ISSN 2338-9753
Volume 1 No 4 Desember 2015
Account
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Perbankan Ruang Lingkup: Account merupakan jurnal yang diterbitkan untuk memberikan masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dibidang akuntansi, keuangan dan perbankan. Artikel yang dimuat di jurnal ini merupakan kajian teoritis dan hasil riset terapan di bidang akuntansi, keuangan dan perbankan
Analisis Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Tegal Barat Kota Tegal,. Ervani Candra Diyanti. Hesti Widianti. Hal 256265.
Redaksi Account menerima
Redaksi Account
Analisis Dan Perhitungan Break Even Point (Bep) Sales Mix Paving Blok Di PT artikel penelitian untuk Borneo Abadi Samarinda. Achmad Rudzali. Selvy Damayanti. Hal 266-275.
menerima artikel penelitian untuk dimuat pada terbitan berikutnya yang sesuai dengan ruang lingkup jurnal account.
Analisis Spillover Terhadap Pasar Ekuitas Negara Berkembang dan Negara Maju Periode 2003-2011. Husnil Barry . Hal 285-293.
Kirim artikel anda ke
[email protected].
dimuat pada terbitan berikunya yang sesuai dengan Faktor-Faktor Penentu Niat Mahasiswa Untuk Menjadi Pegawai Direktorat Jenderal Pajak: Pendekatan Theory Of Reasoned ruangl Model lingkup jurnal ac- Action. Yanto Darmawan. Yudi Santara Setyapurnama. Hal 276-284. count. Kirim artikel anda ke
[email protected].
Perancangan Web Performance and Load Test Rig pada Microsoft Azure Cloud Platform untuk Sistem iBanking. Alfian Akbar Gozali. Sesuaikan format tulisan an- Hal 294-301.
da dengan format yang terse-
Pengaruh Likuiditas, Leverage, Dan Aktivitas Operasi Terhadap Kemampulabaan dia di halaman belakang, Pada Pt Kai Daop 2 Bandung. Renny Sukawati. Hal 302-307.
atau kirim email dengan isi request for format ke email Pengaruh Faktor Pendapatan, Pengetahuan Zakat Dan Kredibilitas Lembaga Pengelola Zakat Terhadap Kepercayaan diatas Masyarakat Pada Lembaga Pengelola Za-
kat (Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi). Astri Yuningsih. Abdillah. Mulia Nasution. Hal 308-315. Pengaruh Gross Domestic Product Dan Inflasi Terhadap Non Performing Financing Pada PT Bank Muamalat Indonesia Periode 2006-2013. Aidah Masthuroh. Efriyanto. Herbirowo Nugroho. Hal 316-322. Pengaruh Relationship Marketing terhadap Loyalitas Nasabah pada Bank BNI Syariah Kantor cabang Fatmawati. Agissa Ardania Putri. R. Elly Mirati. Aminah. Hal 323-330
The Significance of Marketing Business Award on Corporate Reputation and Marketing Performance of Brand Holder Company in Indonesia. Silvia Rozza. Hal 331341
Sesuaikan format tulisan anda dengan format yang tersedia di halaman belakang, atau kirim email dengan isi request for format ke email diatas
ISSN 2338-9753
Volume 1 No 4 Desember 2015
Susunan Redaksi: Pengarah: Abdillah, Fachrudin Mukhtar, Agus Supriadi, Lenny Brida, Zainal Nur Arifin Penangung Jawab: Elly Mirati Pimpinan Redaksi: Ali Masjono Tim Redaksi: Agus Purwaji, Titi Suhartati, Petrus Hari Kuncoro Seno, Nur Hasyim, Ahmad Abror, Bambang Waluyo, Silvia Roza, Supriatnoko. Mitra Bestari: Dr Cipto Wardoyo SE. M.Pd. M.Si., Ak. CA. (Universitas Negeri Malang) Dr. Lana Sularto SE. M.M.Si. (Universitas Gunadharma) Utami Puji Lestari. Ph.D. (Politeknik Negeri Jakarta) Dr. Silvia Roza (Politeknik Negeri Jakarta) Dr Supriatnoko (Politeknik Negeri Jakarta) Dr Endang PB (Politeknik Negeri Jakarta) Dr Nurhasyim (Politeknik Negeri Jakarta) Dr Ade Sukma Mulya (Politeknik Negeri Jakarta) Dr Silvia Roza (Politeknik Negeri Jakarta) Dr. Supriatnoko (Politeknik Negeri Jakarta) Dr. Ida Nurhayati (Politeknik Negeri Jakarta) Layout dan sirkulasi : Darwin dan Afriza Wijaya Artikel yang dimuat di Account, jurnal akuntansi, keuangan dan perbankan berupa hasil penelitian sesuai dengan ruang lingkup jurnal yang ditulis oleh dosen, praktisi, mahasiswa, pelaku ekonomi, dan siapa saja yang berminat dalam pengembangan bidang akuntansi, keuangan dan perbankan. Tujuan dari penerbitan jurnal ini untuk menyediakan forum khusus untuk publikasi hasil penelitian bagi para praktisi, dosen atau siapa saja yang berminat. Untuk menyalurkan berbagai pemikiran baru dan tujuan lainnya yang relevan.
ISSN 2338-9753
Volume 1 No 4 Desember 2015
Dari Redaksi Sampai terbitan ke 4 edisi Desember 2015 Account telah mendapatkan dukungan dari berbagai penulis di Indonesia. Kali ini ucapan terima kasih ditujukan kepada para penulis dan peneliti dari Politeknik Harapan Bersama, Tegal, Politeknik Negeri Samarinda, Akademik Akuntansi YKPN Yogyakarta dan Universitas Telkom Bandung yang telah menyumbangkan artikelnya untuk dimuat pada terbitan ini. Setiap terbit, Account telah diedarkan ke seluruh Indonesia sebanyak 175 examplar secara pisik (edisi cetak) kepada Perguruan Tinggi yang memiliki program studi akuntansi, keuangan dan Perbankan dan kepada para peneliti yang inline dengan jurnal ini, dan secara online juga telah dibaca oleh berbagai kalangan melalui http://akuntansi.pnj.ac.id
Semoga bermanfaat. Depok Desember 2015
Pimpinan Redaksi
Account: Abdillah, Mulia Nasution, Astri Yuningsih
Pengaruh Faktor Pendapatan, Pengetahuan Zakat Dan Kredibilitas Lembaga Pengelola Zakat Terhadap Kepercayaan Masyarakat Pada Lembaga Pengelola Zakat (Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi) Astri Yuningsih, S.S.T Keuangan dan Perbankan Syariah Email:
[email protected]
Abdillah, S.E., M.Si. Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta Kampus Baru UI Depok 16425 Email:
[email protected]
Mulia Nasution, S.E., M.M. Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta Kampus Baru UI Depok 16425 Abstract The purpose of this research is to know the influence of salary factors, knowledge of zakat, and the credibility to the level of public trust to zakat management institution. This research is using quantitative approach.The sample in this research is Muslim’s society on Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi with 50 respondens. Data collection instrument used was a questionnaire with Likert Scale. Analysis of the data used is multiple linear regression by first tested validity and reliability.variables of salary, knowledge of zakat and credibility to the level of public trust to zakat management institutuion together (simultaneously) can influence the dependent variable of public trust to zakat management institutuion significantly. Keywords: Salary, Knowledge of Zakat, Credibility and Trust
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor pendapatan, pengetahuan zakat dan kredibilitas lembaga pengelola zakat terhadap kepercayaan masyarakat pada lembaga pengelola zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat muslim Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi berjumlah 50 responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner dengan skala likert. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan terlebih dahulu diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Semua variabel bebas pendapatan, pengetahuan zakat dan kredibilitas lembaga pengelola zakat secara bersama-sama (simultan) mampu mempengaruhi variabel terikat kepercayaan pada lembaga pengelola zakat secara signifikan. Kata kunci: Pendapatan, Pengetahuan Zakat, Kredibilitas dan Kepercayaan.
Pendahuluan Zakat adalah salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah dan muamalah dalam kegiatannya. Menunaikan zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim, zakat mengandung konsekuensi ketaatan kepada perintah Allah SWT dan pemanfaatannya dapat membantu menyelesaikan permasalahan perekonomian yang dihadapi oleh masyarakat. Zakat memiliki salah satu pengertian yaitu tumbuh atau menumbuhkan, zakat sejatinya adalah ibadah yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan kehidupan masyarakat. Hal tersebut menegaskan bahwa zakat sebagai sumber pemberdayaan dari masyarakat mampu kepada kaum lemah, dengan zakat diharapkan mampu
Politeknik Negeri Jakarta
menjadi pendorong perbaikan dan peningkatan keadaan hidup bagi penerimanya (mustahik). Dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi sumber dana potensial yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Sebagai suatu kewajiban, zakat harus ditunaikan dengan aturan syariah yang telah ditentukan. Tidak dengan kemauan dan selera para muzakki sendiri, karena itu para muzakki harus berpedoman pada ketentuan syariat yang sudah diatur secara jelas dan lengkap. Muhammad Daud Ali (2006:32) mengatakan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia telah ada sejak datangnya Islam ke Indonesia dan dana zakat merupakan salah satu sumber dana
Halaman 308
Account: Abdillah, Mulia Nasution, Astri Yuningsih untuk kepentingan pengembangan agama Islam di Indonesia. Dan pada masa perjuangan melawan penjajah barat Indonesia menggunakan dana zakat sebagai sumber dana untuk melawan penjajah. Pengelolaan zakat di Indonesia telah diatur dalam Undang-undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat yang didalamnya mengatur segala kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendaya gunaan terhadap dana zakat. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1999 keberadaan zakat sangat penting, yaitu dengan pengelolaan zakat dapat meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat sesuai dengan tuntunan agama, meningkatkan fungsi dan peran keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial, serta meningkatkan hasil guna dan daya guna zakat. Dengan adanya Undang-undang Nomor 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat yang dirasa masih kurang optimal dengan perkembanga zakat di Indonesia. Maka pada tahun 2001 DPR-RI mengesahkan Undang-undang baru untuk menggantikan Undang-undang Nomor 38 tahun 1999 untuk mempermudah kegiatan pengelolaan zakat yang terus berkembang di Indonesia dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam menunaiakan zakat sesuai dengan tuntunan agama, menjadi Undang-undang No. 23 Tahun 2011. Di Indonesia terdapat dua lembaga pengelola zakat, lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah. lembaga pengelola zakat yang dikelola oleh pemerintah adalah Badan Amil Zakat (BAZ). Pembentukan BAZ dimulai dari tingkat kecamatan sampai tingkat nasional. Sedangkan lembaga pengelola zakat non pemerintah adalah Lembaga Amil Zakat dikelola oleh pihak swasta atau yayasan yang telah mendapatkan legalitas dari pemerintah dalam melakukan pengelolaan dana zakat. Dengan terus berkembangnya lembaga pengelola dana zakat, banyak beberapa komunitas yang ikut dalam melakukan pengumpulan dan pendistribusian dana zakat yang tidak mendapatkan pengawasan dan koordinasi dari pemerintah, seperti masjid, LSM, organisasi dan pesantren. Lusiana kanji (2011)menyatakan bahwa dengan permasalahan yang sering dihadapi masyarakat adalah kepadasiapa xakat harus diberikan. Lebih utama disalurkan kepada mustahik atau lembaga pengelola zakat. Karena para muzakki merasa bila zakat yang disalurkan langsung kepada mustahik atan timbul perasaan tenang karena menyaksikan secara langsung zakatnya kepda orang yang dianggap berhak menerimanya. Tetapi saluran yang diberikan secara langsung oleh muzakki tidak mengenai sasaran yang tepat. Terkadang masyarakat yang merasa sudah menyalurkan zakat kepada mustahik merasa
Politeknik Negeri Jakarta
tepat, padahal yang menerima bukan dari orang yang berhak menerimanya. Masyarakat memberikan zakat kepada mustahik karena faktor kedekatan emosi. Dengan permasalahan tersebut dapat menghambat program-program yang ada di Badan Amil Zakat atau Lembaga Amil Zakat yang seharusnya berdampak baik bagi perkembangan masyarakat, namun akhirnya tidak tercapai dengan adanya pengelola zakat yang tidak berada dalam pengawasan dan koordinasi lembaga pengelola zakat yang telah mendapatkan legalitas dari pemerintah. Potensi zakat di Indonesia besar, namum pada kenyataannya hanya terkumpul sedikit dibandingkan dengan potensi zakat yang ada. Berdasarkan data forum zakat, dana zakat terkumpul melalui lembaga sebesar Rp 2 Triliun pada tahun 2012, dan Rp 3 Triliun pada tahun 2013, sedangkan pada tahun 2014 sebsar Rp 3,2 Triliun. Dari data tersebut terjadi peningkatan zakat selama tiga tahun terakhir. Bila dibandingkan dari potensi zakat di Indonesia yang diteliti oleh IDB ditahun 2013 mencapai 217 Triliun. Sedangkan potensi zakat pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Bekasi dalam tiga bulan terakhir sebesar Rp 30 Miliar (Februari – April 2015), namun pada kenyataanya penerimaan dana zakat pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Bekasi sebesar Rp 600 Juta dalam tiga bulan. Dari hal tersebut sangat jelas terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang ada di lapangan, dan hal tersebut bisa dipengaruhi oleh ketidak percayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Sedangkan tingkat pendapatan masyarakat Kota Bekasi dalam setiap tahunnya selalu meningkat, tetapi kesadaran dan kepercayaan masyarakat Kota Bekasi untuk menunaikan zakat pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Bekasi sangat minim. Tabel 1 Penerimaan Dana Zakat BAZNAS Kota Bekasi ( Per Ferbruari – April 2015 ) Bulan Penerimaan Februari Rp 121. 734. 845 Maret Rp 283. 793. 621 April Rp 199. 328. 210 Total Rp 604. 856. 676 Sumber : Buletin Zakat BAZNAS Kota Bekasi Oneng Nurul Bariyah dalam Muhammad Reza (2014) menyatkan bahwa masyarakat Indonesia lebih cenderung menyalurkan zakat secara langsung dengan presentase sebesar 44%, lalu masyarakat yang menyalurkan zakat pada masjid sebesar 36%, menyalaurkan zakat kepada Lembaga Amil Zakat 8,8% sedangkan untuk masyarakat yang menyalurkan zakat pada Badan Amil Zakat sebesar 6%, dan 5% masyarakat menyalurkan zakat pada organisasi. Dari data tersebut menunjukan bahwa ada perubahan
Halaman 309
Account: Abdillah, Mulia Nasution, Astri Yuningsih kepercayaan masyarakat terhadap BAZ atau LAZ karena minimnya informasi tentang penyaluran dana zakat. Jika pendapatan, pengetahuan zakat dan kredibilitas lembaga pengelola zakat semakin meningkat maka kepercayaan masyarakat pada lembaga pengelola zakat semakin meningkat, namun sebaliknya jika tingkat pendapatan, pengetahuan zakat dan kredibilitas lembaga pengelola zakat menurun maka kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat akan menurun. Berdasarkan uraian diatas, bahwa potensi zakat yang sangat besar belum mampu direalisasikakan secara optimal. Hal ini disebabkan pengumpulan, pengelolaan dan pendayagunaan dana zakat pada Badan Amil Zakat atau Lembaga Amil Zakat masih dianggap kurang optimal oleh sebagian masyarakat, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat pada lembaga pengelola zakat berkurang dan lebih mempercayakan dana zakat dikelola oleh masjid, organisasi, pondok pesantren atau menyalurkan secara langsung. Berdasarakan uraian diatas, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: PENGARUH FAKTOR PENDAPATAN, PENGETAHUAN ZAKAT DAN KREDIBILITAS LEMBAGA PENGELOLA ZAKAT TERHADAP KEPERCAYAAN MASYARAKAT PADA LEMBAGA PENGELOLA ZAKAT (KECAMATAN MEDAN SATRIA KOTA BEKASI)
Permasalahan Dengan terus berkembangnya kehidupan masyarakat maka semakin besar potensi zakat yang ada di Indonesia dan diimbangi dengan bertumbuh pesat lembaga amil zakat, namun kenyataanya pengelolaan zakat tidak selalu dilakukan oleh Badan Amil Zakat atau Lembaga Amil Zakat. Keikut sertaan beberapa komunitas muslim seperti, masjid, LSM, organisasi, pesantren yang mengumpulkan dan menyalurkan zakat atau menyalurkan zakat secara langsung kepada mustahik. Dimana mereka berjalan sendiri-sendiri tanpa ada pihak yang menjadi koordinator dalam pengelolaan dan penyaluran zakat, tidak adanya pihak yang mengawasi dalam pengelolaan dan penyaluran zakat. Hal tersebut terjadi pula pada Badan Amil Zakat Nasional Kota Bekasi, berdasarkan sumber BAZNAS Kota Bekasi potensi zakat dalam tiga bulan terakhir (Februari - April 2015) yang seharusnya diperoleh adalah sebesar Rp 30 Miliar, tetapi penerimaan zakat pada Badan Amil Zakat Daerah Kota Bekasi hanya sebesar Rp 600 Juta (Februari – April 2015), sehingga terjadinya kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang ada.
Politeknik Negeri Jakarta
Dari data tersebut diperoleh bahwa masyarakat Kota Bekasi dengan tingkat pendapatan, pengetahuan zakat dan kredibilitas yang diberikan oleh lembaga pengelola zakat secara maksimal, tetapi tingkat kepercayaan masyarakat pada lembaga pengelola zakat tidak meningkat. Sehingga mengakibatkan potensi zakat yang seharusnya di Kota Bekasi meningkat, tidak pada kenyataanya penerimaan zakat yang ada hanya sedikit bila dibandingkan dengan potensi yang seharusnya. Dari hal tersebut mengakibatkan program-program yang ada dilembaga pengelola zakat tidak berjalan sesuai, seharusnya dengan potensi zakat yang besar di Kota Bekasi dapat mendukung program-program lembaga pengelola zakat dapat terlaksana dengan baik. Maka, dalam hal ini penulis ingin meneliti seberapa besar pengaruh dari faktor pendapatan, pengetahuan zakat dan kredibilitas lembaga pengelola zakat terhadap kepercayaan masyarakat pada lembaga pengelola zakat.
Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui pengaruh pendapatan terhadap kepercayaan masyarakat Kecamatan Medan Satria pada lembaga pengelola zakat 2. Untuk mengetahui pengaruh pengetahuan zakat masyarakat terhadap kepercayaan masyarakat Kecamatan Medan Satria pada lembaga pengelola zakat 3. Untuk mengetahui pengaruh kredibilitas lembaga pengelola zakat terhadap kepercayaan masyarakat Kecamatan Medan Satria pada lembaga pengelola zakat 4. Untuk mengetahui pengaruh pendapatan, pengetahuan zakat dan kredibilitas lembaga pengelola zakat berpengaruh terhadap kepercayaan masayarakat pada lembaga pengelola zakat
Reviu Pustaka Pendapatan Sadono Sukirno (2004 : 47) menyatakan pendapatan adalah semua jenis pendapatan, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu kegiatan apa pun, yang diterima oleh penduduk sesuatu negara. Ujang Sumarwan (2004:204) menyatakan bahwa pendapatan merupakan imbalan yang diterima oleh seorang konsumen dari pekerjaan yang dilakukan untuk mencari nafkah. Pendapatan merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam seminggu dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula. Secara garis besar, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi. Pengetahuan Zakat
Halaman 310
Account: Abdillah, Mulia Nasution, Astri Yuningsih Mursyidi (2006 : 75) Kata zakat merupakan kata dasar dari zaka yang berarti berkah, tumbuh dan baik. Menurut lisan al arab mengandung arti suci, tumbuh, berkah dan terpuji.
dapat meningkatkan pengumpulan dana zakat yang ada. Pilar utama manajemen pengelolaan dan pemberdayaan zakat menurut Amiruddin Inoed (2005:144) terbagi menjadi tiga pilar yaitu:
M. Masrur Huda (2012 : 2) menyatakan bahwa zakat secara terminologi adalah sejumlah harta tertentu yang diberikan kepada golongan tertentu dengan syarat-syarat tertentu.
1. Amanah 2. Profesional 3. Transparan
۟ ُٱر َكع ۟ ُ صلَ ٰوة َ َو َءات ۟ َوأَقِي ُم َّ وا َٱلر ِكعِين ْ ٱلزك َٰوة َ َو َّ وا ٱل َّ ٰ وا َم َع “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah kamu bersama denganorang-orang yang rukuk.” (QS al – Baqarah [2] : 43)
1. Kredibilitas sumberdaya manusia (personal credibility). 2. Kredibilitaspengelolaan. 3. Kredibilitaskelembagaan san sarana prasarana.
Ammirudin Inoed (2005:25) menyatakan syarat harta yang harus dipenuhi dalam kewajiban zakat sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
Kepemilikan harta yang kepemilikan penuh Berkembang Milik penuh Melebihi kebutuah pokok Bersih dari hutang Mencapai nishab Mencapai haul Sejumlah kadar tertentu
pasti
dan
M.Masrur Huda (2012:12) menyatakan bahwa zakat terbagi menjadi dua yaitu: zakat fitrah dan zakat maal. Manfaat zakat menurut Abdul Aziz dan Mariyah Ulfah(2010:81) yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6.
Sebagai wujud keimanan pada Allah STW Zakat merupakan hak bagi mustahik Sebagai pilar jama’i Sebagai sumber dan pembangunan sarana dan prasasarana umat Islam Untuk memasyarakatkan etika bisnis yang benar Sebagai pembangunan kesejahteraan umat Islam
Kredibilitas Maslow dalam (Lusiana Kanji, 2011) menyatakan bahwa rasa aman merupakan kebutuhan yang sangat fundamental bagi setiap manusia. Dengan demikian tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas lembaga pengelola zakat akan mempengaruhi masyarakat menunaikan kewajiban zakat pada lembaga pengelola zakat. Kridibilitas lembaga pengelola zakat dapat menunjukkan bahwa dapat mempengaruhi masyarakat untuk percaya pada lembaga pengelola zakat dan menunaikan kewajiban zakat dilembaga pengelola zakat, dengan rasa aman dan nyaman yang diberikan oleh lembaga pengelola zakata juga
Politeknik Negeri Jakarta
Muhammad Sukanta (2005) dalam buku Manajemen ZIS (BAZIS Provinsi DKI Jakarta) merumuskan kredibilitas yang harus dibangun dari lembaga pengelola zakat, yaitu:
K
Kepercayaan Menurut Kotler (2009:2019) kepercayaan adalah kesediaan perusahaan untuk bergabung pada mitra bisnis. Kepercayaan tergantung pada sejumlah faktor antar pribadi dan antar organisasi, seperti kompetensi, integritas, kejujuran dan kebaikan hati dari perusahaan. Lendar dan Andi (2006) menyatakan kepercayaan antar partisipan dapat disebabkan oleh faktor internal eksternal. Reputasi suatu lembaga dalam suatu kegiatan akan sangat menentukan dan mempunyai dampak terhadap kepercayaan masyarakat. Menurut Mayer dalam Okky Erviana (2013) menyatakan faktor yang membentuk kepercayaan seseorang terhadap pihak lain ada tiga, yaitu: 1. Kemampuan (Ability) 2. Kebaikan hati (Benevolence) 3. Integritas (Integrity)
Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi dengan responden masyararakat muslim.
Tabel 2 Karakteristik Responden Uraian JenisKelamin: a. Laki-laki b. Perempuan Usia: a. < 25Tahun b. 26-35 Tahun
Jumlah
Presentase
28 37
56% 74%
16 25
32% 50%
Halaman 311
Account: Abdillah, Mulia Nasution, Astri Yuningsih c. 36-45 Tahun 4 8% d. > 45 Tahun 4 8% Pendidikan: a. SD b. SMP 2 4% c. SMA 23 46% d. D3 6 12% e. S1 17 34% f. > S1 1 2% Pekerjaan: a. Pelajar/Mahasiswa 7 14% b. Pegawai Negeri 5 10% c. Pegawai Swasta 18 36% d. Wirausaha 6 12% e. IRT 12 24% f. Lainnya 2 4% Pendapatan: a.