,, Ceiba pentandra (L). Gaertn., Cassia siamea Lam., Kalanchoe laciniata (L.) DC., Jatropha curcas L., Cajanus cajan Druce, Desmodium pulchellum Benth., Dicranopteris dichotoma (Thunb.) Bernh., Coleus scutellarioides (L.) Benth., Litsea umbellata Kosterm., Lawsonia inermis L., Jasminum sambac (L.) W. Ait, Averrhoa bilimbi L., Piper betle L., Cymbopogon nardus L. Rendle, Vertiveria zizanioides (L.) Nash ex Small, Morinda citrifolia L., Murraya paniculata (L.) Jack., Clausena excavata Burm, Datura metel L., Vitex trifolia L., Clerodendron fragrans Vent. Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees., Allium sativum L., Catharanthus roseus (L.) G. Don, Arenga pinnata (Wurmb.) Merr., Gynnura sarmentosa DC, Blumea balsamifera (L) DC,, Carica papaya L., Phyllanthus niruri L., Coleus scutellarioides (L.) Benth., Litsea umbellata Kosterm., Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans., Loranthus sp., Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms, Piper crocatum Ruiz & Pav, Morinda citrifolia L., Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.

Catharanthus roseus (L.) G. Don, Ageratum conyzoides L., Elephantopus scaber L., Cajanus cajan Druce, Orthosiphon aristatus (BI.) Miq, Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms, Selaginella deoderleinii Hieron, Camellia sinensis (L.) Kuntze, Curcuma xanthorrhiza Roxb. Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith.

Jenis

Lampiran 6 Klasifikasi tumbuhan berdasarkan penggunaannya

55

 

Penyakit Gigi

Penyakit Ginjal

Penyakit Jantung

Penyakit Kanker/Tumor

8

9

10

Kelompok Penyakit/Penggunaan Penyakit Gangguan Urat Syaraf

7

6

No.

Kanker rahim, kanker payudara, tumor rahim, tumor payudara dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan tumor dan kanker

Sakit jantung, stroke, jantung berdebardebar, tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan jantung

Ginjal, sakit ginjal, gagal ginjal, batu ginjal, kencing batu dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan ginjal

Lemah urat syaraf, susah tidur (insomnia) dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan gangguan urat syaraf Gigi rusak, penguat gigi, sakit gigi dan gangguan lainnya yang berhubungan dengan gigi

Macam Penyakit/Penggunaan

Foeniculum vulgare Mill., Cassia fistulata L., Myristica fragrans Houtt, Melaleuca leucadendron L., Pandanus tectorius Soland.ex Park., Pandanus amaryllifolius Roxb., Datura metel L., Kaempferia galanga L. Acorus calamus L., Areca catechu L., Adenostemma laevenia (L.) Kuntze, Jatropha curcas L., Suregada multiflora (A. Juss.) Baill., Melaleuca leucadendron L., Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry, Jasminum sambac (L.) W. Ait, Piper sarmentosum Roxb.ex Hunter., Piper betle L., Panicum sp., Vertiveria zizanioides (L.) Nash ex Small, Murraya paniculata (L.) Jack. Graptophyllum pictum (L.) Griff., Stobilanthes crispus Bl, Cocos nucifera L., Gynura pseudochina (L) DC., Gynnura sarmentosa DC, Carica papaya L., Benincasa hispida (Thunb.) Cogn., Phyllanthus niruri L., Phyllanthus pulcher Wall., Desmodium triquetrum (L.) DC., Cassia fistulata L., Orthosiphon aristatus (BI.) Miq, Ocimum sanctum L., Ficus ampelas Burm.f., Piper crocatum Ruiz & Pav, Curcuma xanthorrhiza Roxb., Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith. Allium sativum L., Centella asiatica L. Urban, Catharanthus roseus (L.) G. Don, Acorus calamus L., Gynnura sarmentosa DC, Blumea balsamifera (L) DC,, Benincasa hispida (Thunb.) Cogn., Parkia roxburgii G. Don, Cassia fistulata L., Moghania macrophylla (Willd.) O.K., Flacourtia inermis Miq.ex Hook.f.& Thoms., Orthosiphon aristatus (BI.) Miq, Cinnamomum burmanii (Ness). BI., Lycopodium cernum L., Myristica fragrans Houtt, Piper ningrum L., Piper betle L., Piper crocatum Ruiz & Pav, Gardenia jasminoides Ellis, Coffea arabica L., Physalis peruviana L., Clerodendron fragrans Vent., Curcuma xanthorrhiza Roxb. Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees., Catharanthus roseus (L.) G. Don, Gynura pseudochina (L) DC., Gynnura sarmentosa DC, Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans., Loranthus sp., Loranthus parasiticus (L.) Miq., Selaginella deoderleinii Hieron, Datura metel L., Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl., Curcuma mangga Val & v. Zyp, Curcuma zedoaria (Berg) Rosc.

Jenis

Lampiran 6 Klasifikasi tumbuhan berdasarkan penggunaannya (lanjutan)

56

 

Penyakit Kuning

Penyakit Malaria

13

14

Khusus

Penyakit Wanita

Kelompok Penyakit/Penggunaan Penyakit Kelamin

12

11

No.

Malaria, demam malaria dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit malaria

Liver, sakit kuning, hepatitis, penyakit hati, hati bengkak dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit kuning

Beser mani (spermatorea), gatal disekitar alat kelamin, impoten, infeksi kelamin, kencing nanah, lemah syahwat (psikoneurosis), rajasinga/sifilis, sakit kelamin dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kelamin Keputihan, terlambat haid, haid terlalu banyak, tidak datang haid dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kewanitaan

Macam Penyakit/Penggunaan

Coriandrum sativum L., Alyxia reinwardtii Bl., Blumea balsamifera (L) DC,, Dioscorea hispida Dennust, Codiaeum variegatum Bl, Jatropha curcas L., Phyllanthus niruri L., Suregada multiflora (A. Juss.) Baill., Ocimum basilicum L., Cinnamomum burmanii (Ness). BI., Michelia champaca L., Hibiscus rosa-sinensis L., Myristica fragrans Houtt,, Drymoglossum piloselloides (L.) Gaertn., Eurycoma longifolia Jack., Zingiber officinale L.Var.rubrum Arenga pinnata (Wurmb.) Merr., Gynnura sarmentosa DC, Elephantopus scaber L., Mikania cordata (Burm.f.) Bl. Robinson, Benincasa hispida (Thunb.) Cogn., Illicium verum Hook.f., Coleus scutellarioides (L.) Benth., Orthosiphon aristatus (BI.) Miq, Ocimum sanctum L., Pogostemon cablin Benth., Cinnamomum burmanii (Ness). BI., Litsea umbellata Kosterm., Michelia champaca L., Michelia alba DC., Hibiscus rosasinensis L., Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms, Moringa pterygosperma Gaertn., Piper ningrum L., Piper betle L., Piper crocatum Ruiz & Pav, Drymoglossum piloselloides (L.) Gaertn., Rosa chinensis Jacq., Morinda citrifolia L., Citrus aurantifolia Swingle., Murraya paniculata (L.) Jack., Vitex trifolia L., Amomum compactum Soland. ex Maton, Curcuma domestica Val., Curcuma aeruginosa Roxb., Curcuma xanthorrhiza Roxb., Kaempferia galanga L., Curcuma zedoaria (Berg) Rosc., Boesenbergia rutunda (L.) Mansf. Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees., Cananga odorata (Lamk.) Hook. f. & Th., Centella asiatica L. Urban, Cajanus cajan Druce, Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans., Malpighia coccigera L., Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms, Jasminum sambac (L.) W. Ait, Piper crocatum Ruiz & Pav, Gardenia jasminoides Ellis, Physalis peruviana L., Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl., Usnea misaminensis Hott., Zingiber purpureum Roxb, Curcuma domestica Val., Curcuma xanthorrhiza Roxb., Kaempferia galanga L. Cocos nucifera L., Ageratum conyzoides L., Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms, Eurycoma longifolia Jack., Curcuma xanthorrhiza Roxb.

Jenis

Lampiran 6 Klasifikasi tumbuhan berdasarkan penggunaannya (lanjutan)

57

 

Penyakit Kulit

Penyakit Mulut

17

Kelompok Penyakit/Penggunaan Penyakit Mata

16

15

No.

Gusi bengkak, gusi berdarah, mulut bau dan mengelupas, sariawan dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit mulut

Radang mata, sakit mata, trakoma, rabun senja dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan penyakit mata Koreng, bisul, panu, kadas, kurap, eksim, cacar, campak, borok, gatal, bengkak, luka bernanah, kudis, kutu air dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kulit

Macam Penyakit/Penggunaan

Caesalpinia sappan L., Phyllanthus niruri L., Coleus scutellarioides (L.) Benth., Jasminum sambac (L.) W. Ait, Piper betle L., Piper crocatum Ruiz & Pav, Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith. Graptophyllum pictum (L.) Griff., Rhinacanthus nasutus Kuntze, Cananga odorata (Lamk.) Hook. f. & Th., Annona muricata L., Centella asiatica L. Urban, Acorus calamus L., Cocos nucifera L., Ageratum conyzoides L., Blumea balsamifera (L) DC,, Elephantopus scaber L., Adenostemma laevenia (L.) Kuntze, Mikania cordata (Burm.f.) Bl. Robinson, Cassia alata L., Cassia siamea Lam., Carica papaya L., Dioscorea hispida Dennust, Jatropha curcas L., Aleurites moluccana (L.) Willd., Phyllanthus niruri L., Mallotus paniculatus Muell.Arg., Mallotus philippinensis Muell. Arg., Phyllanthus pulcher Wall., Cajanus cajan Druce, Cassia fistulata L., Desmodium pulchellum Benth., Flacourtia inermis Miq.ex Hook.f.& Thoms., Coleus scutellarioides (L.) Benth., Ocimum basilicum L., Litsea umbellata Kosterm., Loranthus sp., Loranthus parasiticus (L.) Miq., Hibiscus tiliaceus L., Hibiscus rosasinensis L., Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms, Moringa pterygosperma Gaertn., Melaleuca leucadendron L., Jasminum sambac (L.) W. Ait, Averrhoa bilimbi L., Piper ningrum L., Piper betle L., Cymbopogon nardus L. Rendle, Drymoglossum piloselloides (L.) Gaertn., Carallia brachiata Merr., Rosa chinensis Jacq., Rubus moluccanus L./ Rubus glomeratus auct.non Blume, Morinda citrifolia L., Citrus grandis (L.) Osbeck, Citrus hystrix DC., Murraya paniculata (L.) Jack., Mimusops elengi L., Physalis peruviana L., Datura metel L., Usnea misaminensis Hott., Vitex trifolia L., Curcuma domestica Val., Curcuma xanthorrhiza Roxb., Kaempferia galanga L., Curcuma zedoaria (Berg) Rosc., Boesenbergia rutunda (L.) Mansf Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees., Areca catechu L., Adenostemma laevenia (L.) Kuntze, Garcinia mangostana L., Benincasa hispida (Thunb.) Cogn., Aleurites moluccana (L.) Willd., Vigna unguiculata (L.) Walp / Vigna umbellata (Thumb.) Ohwi & Ohashi, Coleus scutellarioides (L.) Benth., Ocimum basilicum L., Cinnamomum burmanii (Ness). BI., Michelia champaca L., Hibiscus rosa-sinensis L., Moringa pterygosperma Gaertn., Myristica fragrans Houtt, Averrhoa bilimbi L., Piper betle L., Vertiveria zizanioides (L.) Nash ex Small, Drymoglossum piloselloides (L.) Gaertn., Rubus moluccanus L./ Rubus glomeratus auct.non Blume, Citrus grandis (L.) Osbeck, Mimusops elengi L., Scaphium macropodum (Miq.) Beumee, Usnea misaminensis Hott., Curcuma domestica Val.

Jenis

Lampiran 6 Klasifikasi tumbuhan berdasarkan penggunaannya (lanjutan)

58

Penyakit Telinga

Penyakit Tulang

Perawatan Kehamilan dan Persalinan

20

21

Kelompok Penyakit/Penggunaan Penyakit Otot Dan Persendian

19

18

No.

Congek, radang anak telinga, radang telinga, radang telinga tengah (otitis media), sakit telinga, telinga berair, telinga berdenging, telinga merasa gatal dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan telinga Patah tulang, sakit tulang dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan tulang Keguguran, perawatan sebelum/sesudah persalinan, uterine tonic, penyubur kandungan, susu bengkak, memperlancar ASI dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan kehamilan dan melahirkan

Asam urat, bengkak kelenjar, bengkak perut, kejang-kejang, keseleo, nyeri otot, rematik, sakit otot, sakit persendian, sakit pinggang, terkilir dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan otot dan persendian

Macam Penyakit/Penggunaan

Acorus calamus L., Areca catechu L., Carica papaya L., Erythrina subumbrans Merr., Moghania macrophylla (Willd.) O.K., Illicium verum Hook.f., Coleus scutellarioides (L.) Benth., Ocimum sanctum L., Hibiscus rosa-sinensis L., Artocarpus communis Forst., Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry, Rhodomyrtus tomentosus Wight., Piper betle L., Cymbopogon nardus L. Rendle, Rosa chinensis Jacq., Vitex trifolia L., Curcuma xanthorrhiza Roxb., Zingiber officinale L.Var.rubrum

Selaginella deoderleinii Hieron, Eurycoma longifolia Jack.

Gendarusa vulgaris Nees, Rhinacanthus nasutus Kuntze, Alstonia scholaris (L.) R.Br., Alyxia reinwardtii Bl., Acorus calamus L., Rhaphidophora pinnata Schott / Monstera pertusa Auct., Cocos nucifera L., Areca catechu L., Caryota mitis Lour., Gynura pseudochina (L) DC., Blumea balsamifera (L) DC, Dioscorea hispida Dennust, Homalanthus populneus Pax, Illicium verum Hook.f., Orthosiphon aristatus (BI.) Miq, Ocimum sanctum L., Cinnamomum burmanii (Ness). BI., Actinodaphne angustifolia (Bl) Nees, Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval, Michelia champaca L., Malpighia coccigera L., Moringa pterygosperma Gaertn., Myristica fragrans Houtt, Melaleuca leucadendron L., Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry, Averrhoa bilimbi L., Pandanus tectorius Soland.ex Park., Pandanus amaryllifolius Roxb., Piper betle L., Piper crocatum Ruiz & Pav, Cymbopogon nardus L. Rendle, Vertiveria zizanioides (L.) Nash ex Small, Rosa chinensis Jacq., Rubus moluccanus L./ Rubus glomeratus auct.non Blume, Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse, Murraya paniculata (L.) Jack., Selaginella deoderleinii Hieron, Eurycoma longifolia Jack., Physalis peruviana L., Zingiber purpureum Roxb, Curcuma domestica Val., Curcuma xanthorrhiza Roxb., Zingiber officinale L.Var.rubrum Ageratum conyzoides L., Coleus scutellarioides (L.) Benth.

Jenis

Lampiran 6 Klasifikasi tumbuhan berdasarkan penggunaannya (lanjutan)

59

 

Penyakit Saluran Pembuangan

Perawatan Rambut, Muka, Kulit

24

Kelompok Penyakit/Penggunaan Perawatan Organ Tubuh Wanita

23

22

No.

Penyubur rambut, penghalus kulit, menghilangkan ketombe, perawatan muka dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan rambut, muka dan kulit

Kegemukan, memperbesar payudara, mengencangkan vagina, pelangsing, peluruh lemak dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan perawatan organ tubuh wanita Ambeien, gangguan prostat, kencing darah, keringat malam, peluruh kencing, peluruh keringat, sakit saluran kemih, sembelit, susah kencing, wasir, wasir berdarah dan penggunaan lain yang berhubungan dengan penyakit saluran pembuangan

Macam Penyakit/Penggunaan

Stobilanthes crispus Bl, Annona muricata L., Centella asiatica L. Urban, Alyxia reinwardtii Bl., Arenga pinnata (Wurmb.) Merr., Cocos nucifera L., Ageratum conyzoides L., Gynura pseudochina (L) DC., Blumea balsamifera (L) DC,, Ceiba pentandra (L). Gaertn., Caesalpinia sappan L., Carica papaya L., Benincasa hispida (Thunb.) Cogn., Codiaeum variegatum Bl, Phyllanthus niruri L., Desmodium triquetrum (L.) DC., Cassia fistulata L., Dicranopteris dichotoma (Thunb.) Bernh., Ocimum basilicum L., Pogostemon cablin Benth., Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval, Lycopodium cernum L., Michelia alba DC., Hibiscus tiliaceus L., Hibiscus radiatus Willd.ex Roxb., Hibiscus rosa-sinensis L., Lansium domesticum Corr., Ficus ampelas Burm.f., Moringa pterygosperma Gaertn., Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry, Jasminum sambac (L.) W. Ait, Piper crocatum Ruiz & Pav, Imperata cylindrica (L.) Beauv., Morinda citrifolia L., Coffea arabica L., Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse, Citrus hystrix DC., Murraya paniculata (L.) Jack., Mimusops elengi L., Eurycoma longifolia Jack., Physalis peruviana L., Datura metel L., Scaphium macropodum (Miq.) Beumee, Vitex trifolia L., Clerodendron fragrans Vent., Zingiber purpureum Roxb, Curcuma xanthorrhiza Roxb., Zingiber officinale L.Var.rubrum, Kaempferia galanga L. Allium sativum L., Cocos nucifera L., Eclipta alba (L) Hassk, Carica papaya L., Benincasa hispida (Thunb.) Cogn., Aleurites moluccana (L.) Willd., Lawsonia inermis L., Michelia alba DC., Hibiscus tiliaceus L., Hibiscus rosa-sinensis L., Averrhoa bilimbi L., Piper crocatum Ruiz & Pav, Rosa chinensis Jacq., Morinda citrifolia L., Citrus hystrix DC., Curcuma xanthorrhiza Roxb.

Lawsonia inermis L., Murraya paniculata (L.) Jack., Camellia sinensis (L.) Kuntze, Zingiber purpureum Roxb, Curcuma aeruginosa Roxb., Curcuma mangga Val & v. Zyp

Jenis

Lampiran 6 Klasifikasi tumbuhan berdasarkan penggunaannya (lanjutan)

60

25

No.

Kelompok Penyakit/Penggunaan Penyakit Saluran Pencernaan

Maag, kembung, masuk angin, sakit perut, cacingan, mules, murus, peluruh kentut, karminatif, muntah, diare, mencret, disentri, sakit usus, kolera, muntaber, berak darah, berak lendir, usus buntu dan penggunaan lain yang berhubungan dengan penyakit saluran pencernaan

Macam Penyakit/Penggunaan

Graptophyllum pictum (L.) Griff., Stobilanthes crispus Bl, Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees., Allium sativum L., Annona muricata L., Centella asiatica L. Urban, Foeniculum vulgare Mill., Coriandrum sativum L., Alyxia reinwardtii Bl., Catharanthus roseus (L.) G. Don, Arenga pinnata (Wurmb.) Merr., Cocos nucifera L., Areca catechu L., Ageratum conyzoides L., Gynura pseudochina (L) DC., Blumea balsamifera (L) DC,, Elephantopus scaber L., Eclipta alba (L) Hassk, Ceiba pentandra (L). Gaertn., Cassia alata L., Caesalpinia sappan L., Cassia siamea Lam., Carica papaya L., Garcinia mangostana L., Benincasa hispida (Thunb.) Cogn., Codiaeum variegatum Bl, Jatropha curcas L., Aleurites moluccana (L.) Willd., Phyllanthus niruri L., Homalanthus populneus Pax, Mallotus paniculatus Muell.Arg., Suregada multiflora (A. Juss.) Baill., Cajanus cajan Druce, Parkia roxburgii G. Don, Erythrina subumbrans Merr., Orthosiphon aristatus (BI.) Miq, Ocimum basilicum L., Ocimum sanctum L., Pogostemon cablin Benth., Cinnamomum burmanii (Ness). BI., Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval, Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans., Loranthus parasiticus (L.) Miq., Michelia champaca L., Michelia alba DC., Hibiscus tiliaceus L., Hibiscus rosa-sinensis L., Lansium domesticum Corr., Ficus ampelas Burm.f., Artocarpus communis Forst., Myristica fragrans Houtt, Melaleuca leucadendron L., Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry, Rhodomyrtus tomentosus Wight., Jasminum sambac (L.) W. Ait, Averrhoa bilimbi L., Piper cubeba L., Piper ningrum L., Piper crocatum Ruiz & Pav, Imperata cylindrica (L.) Beauv., Drymoglossum piloselloides (L.) Gaertn., Rosa chinensis Jacq., Rubus moluccanus L./ Rubus glomeratus auct.non Blume, Morinda citrifolia L., Coffea arabica L., Uncaria gambir (Hunter.) Roxb., Triphasia trifolia (Burm.f.) F. Wils., Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse, Citrus aurantifolia Swingle., Clausena excavata Burm, Mimusops elengi L., Eurycoma longifolia Jack., Physalis peruviana L., Datura metel L., Helicteres isora L., Scaphium macropodum (Miq.) Beumee, Camellia sinensis (L.) Kuntze, Vitex trifolia L., Clerodendron fragrans Vent., Zingiber purpureum Roxb, Amomum compactum Soland. ex Maton, Curcuma domestica Val., Zingiber aromaticum Vahl., Curcuma aeruginosa Roxb., Curcuma xanthorrhiza Roxb., Zingiber officinale L.Var.rubrum, Kaempferia galanga L., Curcuma mangga Val & v. Zyp, Curcuma zedoaria (Berg) Rosc., Boesenbergia rutunda (L.) Mansf

Jenis

Lampiran 6 Klasifikasi tumbuhan berdasarkan penggunaannya (lanjutan)

61

 

27

26

No.

Tonikum

Kelompok Penyakit/Penggunaan Pernafasan/THT

Obat kuat, tonikum, tonik, penambah nafsu makan, meningkatkan enzim pencernaan, patah selera, astringen/pengelat dan penggungaan lainnya yang berhubungan dengan tonikum

Asma, batuk, flu, influensa, pilek, sesak, nafas, sakit tenggotokan, TBC, TBC paru dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan saluran pernafasan/THT

Macam Penyakit/Penggunaan

Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees., Allium sativum L., Foeniculum vulgare Mill., Catharanthus roseus (L.) G. Don, Acorus calamus L., Cocos nucifera L., Ageratum conyzoides L., Gynura pseudochina (L) DC., Elephantopus scaber L., Caesalpinia sappan L., Carica papaya L., Benincasa hispida (Thunb.) Cogn., Cajanus cajan Druce, Dicranopteris dichotoma (Thunb.) Bernh., Ocimum sanctum L., Cinnamomum burmanii (Ness). BI., Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval, Michelia alba DC., Hibiscus tiliaceus L., Hibiscus radiatus Willd.ex Roxb., Hibiscus rosa-sinensis L., Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms, Artocarpus communis Forst., Moringa pterygosperma Gaertn., Melaleuca leucadendron L., Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry, Jasminum sambac (L.) W. Ait, Averrhoa bilimbi L., Piper sarmentosum Roxb.ex Hunter., Piper cubeba L., Piper ningrum L., Piper betle L., Cymbopogon nardus L. Rendle, Saccharum officinarum L., Panicum sp., Drymoglossum piloselloides (L.) Gaertn., Rosa chinensis Jacq., Rubus moluccanus L./ Rubus glomeratus auct.non Blume, Morinda citrifolia L., Gardenia jasminoides Ellis, Uncaria gambir (Hunter.) Roxb., Triphasia trifolia (Burm.f.) F. Wils., Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse, Citrus aurantifolia Swingle., Citrus hystrix DC., Murraya paniculata (L.) Jack., Selaginella deoderleinii Hieron, Physalis peruviana L., Datura metel L., Zingiber purpureum Roxb, Amomum compactum Soland. ex Maton, Curcuma domestica Val., Zingiber officinale L.Var.rubrum, Kaempferia galanga L. Alstonia scholaris (L.) R.Br., Acorus calamus L., Arenga pinnata (Wurmb.) Merr., Caesalpinia sappan L., Carica papaya L., Benincasa hispida (Thunb.) Cogn., Davalia solida Sw., Phyllanthus niruri L., Illicium verum Hook.f., Cinnamomum burmanii (Ness). BI., Lycopodium cernum L., Michelia champaca L., Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms, Artocarpus communis Forst., Moringa pterygosperma Gaertn., Myristica fragrans Houtt, Piper ningrum L., Piper betle L., Piper crocatum Ruiz & Pav, Cymbopogon nardus L. Rendle, Uncaria gambir (Hunter.) Roxb., Citrus hystrix DC., Eurycoma longifolia Jack., Scaphium macropodum (Miq.) Beumee, Usnea misaminensis Hott., Zingiber aromaticum Vahl., Curcuma aeruginosa Roxb., Curcuma xanthorrhiza Roxb., Zingiber officinale L.Var.rubrum, Kaempferia galanga L., Curcuma zedoaria (Berg) Rosc.

Jenis

Lampiran 6 Klasifikasi tumbuhan berdasarkan penggunaannya (lanjutan)

62

29

28

No.

Lain-lain

Kelompok Penyakit/Penggunaan Sakit Kepala dan Demam

Limpa bengkak, beri-beri, sakit kuku, sakit sabun, obat tidur, obat gosok, penenang dan penggunaan lainnya yang tidak tercantum di atas

Sakit kepala, pusing, pening, demam, demam pada anak-anak, demam pada orang dewasa, demam menggigil, penurun panas dan penggunaan lainnya yang berhubungan dengan sakit kepala dan demam

Macam Penyakit/Penggunaan

Graptophyllum pictum (L.) Griff., Gendarusa vulgaris Nees, Allium sativum L., Cananga odorata (Lamk.) Hook. f. & Th., Coriandrum sativum L., Alyxia reinwardtii Bl., Gynura pseudochina (L) DC., Blumea balsamifera (L) DC,, Elephantopus scaber L., Durio zibethinus Murr., Caesalpinia sappan L., Cassia siamea Lam., Carica papaya L., Kalanchoe laciniata (L.) DC., Benincasa hispida (Thunb.) Cogn., Jatropha curcas L., Erythrina subumbrans Merr., Orthosiphon aristatus (BI.) Miq, Ocimum basilicum L., Pogostemon cablin Benth., Cinnamomum burmanii (Ness). BI., Michelia champaca L., Michelia alba DC., Hibiscus tiliaceus L., Lansium domesticum Corr., Tinospora crispa (L.) Hook.f. & Thoms, Artocarpus communis Forst., Moringa pterygosperma Gaertn., Melaleuca leucadendron L., Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry, Jasminum sambac (L.) W. Ait, Averrhoa bilimbi L., Piper betle L., Saccharum officinarum L., Imperata cylindrica (L.) Beauv., Echinochloa colonum (L.) Link., Rosa chinensis Jacq., Morinda citrifolia L., Gardenia jasminoides Ellis, Coffea arabica L., Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse, Citrus aurantifolia Swingle., Mimusops elengi L., Usnea misaminensis Hott., Vitex trifolia L., Zingiber purpureum Roxb, Amomum compactum Soland. ex Maton, Zingiber aromaticum Vahl., Curcuma xanthorrhiza Roxb., Zingiber officinale L.Var.rubrum, Kaempferia galanga L., Costus speciosus (Koenig) J.E. Smith., Boesenbergia rutunda (L.) Mansf Alstonia scholaris (L.) R.Br., Acorus calamus L., Ceiba pentandra (L). Gaertn., Kalanchoe laciniata (L.) DC., Lawsonia inermis L., Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry, Datura metel L.

Jenis

Lampiran 6 Klasifikasi tumbuhan berdasarkan penggunaannya (lanjutan)

63

 

Nama Produk

Anak sehat

sakit pinggang

Pil ginseng

Jahe wangi

Beras kencur

Tolak angin

Serbuk telur

Permen jahe wangi

Pegal linu

Kuku Bima

Pegal Linu Ginseng

No.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

Melaleucae Fructus, Retrofracti Fructus, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Languatis Rhizoma, lain-lain (Cyperi Rhizoma, Curcumae Rhizoma, Kaempferia Rhizoma) Eurycomae Radix, Kaempferiae Rhizoma, Zingiberis Rhizoma, Phyllanthi Herba, lain-lain (Languatis Rhizoma, Piperis nigri Fructus, Pimpinellae Radix) Ginseng, Retrofracti Fructus, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Languatis Rhizoma, Cyperi Rhizoma, lain-lain

Sugar, glucosa, Ginger Extract, salt

Oryza sativa, Kaempferia Rhizoma, Burmannii Lignum lain-lain (gula, gula kelapa) Oryza sativa, Foeniculli Fructus, Isorae Fructus, Caryophylli Folium, lain-lain (Zingiberis Rhizoma, Menthae arvensitis Herba, Myristicae Semen). Serbuk kuning telur, sugar

Sugar, Ginger, Pandanus, Lemongrass, Papper, Salt

Curcumae Rhizoma, Curcumae aeruginosae Rhizoma, Zingiberis Rhizoma, Glycirrhizae Radix, Daucus carota (Betakaroten), Imperatae cylindrical, Sukrose, Honey Powder, ekstrak coklat Orthosiphonis Folium, Plantaginis Folium, Imperatae Rhizoma, Simploci Cortex, lain-lain (Phyllanthi Herba, Blumeae Folium, Malaleucae Fructus) Panax Radix, Zingiberis Rhizoma, Kaempferiae Rhizoma

Komposisi

Menghilangkan lelah, pegal linu, nyeri otot dan tulang Menyehatkan dan menyegarka badan

Memelihara kesehatan, meredakan sakit otot pinggang, memelihara daya tahan tubuh

Meredakan pegal linu dan nyeri otot

Memelihara kesehatan

Memelihara kesehatan

Menyegarkan badan, meredakan masuk angin, perut kembung Meredakan masuk angin, meriang, pusing, mual, kembung, sakit perut

Memelihara kesehatan, memelihara daya tahan tubuh Memelihara kesehatan

Meredakan pegal-pegal, sakit pinggang, melancarkan buang air besar

Menambah nafsu makan, menyehatkan badan, mengobati cacingan

Khasiat

Lampiran 7 Komposisi dan khasiat produk jamu yang terdapat di Kota Padang

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

Produsen

64

Nama Produk

Sehat Wanita

Jamu Bersalin

Selesma

Tujuh Angin

Pria Perkasa

Sariawan

Galian Parem

Resikda

Sesak Nafas

No.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

Curcumae Rhizoma, Orthosiphonis Folim, Ligustrinae Lignum, Phyllanthi Herba, lain-lain (Alstoniae Cortex, Tinosporae Caulis, Andrographidis Herba) Foeniculli Fructus, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Zingiberis Rhizoma, Thymi Herba, Caryophylli Folium

Zingiberis Rhizoma, Curcumae Rhizoma, Retrofracti Fructus, Usneae Thallus, lain-lain (Myristicae Semen, Foeniculli Fructus, Parkiae Semen) Zingiberis Rhizoma, Curcumae Rhizoma, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Languatis Rhizoma, lain-lain (Kaempferiae Rhizoma, Retrofracti Fructus, Cubebae Fructus, Imperatae Rhizoma) Retrofracti Fructus, Piperis nigri Fructus, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Mesuae Flos, Baeckeae Folium, lain-lain Melaleucae Fructus, Alyxiae Cortex, Curcumae Rhizoma, Myisticae pericarpium, Calami Rhizoma, lain-lain (Symploci Cortex, Imperatae Rhizoma, Ligustrinae Lignum, Beackeae Folim) Curcumae Rhizoma, Litsea odorifera Folium, Kaempferiae Rhizoma, Zingiberis aromaticae Rhizoma, Phyllanthi Herba, lain-lain

Melaleucae Fructus, Curcumae Rhizoma, Kaempferiae Rhizoma, lain-lain (Equiseti Herba, Usneae Thallus, Zingiberis Rhizoma) Alyxiae Cortex, Parameriae Cortex, Litseae odoriferae Folium, Kaempferiae Rhizoma, Zingiberis aromaticae Rhizoma, lain-lain

Komposisi

Mengobati batuk sesak yang mengganggu pernafasan, Menghilangkan riak, lendir kental yang sukar keluar

Menyehatkan dan menguatkan tubuh sehabis bersalin, embuat perut menjadi kembali langsing dan singset, melancarkan air susu Mengurangi gatal-gatal, mengatasi jerawat

Mengobati pria yang cepat merasa lelah, lesu, kurang bersemangat Membantu mengurangi sariawan

Meredakan masuk angin dengan gejala meriang, pilek, kepala pusing, dan mual

Memperbaiki peredaran darah, membentuk sel-sel darah merah, menguatkan otot-otot perut, menambah nafsu makan dan melancarkan air susu, menambah kesegaran badan dan awet muda Meredakan gejala selesma seperti demem, pusing, hidung tersumbat

Memelihara kesehatan, menyegarkan badan

Khasiat

Lampiran 7 Komposisi dan khasiat produk jamu yang terdapat di Kota Padang (lanjutan)

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

Produsen

65

 

Nama Produk

Galian Montok

Gemuk Sehat

Pas Ma Srong Plus Ginseng

Tangkur Buaya

Tangkur Putih

Tangkur plus Tribulus

Ginseng BenKwat

Tapel Wangi

Pilis

No.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

Tribulus terrestrris Radix Ekstrak, Hippocampus Powder, Muiara puama, Panax ginseng, Eurycamae Radix, Piper retrofracti Fructus Hippocampus powder, Alstoniae Cortex, Zingiberis Rhizoma, Zingiberis Littoralis Rhizoma, Capsicum Annum Fructus, Baeckeae Folium, Piperis Nigri Fructus, Talinum Paniculatum gaerts Tribulus terrestrris Radix ekstrak, Hippocampus Powder, Muiara puama, Siberian ginseng, Pimpenella alpine Herba, Piper retrofracti Fructus Zingiberis Rhizoma, Coriandri Fructus, Pempie acidulae Cortex, Boesenbergiae Rhizoma, piperis nigri Fructus, Artocarpi Lignum, Curcumae Rhizoma, Colae semen, Ginseng radix, Yohimbine Cortex, Corrigents Caryophylli Folium, Leucas lavandulaefoliae Folium, Foeniculi Fructus, Zingiberis Rhizoma, Sesbaniae grandiflorae Folium, Amylum Oryzae Zingiberis Rhizome, Leucas lavandulaefoliae Folium, Foeniculi Fructus, Amylum Oryzae

Curcumae Rhizoma, Caricae Folium, Centellae Herba, Messuae Flos, Retrofracti Fructus, lain-lain (Zingiberis aromaticae Rhizoma, Parameriae Cortex, Coriandri Fructus) Zingiberis aromaticae Rhizoma, Retrofracti Fructus, Caricae Folium, Cyperi Rhizoma, Curcumae Rhizoma, lain-lain Pimpinellae Radix. Eurycomae Radix, Zingiberis Rhizoma, Phyllanthi Herba, Piperis Nigri Fructus, Burmanni Cortex, lain-lain

Komposisi

Meredakan sakit kepala dan mata berkunang-kunang pada wanita sehabis bersalin

Mengencangkan otot perut sehabis melahirkan, meredakan perut kembung

Memelihara kesehatan pria, memperbaiki siklus darah, meredakan sakit otot dan pinggang Membantu memelihara kesehatan, membantu memelihara stamina

Mangobati pencernaan, melancarkan peredaran darah, menambah nafsu makan Menambah stamina dan kesegaran tubuh, memulihkan kesehatan fungsi ginjal, melancarkan buang air seni, memelihara kesehatan tubuh Memelihara kesehatan pria, memperbaiki siklus darah, meredakan sakit otot dan pinggang Memelihara kesehatan pria, memperbaiki siklus darah, meredakan sakit otot dan pinggang

Memeperbaiki nafsu makan, menyegarkan badan

Khasiat

Lampiran 7 Komposisi dan khasiat produk jamu yang terdapat di Kota Padang (lanjutan)

PT. Air Mancur

PT. Air Mancur

PT. Air Mancur

PT. Putro Kinasih

PT. Putro Kinasih

PT. Putro Kinasih

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia P.J. Bintang Mas

PT. Sido Muncul Semarang-Indonesia

Produsen

66

Nama Produk

Sinatren

Cleng Marem

Kuat lelaki Cap Macan

NoSrat

Sehat Pria T-Putih

Putih Salju

Encok

Lulur Arum Dalu

Kesen & Wangi

Nafsu Makan

No.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

Piperis Fructus, Zingiberis Rhizoma, Cinamomi Cortex, Curcuma Rhizoma, lain-lain Phyllanthi Herba, Hippocampus pulveratum, Leucaenae glaucae Semen, Piperis retrofractum Fructus, Piperis nigri Fructus, Kaempferiae Rhizoma, Centellae Herba, Foeniculli Fructus Zingiberis Rhizoma, urycomae Radix, Panacis Radix Zingiber Rhizoma, Piperis nigri Fructus, Orthosiphonis Folium, Languatis Rhizoma, Retrifracti Fructus Retrofracti Fructus, Hippocampus pulveratus, Curcumae domesticae Rhizoma, Kaempferia Rhizoma, Panax ginseng Radix, Centella asiatica, Orthosiphonis Folium, Languatif Rhizoma Alyxia Cortex, Massoia Cortex, Centella Herba, Panchyrrhyzus Tubera Orthosiphonis Folium, Piperis nigri Fructus, Phylanthi Herba, Equisetti Herba, Retrofacti Fructus Oryza sativa starch, Curcuma heynaena root extract, Foeneraeci semen, Santalum album Wood extract, Curcuma domestica root extract, Murraya excotica leaf extract Arecae Semen, Granati Cortex, Galae Fructus, Alyxia Cortex, Piperis Folium, Parameriae Cortex, Elaeocarpus Fructus, Guazumae Folium, Curcumae domesticate Rhizoma, Zingiberis Rhizoma Isorae Fructus, Kaempferia Rhizoma, Zingiberis Americana Rhizoma, ingiberis Rhizoma, Plantaginis Folium, Zingiberis Aromatica Rhizoma

Curcumae xantorhizae Rhizoma, Alpinae galangal Rhizoma, Zingiberis purp, Rhizoma, lain-lain

Komposisi

Membantu memperbaiki nafsu makan

Mengurangi lendir yang berlebihan dan bau tidak sedap pada organ kewanitaan

Meredakan sakit akibat asam urat, pegal linu, bengkak pada kaki, lutut dan jari Memelihara kesehatan, menyegarkan badan, memulihkan stamina, memperbaiki sirkulasi darah, meredakan sakit otot pinggang, melancarkan air seni Memelihara kesehatan kulit, meringankan jerawat Meredakan encok, mengurangi nyeri persendian Membantu menghaluskan kulit, membersihkan dan mengharumkan kulit

Memelihara kesehatan, memelihara stamina, memelihara kesehatan ginjal, memperlancar buang air seni

Rheumatik / encok, darah tinggi, demam malaria, disentri, sesak nafas, sakit pinggang / pegal linu, penyakit kulit / gatal-gatal, eksim basah / eksim kering, syaraf tegang, panas dalam, keputihan Pegel linu, lesu, mules, batuk

Khasiat

Lampiran 7 Komposisi dan khasiat produk jamu yang terdapat di Kota Padang (lanjutan)

Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia

Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia

Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia

Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia

Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia

Aroma Dasamuka

PT. Eka Mukti Perkasa

Produsen

67

 

RA-SI (Bersih Darah)

Sehat Pria Prakoso

Gadis Remaja

Sakit pinggang

Sekalor

Sehat Pria-JAKULA

Apusirih

Sabdo Raket Wangi

41.

42.

43.

44.

45.

46.

47.

Nama Produk

40.

No.

Parameniae Cortex, Terminaliae billiricae Fructus, Kaempferiae angustifoliae Rhizoma, Quercinae Gallae, lainlain

Piperis Folium, Curcumae Rhizoma, Amomi Fructus, Curmini Fructus, lain-lain

Piperis retrifractum Fructus, Equisetti Herba, Orthosiphonis Folium, Zingiberis Rhizoma, Imperatae Rhizoma, Phylantii Herba Coriandri Fructus, Myristicae Semen, Centellae Folium, Physali Folium, Alstoniae Cortex, Curcumae domesticate Rhizoma Piperis Albi Fructus, Nigellae Semen, Foenigraeci Semen, lain-lain

Alyxia Cortex, Ligustrinae Lignum, Andrographidis Herba, Myristicae Semen, Zingiber Rhizoma, Curcumae domesticae Rhizoma, Nigellae Semen, Phyllanthi Herba, Panacis Radix, Curcumae domestika Rhizoma, Retrofracti Fructus, Leucaenae glaucae Semen, Piperis retrofactum Fructus, Zingiberis aromatic Rhizoma Alyxia Cortex, Gallae Fructus, Boesenbergiae Rhizoma, Curcumae aeruginose Rhizoma, Phylanti Herba, Coriandri Fructus, Arecae Semen, Guazumae Folium

Komposisi

Memebantu meredakan sakit kepala, pening, demam dan pilek, menyegarkan badan Menyehatkan dan menyegarkan badan, menambah tenaga, melancarkan jalannya urin, mengurangi sakit pinggang, lesu, dan pegal linu, menambah nafsu makan dan membuat tidur lebih nyenyak Mangharumkan bagian bawah kewanitaan, mengurangi keputihan, membersihkan sisa darahsehabis melahirkan, membuat kulit badan halus berseri, meningkatkan keharmonisan hubungan suami istri Mengurangi lendir yang berlebihan dan bau yang kurang sedap, mencegah keputihan, membuat awet muda

Membantu mengatur berat badan, memlihara kesehatan kulit agar tidak berjerawat, mengurangi lendir yang berlebihan dan bau kurang sedap pada kewanitaan (keputihan) Membantu meredakan sakit otot pinggang, pegal linu dan sakit kepala

Membantu memelihara stamina dan menyegarkan badan

Membantu mengurangi gatal-gatal

Khasiat

Lampiran 7 Komposisi dan khasiat produk jamu yang terdapat di Kota Padang (lanjutan)

Sabdo Palon Sukoharjo-Indonesia

Sabdo Palon Sukoharjo-Indonesia

Binari Herbal Merketing Tanggerang-Jakarta

Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia

Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia

Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia

Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia

Gujati 59 Utama Surakarta-Indonesia

Produsen

68

Nama Produk

Sabdo Sepet Wangi

Subur Kandungan

Sehat Pria Tangkur

Sabdo Lancar Haid

Sari Rapet

No.

48.

49.

50.

51.

52.

Alyxiae Cortex, Glycymhizae Radix, Imperatae Rhizoma, Paramariae Cortex, Kaempferiae angustifoliae Rhizoma, lainlain

Curcumae Rhizoma, Languastis Rhizoma, Alyxiae Cortex, Piperis nigri Fructus, lain-lain

Languatis Rhizoma, Curcumae Rhizoma, Zingiberis Rhizoma, Zingiberis purpurei Rhizoma, lain-lain

Curcumae Rhizoma, Centellae Herba, Zingiberis purpurei Rhizoma, Burmannii Cortex, lain-lain

Zigniber americansis Rhizoma, Curcumae heyneanae Rhizoma, Murryae Folium, Guazumae Folium, lain-lain

Komposisi Membantu meluruhkan lemak yang berlebihan, melangsingkan badan, mengecilkan perut, membantu merapatkan dan menghilangkan bau kurang sedap pada bagian kewanitaan Memelihara kesehatan rahim, menjaga kesehatan badan, maningkatkan kesuburan kandungan / rahim Memulihkan kesehatan dan kekuatan tubuh pria, melancarkan peredaran darah , menghilangkan rasa lelah, membangkitkan tenaga baru dan menyegarkan cahaya muka Membantu melancarkan serta meredakan rasa sakit dan nyeri pada saat haid, menyegarkan badan Mencegah keputihan serta bau dan lendir pada organ intim wanita

Khasiat

Lampiran 7 Komposisi dan khasiat produk jamu yang terdapat di Kota Padang (lanjutan)

Sabdo Palon Sukoharjo-Indonesia

Sabdo Palon Sukoharjo-Indonesia

Sabdo Palon Sukoharjo-Indonesia

Sabdo Palon Sukoharjo-Indonesia

Sabdo Palon Sukoharjo-Indonesia

Produsen

69

70

RIWAYAT HIDUP AGRINI VERA UTARI lahir di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 24 Agustus 1990, putri kedua dari enam bersaudara pasangan bapak Amrul dan ibu Ismawati. Penulis mengawali pendidikan di TK Cemara Semen Padang pada tahun 1995, kemudian pada tahun 1996 melanjutkan sekolah di SD Negeri 07 Padang. Tahun 2002–2005 penulis melanjutkan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 21 Padang dan Sekolah Menengah Atas di SMA Swasta Semen Padang pada tahun 2005–2008. Pada tahun 2008 penulis diterima sebagai mahasiswa program S1 (Sarjana) di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI. Semasa perkuliahan di IPB, penulis terlibat dalam beberapa kegiatan organisasi yaitu Rimbawan Pecinta Alam (RIMPALA), Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA), Kelompok Pemerhati Goa (KPG) dan Kelompok Pemerhati Ekowisata (KPE). Selain organisasi kemahasiswaan kampus, penulis juga aktif di organisasi mahasiswa daerah IPMM (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Minang) dan HIMAPD (Himpunan Mahasiswa Padang-Pariaman). Penulis pernah melaksanakan praktek dan kegiatan lapangan antara lain Eksplorasi Flora, Fauna dan Ekowisata Indonesia (RAFFLESIA) di Cagar Alam Burangrang, Jawa Barat pada tahun 2010, Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan (PPEH) di Baturraden dan Cilacap, Jawa Tengah pada tahun 2010, Ekspedisi Studi Konservasi Lingkungan (SURILI) di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah pada tahun 2010, Praktek Pengelolaan Hutan (PPH) di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat pada tahun 2011 dan Praktek Kerja Lapang Profesi (PKLP) di Taman Nasional Meru Betiri, JemberBanyuwangi, Jawa Timur pada tahun 2012. Penulis juga aktif membuat karya ilmiah yang dipublikasikan antara lain: “Konservasi Kawasan Pasirpawon sebagai Situs Keramat Alami” dalam program PKM AI DIKTI pada tahun 2010 dan “Conserving Cultural and Biological Recources Of Pasirpawon As Sacred Natural Site” sebagai penulis ketiga dalam program Asian Trans – Disciplinary Karst Conference 2011 – Yogyakarta. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kehutanan di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, penulis menyelesaikan skripsi berjudul “Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan di Kota Padang, Sumatera Barat” dibawah dibimbing Dr Ir Agus Hikmat, MScF dan Ir Siswoyo, MSi.