PENGARUH BRAND AWARENESS, BRAND IMAGE, DAN BRAND

Download serta aksesoris handphone khusus Oppo. Smartphone. Oppo Smartphone tidak dalam posisi teratas dalam jumlah penjualan yang dikarenakan masih...

2 downloads 951 Views 599KB Size
PENGARUH BRAND AWARENESS, BRAND IMAGE, DAN BRAND TRUST TERHADAP MINAT BELI PRODUK OPPO SMARTPHONE DI KOTA PADANG (Studi Kasus Oppo Center Pattimura No. 20A Padang)

JURNAL

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA 1)

Oleh : MAYA SARI. S 12090163

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG 2017

PENGARUH BRAND AWARENESS, BRAND IMAGE, DAN BRAND TRUST TERHADAP MINAT BELI PRODUK OPPO SMARTPHONE DI KOTA PADANG (Studi Kasus Oppo Center Pattimura No. 20A Padang) Oleh Maya Sari. S1,Sri Wahyuni, M.Pd 2,Hayu Yolanda Utami, MBA3 1 Mahasiswa–prodi-pendidikan-ekonomi 23 Dosen STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected] [email protected] [email protected] ABSTRAK Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan asosiatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli ataupun memakai Oppo Smartphone di Kota Padang.Sampel berjumlah 60 orang dengan teknik pengambilan sampel berupa Purposive Sampling.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis induktif dengan bantuan program SPSS versi 16.0 dan Eviews versi 6.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (X1) sebesar 0,211. Nilai koefisien regresi ini signifikan karena nilai thitung sebesar 2,405 > ttabel sebesar 2,00. (2) brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (X2) sebesar 0,417. Nilai koefisien regresi ini signifikan karena nilai thitung sebesar 4,078 > ttabel sebesar 2,00. (3) brand trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (X3) sebesar 0,517. Nilai koefisien regresi ini signifikan karena nilai thitung sebesar 4,103 > ttabel sebesar 2,00. (4) brand awareness, brand image, dan brand trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Dimana diperoleh nilai F hitung 210,017 > Ftabel 2,77. Kata kunci: Minat beli, brand awareness, brand image, dan brand trust ABSTRACT The method used in this research is descriptive and associative. The population in this study is consumers who buy or use Oppo Smartphone in Padang. The sample was 60 and the sampling technique used was purposive sampling. Data analysis technique used is descriptive analysis and inductive analysis with SPSS version 16.0 and Eviews version 6. The results showed that: (1) positive effect on brand awareness and significant on buying interest, which is indicated by the regression coefficient (X1) of 0,211. The regression coefficient is significant because the value of t-count 2.405> t-table 2.00.(2) positive effect on brand image and significant impact on buying interest, which is indicated by the regression coefficient (X2) of 0.417. The regression coefficient is significant because the value of t-count 4.078> t-table 2.00. (3) positive effect brand trust and significant positive effect on the buying interest, which is indicated by the regression coefficient (X3) of 0,517. The regression coefficient is significant because the value of tcount 4.103> t-table 2.00. (4) positive effect brand awareness, brand image, and brand trust and significant on buying interest. Where value of F-count 210.017> F-tabel 2.77. Keyword : buying interest, brand awareness, brand image, and brand trust

PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dewasa ini semakin meningkat. Berbagai teknologi baru diciptakan, teknologi telekomunikasi. Teknologi komunikasi dikembangkan tidak hanya untuk keperluan berkomunikasi, tetapi juga keperluan aktualisasi diri. Meningkatnya kebutuhan tersebut mendorong kebutuhan akangadget yang bisa mengerjakan segala hal menggantikan fungsi komputer mulai dari komunikasi, push email, belanja online, browsing, bahkan sekedar update status di media sosial.Kecendrungan inilah menyebabkan keperluan smartphone semakin meningkat bahkan menjadi kebutuhan hidup. Dilihat dari keadaan diatas dari perspektif pemasaran pada situasi persaingan yang demikian, maka agar dapat keluar sebagai pemenang, manajemen perusahaan dituntut untuk dapat mendesain dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang mampu menciptakan, mempertahankan dan meningkatkan minat beli konsumen akan produk yang ditawarkan perusahaan. Dalam meningkatkan persaingan masingmasing perusahaan harus dapat memenangkan persaingan tersebut dengan menampilkan produk yang terbaik dan dapat memenuhi selera pelanggan yang selalu berkembang dan berubah-ubah (Kotler, 2002:34). Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan dari telepon genggam saat ini adalah ponsel pintar (smartphone).Perusahaan yang pada saat ini berada dalam persaingan industri telepon selular diantaranya adalah:Samsung, Oppo, Apple, Lenovo, Huawei, Sony, Nokia, Blackberry, dan lain-lainnya. Masingmasing perusahaan berusaha memiliki keunggulan untuk bersaing, baik dari segi harga, kualitas, merek, dan berusaha mendiferensiasikan produknya agar mempunyai keunikan dan karakteristik tersendiri sehingga dapat menimbulkan daya tarik. Smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, kadang-kadang dengan fungsi yang menyerupai komputer.Belum ada standar pabrik yang menentukan arti smartphone.Bagi sebagian orang, telepon pintar merupakan telepon yang bekerja menggunakan seluruh perangkat lunak

sistem operasi yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang lainnya, smartphone hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fiktur canggih sepertie-mail (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik(e-book), dan aplikasi media lainnya. Dengan kata lain, smartphone merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon(www.wikipedia.org). Berikut adalah data Top Brand KategoriSmartphonedi Indonesia Tahun 2016: Tabel 1.Data Top Brand Kategori Smartphonedi Indonesia Tahun 2016

Smartphone Merek TBI T

Samsung Nokia Blackberry IPhone Smartfren Lenovo Oppo Asus

43.4% 10.9% 9.8% 5.8% 5.4% 4.0% 3.4% 3.2%

TOP

TOP TOP

Sumber: Top Brand Award (2016) Dari tabel 1 diatas terlihat bahwa Oppo berada pada urutan ketujuhTop Brand Awardyang mana urutan pertama diperoleh oleh Samsung, urutan kedua Nokia,kemudian disusul oleh Blackberry diurutan ketiga, kemudian Iphone diurutan keempat, Smartfren diurutan kelima, Lenovo diurutan keenam, dan terakhir Asus diurutan kedelapan. Sesuai dengan data top brand award dikatakan Oppo berada diurutan ketujuh top brand award, itu artinya Oppo Smartphone masih belum mampu mempertahankan keandalan produk khususnya merek yang dipasarkannya. Oppo Smartphone adalah salah satu merek handphone yang berasal dari Negara China dan sudah masuk ke Indonesia.Alasan memilih produk Oppo Smartphone sebagai objek penelitian karena Oppo Smartphone adalah suatu produk yang baru saja muncul lebih kurang 4 tahun belakang ini di Indonesia.Persaingan didunia teknologi yang semakin lama kian menarik dan Oppo

Smartphone salah satu pabrikan handphone yang namanya sudah mulai dikenal dikalangan masyarakat khususnya di daerah Kota Padang. Selain itu alasan memilih di Oppo Center Jl. Pattimura No.20A karena merupakan counter resmi Oppo Smartphone yang menyediakan jasa penjualan, service, serta aksesoris handphone khusus Oppo Smartphone. Oppo Smartphone tidak dalam posisi teratas dalam jumlah penjualan yang dikarenakan masih minimnya minat beli produk Oppo Smartphone, dan ketatnya persaingan yang terjadi di era Smartphone.Untuk dapat meningkatkan penjualan, Oppo Smartphone harus lebih memperhatikan strategi untuk dapat meningkatkan penjualan. Berikut data berdasarkan laporan Trandforce Tahun 2014-2016: Tabel 2: Data Market Share Oppo Smartphone Tahun 2014-2016 No

2014 Company 1 2 3

Samsung Apple Lenovo+ Motorola Huawei LG Xiaomi Coolpad OPPO TCL ZTE Others

4 5 6 7 8 9 10 Total

2015 Market Share 27,8% 16,4% 7,9%

Company

6,2% 5,4% 5,2% 4,2% 3,7% 3,3% 3,1% 16,6% 1,172.3

Xiaomi Lenovo LG TCL OPPO BBK/VIVO ZTE Others

Samsung Apple Huawei

2016 Market Share 24,8% 17,5% 8,4%

Company

5,6% 5,4% 5,3% 4,0% 3,8% 3,3% 3,1% 18,8% 1,292.7

Lenovo Xiaomi LG TCL OPPO BBK/VIVO ZTE Others

Samsung Apple Huawei

Market Share 22,2% 16,8% 9,3% 6,1% 5,8% 5,0% 4,0% 3,9% 3,4% 3,1% 20,3% 1,397.1

Sumber: TrendForce, Januari (2016)

Dari tabel 2diatas terlihat bahwa Oppo berada pada urutan kedelapan diawal kemunculannya di tahun 2014, 2015 dan 2016 dengan market sharesebesar 3,7 % di tahun 2014 sebesar 3,8 % di tahun 2015 dan 3,9% 2016. Sedangkan yang beradadiurutan pertama diperoleh oleh Samsung, urutan kedua Apple,kemudian disusul oleh Huaweidiurutan ketiga, kemudian Lenovo diurutan keempat, Xiomi diurutan kelima, LG diurutan keenam, TCL diurutan ketujuh dan urutan sembilan dan sepuluh diperoleh BBK/VIVO dan ZTE, serta perusahaan handphone lainnya. Sesuai dengan data market share versi TrendForce, Oppo mengalami peningkatan persentase sebesar 0,1% dari tahun 2014 ke tahun 2015 kemudian ke 2016, itu artinya keberhasilan ini mengangkat Oppo Smartphone dalam pangsa pasar smartphone secara global ke posisi delapan pemain utama. Walaupun sedikit kenaikan setidaknyaberdampak pada peningkatan minat beli produk terutama di Indonesia, khususnya di kota Padang. Perkembangan OppoSmartphone di Sumatera Barat mendapatkan respon yang

baik oleh masyarakat, khususnya di Padang.Berdasarkan catatan yang dikeluarkan OppoSmartphone Jl. Pattimura No. 20A, penjualan handphone OppoSmartphone cukup pesat.Berikut Data Penjualan Oppo Smartphone di kota Padang Tahun 2015. Tabel 3: Data Penjualan Oppo Smartphone di Kota Padang Tahun 2015 No 1 2 3 4 5

Tipe Handphone Jumlah (unit) Oppo Mirror 5 90 Oppo Neo 5 88 Oppo Neo 3 82 Oppo Joy 63 Oppo R7 series (Lite 58 & Plus) 6 Oppo Yoyo 51 7 Oppo Joy 3 43 8 Oppo Neo K 36 9 Oppo R5 27 10 Oppo Mirror 3 27 Sumber: Oppo Center Jl. Pattimura No.20A Padang (2015)

Berdasarkan tabel 3 diatas dapat dilihat bahwa tipe/merek keluaran Oppo Smartphone yang paling diminati oleh konsumen di kota Padang. Terlihat deretan 10 tipe yang paling tinggi reting penjualannya di Tahun 2015.Diantaranya tipe Oppo Mirror 5 urutan pertama dengan total terjual sebanyak 90 unit, kemudian disusul Oppo Neo 5 urutan kedua dengan total terjual sebanyak 88 unit, Oppo Neo 3 urutan ketiga dengan total terjual sebanyak 82 unit, Oppo Joy urutan keempat dengan total terjual sebanyak 63 unit, Oppo R7 Series urutan kelima dengan total terjual sebanyak 58 unit, Oppo Yoyo urutan keenam dengan total terjual sebanyak 51 unit, Oppo Joy 3 urutan ketujuh dengan total terjual sebanyak 43 unit, Oppo Neo K urutan kedelapan dengan total terjual sebanyak 36 unit, serta Oppo R5 urutan kesembilan dengan total terjual 27 unit dan Oppo Mirror 3 kesepuluh dengan total terjual sebanyak 27 unit. Oppo Mirror 5 merupakan tipe Oppo Smartphone terbaru yang mengalami peningkatan yang cukup cepat diawal kemunculannya masuk di kota Padang khususnya pada Oppo Center Jl. Pattimura No.20A pada pertengahan Tahun 2015. Oppo Mirror 5 juga bagian dari Oppo Mirror Series yang sebelumnya sudah lebih dulu

dipasarkan yakni Oppo Mirror, Oppo Mirror 3. Oppo Mirror 5 langsung diminati masyarakat dan langsung berada pada urutan pertama penjualan mengalahkan penjualan Oppo Neo Series yakni Oppo Neo, Oppo Neo K, Oppo Neo 3 dan Oppo Neo 5 yang sudah lebih dulu dipasarkan pada awal akhir Tahun 2014 dan awal 2015. Minat beli merupakan kecendrungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian (Assael, 2000) dalam jurnal (Semuel, 2014:3). Keputusan untuk membeli dipengaruhi oleh nilai produk yang dievaluasi. Apabila manfaat yang dirasakan lebih besar dibanding pengorbanannya maka biasanya pembeli akan menolak untuk membeli umumnya akan beralih mengevaluasi produk lain yang sejenis. Kesadaran merek merupakan suatu penerimaan dari konsumen terhadap suatu merek dalam benak mereka, dimana hal itu ditunjukkan dari kemampuan konsumen dalam mengingat dan mengenali ciri khas sebuah merek, dan mengaitkannya kedalam kategori tertentu.Meningkatkan kesadaran adalah suatu mekanisme untuk meningkatkan pangsa pasar (Setyawan, 2011:22). Berdasarkan data penjualan selama Tahun 2015, Mirror 5 urutan pertama penjualan terlaris meskipun diawal kemunculannya pertengahan Tahun 2015 tetapi Mirror 5 langsung menduduki produk Oppo yang paling diminati.Ini menandakan pengenalan merek Oppo tipe Mirror 5 tidak terlepas pada tipe awal yakni Oppo Mirror yang lebih dulu dipasarkan kemudian diperkenalkan lagi Oppo tipe Mirror 3 dan kemudian tipe terbaru yakni Mirror 5.Fenomena ini menyimpulkan bahwa Oppo Series Mirror diterima oleh konsumen Oppo Smartphone, dibuktikan dengan tingginya angka penjualan mengalahkan Oppo Series Neo yang lebih dulu dipasarkan. Selainbrand awareness (kesadaran merek), minat beli produk juga dipengaruhi olehbrand image. Brand image merupakan interpretasi akumulasi berbagai informasi yang diterima konsumen (Simamora, 2002:149).Menurut (Kotler, 2006:443) yang menginterpretasi adalah konsumen dan yang diinterpretasikan adalah informasi.Informasi

citra dapat dilihat dari logo atau simbol yang digunakan oleh perusahaan untuk mewakili produknya.Menurut Biel dalam jurnal penelitian (Setyaningsih, 2004:149) indikator-indikator yang membentuk citra merek adalah: (1) Citra Korporat, (2) Citra Produk / konsumen, dan (3) Citra Pemakai. Berikut data prestasi OppoSmartphone dengan produk pesaing sejenis : Tabel 4: Data Prestasi Oppo Smartphone Dengan Produk Pesaing Sejenis No 1

Nama Perusahaan Smartphone Oppo

Prestasi Yang Diraih a.

b.

c.

d. e.

f.

g. h.

2

Asus

a.

b.

c.

5 besar produsen smartphone Indonesia pada periode kuartal pertama 2016 versi GfK. F1 dan F1plus mendapatkan penghargaan The Best Camera Smartphone dari Seluler Award 2016, dengan sejak diluncurkan pada Februari dan April. Smartphone terbaru oppo F1 dan F1plus telah menyumbang sekitar 30% dari total penjualan oppo secara nasional. Sudah memiliki 15.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Penghargaan kategori Best Android Smartphone Camera 2016 Versi Jalantikus.com Penghargaan kategori Best Brand dari Trans TV, Trans 7 dan Detik.com Indonesia Best Brand Index SWA Magazine. TOP Smartphone (Low – end Market) 2016 untuk oppo Smartphone versi I Tech Magazine. Pertumbuhan 17,1% dengan pengapalan 29,3 juta unit selama setahun. Dari laporan itu terungkap Asus menjadi juara di pasar penjualan Smartphone Indonesia dengan pangsa pasar 22%. Urutan kedua merek smartphone paling laris di Indonesia dengan penjualan 4,7 juta smartphone versi IDC tahun 2015. Urutan ketiga data penjualan smartphone terlaris tahun 2016 versi IDC, yang mana pada urutan pertama diraih Samsung dan urutan kedua diraih oleh Oppo Smartphone.

Sumber: IDC, Januari (2016)

Sementara itu, pada keunggulan Oppo Mirror 5 begitu banyak jika dibandingkan dengan kekurangan yang dimiliki smarphone Oppo Mirror 5. Berikut spesifikasi Oppo Mirror 5: Mendukung fitur dual SIM GSM, koneksi internet sudah support 4G LTE, ukuran layar 5 inci sangat pas digenggaman, memori internal 16GB, memori eksternal menggunakan microSD hingga 128GB, RAM 2GB sangat nyaman pada saat melakukan multitasking, prosesor quad core 1.2 GHz 64Bit, OS android lollipop yang sudah dimodifikasi dengan Color OS, serta kapasitas baterai 2420 mAh.

Selain brand awareness, dan brand image minat beli juga dipengaruhi oleh brand trust (kepercayaan merek). Brand trust didefenisikan sebagai rasa aman yang dimiliki oleh pemakai produk, dalam interaksinya dengan sebuah merek yang didasarkan pada persepsi bahwa merek tersebut dapat dipercaya dan memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan konsumen (Keller 2003) dalam jurnal (Semuel, 2014:2). Perusahaan Oppo Smartphone terus melakukan pembenahan akan kualitas produk yang ia pasarkan. Salah satunya dengan adanya counter resmi Oppo Smartphone di kota Padang ialah Oppo Center Jl. Pattimura No.20A yang selalu meningkatkan pelayanan dalam segi penjualan, service, serta accessories handphone khususOppo Smartphone. Selain itu tersedia cara pemakaian produk, menyediakan saluran komunikasi khusus bagi konsumen menggambarkan kepeduliaan Oppo Smartphone pada kosumen. Kemudian adanya jaminan berupa garansi pada produk Oppo Smartphone menggambarkan niat baik perusahaan pada konsumen sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kepentingan yang sama dengan konsumen yaitu untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Berdasarkan fenomena di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian kembali dengan judul “Pengaruh Brand Awareness, Brand Image, dan Brand Trust terhadap Minat Beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang)”.

Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan kenyataan yang ada dilapangan, maka penulis mengidentifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Oppo Smartphone masih belum mampu mempertahankan keandalan produk khususnya merek yang dipasarkannya. 2. Masih rendahnya tingkat kenaikan persentase angka penjualan Oppo Smartphone tiap tahunnya. 3. Keberhasilan Oppo diawal kemuculannya dipasarkan tidak terlepas dari kesadaran akan merek handphone dengan series yang sama

4.

yakni Oppo Mirror yang sudah lebih dulu hadir dan dipasarkan. Masih kurangnya sales counter resmi Oppo Smartphone serta masih kurangnya jaminan yang diberikan dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen Oppo Smartphone.

Rumusan Masalah

Berdasarkan

latar

belakang

masalah, rumusan masalah penelitian ini adalah: 1.

2.

3.

4.

Bagaimana pengaruh brand awareness terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang)? Bagaimana pengaruh brand image terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang)? Bagaimana pengaruh brand trust terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang)? Bagaimana pengaruh brand awareness, brand image, dan brand trust secara bersama-sama terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang)?

Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut untuk mengetahui: 1. Pengaruh brand awareness terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). 2. Pengaruh brand image terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). 3. Pengaruh brand trust terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). 4. Pengaruh brand awareness, brand image, dan brand trust terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang).

LANDASAN TEORI Minat Beli (Y) Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan dengan sikap, individu yang berminat terhadap suatu objek akan mempunyai kekuatan atau dorongan untuk melakukan serangkaian tingkah laku untuk mendekati atau mendapatkan objek tersebut (Gunarso, 2005) dalam jurnal (Gersom, 2013:3). Minat beli (willingness to buy) merupakan bagian dari komponen perilaku dalam sikap mengkonsumsi. (Doods, dkk, 1991) dalam (Bernard, 2004) dalam jurnal (Sulistyari, 2012:3) menyatakan bahwa minat beli (willingness to buy) didefinisikan sebagai kemungkinan bila pembeli bermaksud untuk membeli produk. Minat beli merupakan perilaku konsumen yang menunjukkan sejauh mana komitmennya untuk melakukan pembelian. Indikator Minat Beli Menurut (Ferdinand, 2006) dalam jurnal (Arista, 2011:4), minat beli dapat diidentifikasikan melalui indikator-indikator sebagai berikut: 1) Minat transaksional 2) Minat referensial 3) Minat preferensial Brand Awareness (X1) Menurut (Ferrina dewi, 2008:173) kesadaran terhadap merek direfleksikan dalam kemampuan konsumen mengidentifikasi merek dalam berbagi situasi yang berbeda. Kemampuan konsumen akan ditentukan juga oleh derajat motivasinya. Ketika konsumen berada dalam situasi pembelian dengan motivasi yang tinggi, maka konsumen akan menentukan lebih banyak waktu dalam proses pengambilan keputusan agar mendapatkan lebih banyak waktu untuk menjadi familiar pada merek. Indikator Brand Awareness (Kesadaran Merek), menurut (Durianto dkk, 2001:54) ada tiga indikator kesadaran merek (brand awareness), yaitu: 1) Top Of Mind 2) Brand Recall 3) Brand Recognition Brand Image(X2) Citra merek (brand image) merupakan aspek yang sangat penting dari

merek dan dapat didasarkan kepada kenyataan atau fiksi tergantung bagaimana konsumen mempersepsi. Citra merek (brand image) cenderung kepada sistematik memori tentang merek yang berisi intepretasi pasar target terhadap atribut produk, manfaat, situasi, penggunaan, pengguna dan karakteristik perusahaan. Selanjutnya citra merek terdiri dari pengetahuan merek dan situasi mengkonsumsi seperti evaluasi dari perasaan dan emosi (respon selektif) yang berasosiasi dengan merek (Sitinjak, 2005) dalam skripsi (Kumalasari, 2013:60). Indikator Brand Image (Citra Merek) Menurut Biel dalamjurnal penelitian (Setyaningsih, 2004:54) indikator-indikator yang membentuk citra merek adalah: 1) Citra Korporat 2) Citra Produk/Konsumen 3) Citra Pemakai Brand Trust(X3) Menurut (Delgado-Ballaster, 2003) dalam jurnal (Semuel,2014:2), Kepercayaan merek adalah perasaan aman yang dimiliki konsumen akibat dari interaksinya dengan sebuah merek, yang berdasarkan persepsi bahwa merek tersebut dapat diandalkan dan bertanggung jawab atas kepentingan dan keselamatan dari konsumen. Brand trust didefinisikan sebagai rasa aman yang dimiliki oleh pemakai produk, dalam interaksinya dengan sebuah merek yang didasarkan pada persepsi bahwa merek tersebut dapat dipercaya dan memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan konsumen, (Keller 2007:27). Kepercayaan merek merupakan sebuah perilaku kerelaan konsumen pada umumnya untuk bergantung pada kemampuan merek tersebut menggambarkan fungsi produknya, (Chaudhuri & Holbrook 2001:65). Indikator Brand Trust (Kepercayaan Merek), menurut (Ballaster, 2001)dalam jurnal (Semuel,2014:2)ada dua indikator variabel yang mempengaruhi kepercayaan merek (brand trust): 1) Brand Reliability 2) Brand Intentions

HIPOTESIS 1. Diduga terdapat pengaruh signifikan antara brand awareness terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). : =0 : ≠0 2. Diduga terdapat pengaruh signifikan antara brand image terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). : ≠0 : =0 3. Diduga terdapat pengaruh signifikan antara brand trust terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). : ≠0 : =0 4. Diduga tidak terdapat pengaruh signifikan secara bersama-sama antara brand awareness, brand image danbrand trust terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). : =0 : ≠0 METODOLOGI PENELITIAN Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang ingin dicapai, maka jenis penelitian ini adalah berupa deskriptif dan asosiatif. Menurut (Iskandar, 2009:19) penelitian deskriptif dan asosiatif ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan desain penelitian deskriptif dan asosiatif, maka penelitian memungkinkan untuk menggambarkan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan mengembangkan teori yang memiliki validitas yang universal (Arikunto, 2010:3).Penelitian ini termasuk penelitian

asosiatif karena bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara dua variabel atau lebih yaitu pengaruh brand awareness, brand image, dan brand trust terhadap minat beli Oppo Smartphonedi Kota Padang (Studi kasus Oppo Center Jl. Pattimura, No. 20A).Penelitian ini penulis lakukan pada bulan Desember 2016 di Oppo Center Pattimura No. 20A Padang yaitu konsumen yang menggunakan produk Oppo Smartphone di Kota Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang menggunakan Oppo Smartphonedi Kota Padang. Yang menjadi sampel adalah 60 orang responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive samplingJumlah variabel dalam penelitian ini sebanyak empat (independen+dependen) yang terdiri atas minat beli, brand awareness, brand image, dan brand trust.Oleh karena itu berdasarkan pendapat Roscoe, sampel minimal untuk penelitian ini (4x15=60), dengan menggunakan empat variabel, dalam satuan variabel ditetapkan untuk 15 sampel.Untuk itu dalam penelitian ini, peneliti menetapkan responden sebanyak 60 dengan pertimbangan tingkat kevalidan jawaban responden semakin tinggi. Teknik Analisa Data 1. Analisis Deskriptif 2. Analisis Induktif Sebelum melakukan penelitian terhadap responden, terlebih dahulu dilakukan uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui Validitas dan Reliabilitas. Suatu instrument dinyatakan valid (sah) jika pertanyaan pada suatu angket mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh angket tersebut. Pernyataan dinyatakan valid jika corrected item total correlation> 0,361. Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk (Gozali, 2012:48). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70.Untuk mengukur reliabilitas dari suatu instrumen dalam penelitian ini,

peneliti melihat nilai Cronbach Alpha dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 16.0 .

Descriptive Statistics N

Skewness

Statistic

Statistic

Standardized Residual

60

Valid N (listwise)

60

Kurtosis Std. Error Statistic

.171

.309

Std. Error

1.893

.608

Hasil Uji Validitas Keterangan Variabel Valid Tidak Valid Y 12 1 X1 9 0 X2 9 0 X3 6 0 Sumber :Olahan Data SPSS (Peneliti),2016

Hasil Uji Multikolinearitas Salah satu cara untuk menguji gejala multikolinearitas dalam model regresi adalah dengan metode auxiliary regression gejala multikol terjadi karena satu atau lebih variabel bebas berkorelasi secar linier dengan variabel babas lainnya. Berikut hasil ujimultikolinearitas yang diperoleh dari analisa data penelitian sebagai berikut:

Hasil Pengujian Reliabilitas

Tabel 27: Hasil Uji Multikolinearitas

Jumlah Item Pernyataan

Variabel

Beli (Y) Awareness (X1) Image (X2) Brand Trust (X3)

cronbach’s alpha

Nilai Kritis

Kesimpulan

12 9

0,884 0,833

0,70 0,70

Reliabel Reliabel

9 6

0,818 0,820

0,70 0,70

Reliabel Reliabel

Model

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

X1 = X2 dan x3

.841

.835

1.994647

X2 = X1 dan X3

.837

.832

1.715265

X3 = X1 dan X2

.828

.823

1.391764

Sumber : Olahan data primer 2017

Sumber: Olahan Data SPSS, Desember 2016

HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN Tingkat variabel

Capaian

Responden

DAN

(TCR)

Berdasarkan TCR dari masingmasing variabel bahwa rata-rata skor variabel Minat beliadalah 4,16 dengan TCR sebesar 83,17% dengan katergori baik. Ratarata skor variabel Brand Awarenessadalah 4,00 dengan TCR sebesar 80,04%. Rata-rata skor variabel Brand Imagedengan TCR sebesar 4,01 dengan TCR sebesar 80,15% dengan kategori baik. Rata-rata Variabel Brand Trustadalah 4,04 dengan TCR sebesar 80.78% dengan kategori baik. UJI ASUMSI KLASIK Hasil Uji Normalitas Uji ini merupakan uji normalitas dengan berdasarkan pada koefisien keruncingan (kurtosis) dan koefisien kemiringan (skewness). Uji ini dilakukan dengan membandingkan statistik JarqueBera (JB) dengan nilai X2 tabel, berdasarkan hasil pengolahan data maka diperoleh nilai JB pada tabel dibawah ini: Tabel 26: Hasil Uji Normalitas

Hasil Uji Heteroskedastisitas Salah satu asumsi pokok dari model regrasi linear klasik adalah heteroskedastisitas atau varian pada variabel bebas lainnya.Untuk menguji asumsi homoskedastisitas.Metode uji white merupakan salah satu metode yang digunakan ada atau tidaknya heteroskedastisitas.Metode uji white merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk melihat ada atau tidaknya heteroskedastisitas dalam satu varian error term (Ut) suatu model regresi. Apabila terjadi pengaruh yang signifikan antara variabel dengan variabel terikat maka terdapat heteroskedastisitas dan sebaliknya, apabila variabel bebas tidak terpengaruh secara signifikan terhadap variabel pengganggu maka tidak terdapat heteroskedastisitas. Dengan menggunakan program spss dilakukan Uji White. Pengujian ini untuk melihat apakah setiap variabel pengganggu mempunyai variabel yang sama atau tidak. Untuk mengetahui ada tidaknya masalah ini akan dilakukan uji white heteroskedastisitas. Adapun hasil pengujian heteroskedastisitas dengan menggunakan metode White adalah sebagai berikut:

Tabel 28: Hasil Uji Heteroskedastisitas Model Summaryb Model

R

1

.333a

rata-rata skor sebesar 3.82 pada TCR sebesar 76.00% tergolong pada kategori sedang. Sedangkan total ratarata pada variabel brand awareness adalah sebesar 4.00 pada TCR sebesar 80.04% tergolong pada kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa brand awareness yang dimiliki oleh konsumen membeli Oppo di Oppo Center Pattimura No.20 A Padang tergolong pada kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa brand awareness yang dimiliki oleh Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang) adalah tergolong pada kategori Baik.

Adjusted R Std. Error of R Square Square the Estimate .111

-.009

3.16321

a. Predictors: (Constant), X2.X3, Brand Awareness, Brand Image, Brand Trust, X1qr, X3qr, X1.X2 b. Dependent Variable: U2

Pembahasan Hasil Penelitian 1.

Pengaruh Brand Awareness Terhadap Minat Beli Oppo Smartphonedi Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No.20A Padang). Hasil penelitian menunjukkan besar pengaruh brand awarenessterhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang).Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,211.Hal ini menunjukkan bahwa brand awarenessberpengaruh secara positif dan signifikan terhadapminat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). Semakin baik brand awareness maka akan semakin meningkat minat beli produk Oppo sebaliknya jika brand awareness kurang baik, maka minat beli produk Oppo akan menurun. Nilai koefisien ini signifikan karena nilaithitung sebesar 2,405 > t tabel sebesar 2,00 dengan nilai signifikan 0,020 < 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara brand awarenessterhadap minat beliOppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). Tanggapanresponden yang tertinggi terdapat pada indikator top of mind (puncak pikiran) dengan rata-rata skor sebesar 4.17 pada TCR sebesar 83.33% tergolong pada kategori baik.Sedangkan tanggapan responden yang terendah terdapat pada indikator top of mind (puncak pikiran) dengan

2.

Pengaruh Brand ImageTerhadap Minat Beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No.20A Padang). Hasil penelitian menunjukkan besar pengaruh brand imageterhadap terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang).Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh.Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,417.Hal ini menunjukkan bahwa brand imageberpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). Semakin baik brand image maka akan semakin meningkat minat beli produk Oppo sebaliknya jika brand image kurang baik, maka minat beli produk Oppo akan menurun.Nilai koefisisen ini signifikan karena nilaithitung sebesar 4,078 > t tabel sebesar 2,00 dengan nilai signifikan 0,000 <0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara brand imageterhadap minat beliOppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang).

Tanggapanresponden yang tertinggi terdapat pada indikator citra korporat dengan rata-rata skor sebesar 4.10 pada TCR sebesar 82.00% tergolong pada kategori baik.Sedangkan tanggapan responden yang terendah terdapat pada indikator citra korporat dengan rata-rata skor sebesar 3.83 pada TCR sebesar 76.67% tergolong pada kategori sedang. Sedangkan total rata-rata pada variabel brand imageadalah sebesar 4.01 pada TCR sebesar 80.15% tergolong pada kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa brand image yang dimiliki oleh konsumen membeli Oppo di Oppo Center Pattimura No.20 A Padang tergolong pada kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa brand image yang dimiliki oleh Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang) adalah tergolong pada kategori Baik. 3.

Pengaruh Brand TrustTerhadap Minat Beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No.20A Padang). Hasil penelitian menunjukkan besar pengaruh brand trustterhadap terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang).Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,517.Hal ini menunjukkan bahwa brand trustberpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). Semakin baik brand trustmaka akan semakin meningkat minat beli produk Oppo sebaliknya jika brand trustkurang baik, maka minat beli produk Oppo akan menurun. Nilai koefisien ini signifikan karena nilaithitung sebesar 4,103 > ttabel sebesar 2,00 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara brand trustterhadap minat beliOppo Smartphone di Kota Padang (Studi

Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). Tanggapanresponden yang tertinggi terdapat pada indikator Brand Intentions dengan rata-rata skor sebesar 4.14 pada TCR sebesar 82.89% tergolong pada kategori baik. Sedangkan tanggapan responden yang terendah terdapat pada indikator Brand Reliability dengan rata-rata skor sebesar 3.93 pada TCR sebesar 78.67% tergolong pada kategori sedang. Sedangkan total rata-rata pada variabel brand trustadalah sebesar 4.04 pada TCR sebesar 80.78% tergolong pada kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa brand trust yang dimiliki oleh konsumen membeli Oppodi Oppo Center Pattimura No.20 A Padang tergolong pada kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa brand trust yang dimiliki oleh Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang) adalah tergolong pada kategori baik. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang disampaikan dalampenelitian (Albari, 2004) meneliti bahwa Brand Trust juga mempengaruhi minat beli yang dilakukan oleh konsumen. Kepercayaan konsumen terhadap merek jelas-jelas mempengaruhi minat pembelian, karena konsumen memiliki sikap yang lebih waspada terhadap merek yang belum dikenal. Kepercayaan terbangun karena adanya harapan bahwa pihak lain akan bertindak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Ketika seseorang telah mempercayai pihak lain maka mereka yakin bahwa harapan akan terpenuhi dan tak akan ada lagi kekecewaan. 4.

Pengaruh Brand Awareness, Brand Image dan Brand TrustTerhadap Minat Beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No.20A Padang). Hasil penelitian menunjukkan besar pengaruh brand awareness, brand image dan brand trust terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang).

Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh nilai Fhitung 210,017 > Ftabel 2,77 dan nilai signifikan 0,000 <0,05. Hal ini menunjukkan bahwa brand awareness, brand image dan brand trust secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). Dengan demikian penelitian ini sesuai dengan teori yang telah dikemukakan oleh para ahli. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan penjelasan dan hasil analisis data diatas, maka dapat di simpulkan sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh signifikan brand awarenessterhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh nilai t hitung sebesar 2,405 > ttabel sebesar 2,00 dengan nilai signifikan 0,020 < 0,05. 2.

Terdapatpengaruh signifikan brand imageterhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh nilai t hitung sebesar 4,078 > ttabel sebesar 2,00 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05.

3.

Terdapat pengaruh signifikan brand trust terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh nilai t hitung sebesar 4,103 > ttabel sebesar 2,00 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05.

4.

Terdapat pengaruh signifikan brand awareness, brand image dan brand trust terhadap minat beli Oppo Smartphone di Kota Padang (Studi Kasus Oppo Center Jl. Pattimura No. 20A Padang). Berdasarkan analisis data

dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh nilai Fhitung 210,017 > Ftabel 2,77 dan nilai signifikan 0,000 <0,05. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut : 1. Penelitian ini menunjukan bahwa variabel brand awareness (X1), indikator tanggapan responden yang terendah terdapat pada indikator Top Of Mind (Puncak Pikiran) dengan ratarata skor sebesar 3,82 pada TCR sebesar 76.00% tergolong pada kategori sedang, maka dari itu diharapkan kepada outlet Oppo Center agar dapat membangun top of mind (puncak pikiran) pada produk Oppo agar dapat meningkatkan pangsa pasar selanjutnya. 2.

Selanjutnya variabel brand image (X2), indikator tanggapan responden yang terendah terdapat pada indikator citra korporat dengan rata-rata skor sebesar 3,83 pada TCR sebesar 76.67% tergolong pada kategori sedang, maka dari itu diharapkan kepada outlet Oppo Center hendaknya lebih memperhatikan kembali kualitas pada setiap keluaran produk Oppo sehingga tercipta citra merek atau brand image dari masing masing produknya, karena dimasa yang akan datang strategi pemasaran akan lebih beragam bentuknya. Tentunya ide ide yang kreatif dan inovasi dari berbagai kalangan akan sangat diperlukan demi keberhasilan suatu produk.

3.

Selanjutnya variabel brand trust (X3), indikator tanggapan responden yang terendah terdapat pada indikator brand reliability dengan rata-rata skor sebesar 3,93 pada TCR sebesar 78.67% tergolong pada kategori sedang, maka dari itu diharapkan kepada outlet Oppo Center agar lebih meningkatkan kemampuan penjaminan pada konsumen produk Oppo sehingga timbul rasa kepercayaan pada merek atau brand trust.

DAFTAR PUSTAKA Aaker, David. (2012). Measuring Brand Equity Across Products and Markets. California Managing Reviews, Vol. 38, No. 3

Gunarso, Singgih D. dan Yulia Singgih D. Gunarso. (2005). Psikologis Praktis Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia Sab'atun.

Delgado-Ballester. (2003). Development and Validation of a Brand Trust Scale.International Journal of Market Research, Vol. 45, No.1, pp. 35-54.

Kotler, P. Bowen, J. (2003). Marketing for Hospitality and Tourism.Edisi Ketiga. Prentice Hall Inc. Upper Saddle River: New Jersey.

Durianto, D. Sugiarto, dan Sitinjak, T. (2004). Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan PerilakuMerek.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Setyawan. (2010). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ferdinand, A. (2006). Metode Penelitian Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro. Ferrinadewi, Erna. (2008). Merek dan Psikologi Konsumen Implikasi Pada Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Swasta, B. Handoko, T. Hani (2002). Manajemen Pemasaran, Analisis Perilaku Konsumen, Edisi 1, Cetakan 3. Yogyakarta. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung. Alfabeta.