ANALISIS TINGKAT KESULITAN SOAL PEMECAHAN MASALAH DALAM BUKU SISWA PELAJARAN MATEMATIKA WAJIB SMA KELAS XI KURIKULUM 2013
Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Oleh: DONNA SELLA PUTRI ROSSALINI A410130238
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017
HALAMAN PERSETUJUAN
ANALISIS TINGKAT KESULITAN SOAL PEMECAHAN MASALAH DALAM BUKU SISWA PELAJARAN MATEMATIKA WAJIB SMA KELAS XI KURIKULUM 2013
PUBLIKASI ILMIAH
oleh: DONNA SELLA PUTRI ROSSALINI A410130238
Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji oleh:
Dosen Pembimbing
Idris Harta, M.A., Ph. D NIDN: 0009015502
i
HALAMAN PENGESAHAN
ANALISIS TINGKAT KESULITAN SOAL PEMECAHAN MASALAH DALAM BUKU SISWA PELAJARAN MATEMATIKA WAJIB SMA KELAS XI KURIKULUM 2013
Oleh: DONNA SELLA PUTRI ROSSALINI A410130238
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Pada hari Selasa, 18 Juli 2017 dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Dewan Penguji:
1. Idris Harta, M.A., Ph. D.
(.................................)
(Ketua Dewan Penguji) 2. Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M. Kom.
(.................................)
(Anggota I Dewan Penguji) 3. Rita P. Khotimah, S.Si., M.Sc.
(.................................)
(Anggota II Dewan Penguji)
Dekan,
Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M. Hum NIDN: 0028046501
ii
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam naskah publikasi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila kelak terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas, maka akan saya pertanggungjawabkan sepenuhnya.
Surakarta,
Juni 2017
Penulis
Donna Sella Putri Rossalini A410130238
iii
ANALISIS TINGKAT KESULITAN SOAL PEMECAHAN MASALAH DALAM BUKU SISWA PELAJARAN MATEMATIKA WAJIB SMA KELAS XI KURIKULUM 2013 Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kesulitan soal pemecahan masalah pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 berdasarkan komponen-komponen penyusun soal diantaranya adalah jenis soal, jenis bilangan, jenis operasi, banyak operasi, banyak pertanyaan, kecukupan data, dan kemiripan soal. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 semester 1 dan 2 tahun 2014 yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Soal yang dianalisis meliputi soal-soal pemecahan masalah pada masalah, contoh soal, latihan soal, serta uji kompetensi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi pada setiap sampel soal. Teknik analisis data dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa soal pemecahan masalah dalam buku matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 apabila ditinjau dari jenis operasi, banyak operasi, dan kemiripan soal merupakan soal dengan tingkat kesulitan tinggi; ditinjau dari kecukupan data termasuk soal dengan tingkat kesulitan sedang; dan apabila ditinjau dari jenis soal, jenis bilangan, dan banyak pertanyaan termasuk soal dengan tingkat kesulitan rendah. Kata kunci: buku matematika, soal pemecahan masalah, komponen penyusun soal, tingkat kesulitan Abstract This study aims to analyze and describe the level of difficulty of problem solving items in the textbook of mathematics students of compulsory for high school grade XI curriculum 2013 based on the components of problem solving items include that types of problem, the types of number, the types of operation, amount operations, amount questions, the adequacy of data, and like-before questions. This research was qualitative. The object of this study is the textbook of mathematics students of compulsory for high school grade XI curriculum 2013 for and semester in 2014 published by the Ministry of Education and Culture. Questions analyzed include problem solving items in the problems, examples, exercises, and competence test. Data accumulation techniques by observation on the sample of every questions. Data analysis techniques are data reduction, data presentation, and conclusion. The result of this research showed that problem solving items in mathematics textbook required for high school grade XI curriculum 2013 when viewed from the types of operation, amount of operations, and the like-before problems is problem with high difficulty level; In terms of the adequacy of the data including problem with medium difficulty; And when viewed from the types of question, the types of number, and amount questions including problem with low difficulty level. Keywords: mathematics textbook, problem solving items, component of problem solving items, level of difficulty
1
1. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan salah satunya termuat di dalam kurikulum. Kurikulum yang digunakan oleh pemerintah saat ini ialah kurikulum 2013, meskipun keberadaannya masih menjadi perdebatan diantara para praktisi pendidikan mengingat banyak sekali masalah yang muncul akibat kurikulum ini. Menurut Sagala (2011: 234) kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Salah satu bentuk dari kurikulum 2013 ini dapat diwujudkan dalam buku siswa matematika wajib untuk SMA kelas XI. Adapun menurut Murdaningsih dan Murtiyasa (2016) buku teks adalah tulisan ilmiah berupa buku yang hanya membahas atau fokus pada bidang sains tertentu, bisa berupa buku teks siswa atau guru yang disusun oleh ahli atau spesialis bidang masing-masing dan disahkan oleh badan pengatur misalnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan untuk mendukung program pengajaran. Meskipun pada kenyataannya, keberadaan dari buku siswa ini masih terdapat kekurangan pada bagian isi yang belum sempurna sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Afolabi Samson (2014) dan Mohammad Ali Alshehri (2016) yang mengatakan bahwa berdasarkan buku-buku matematika yang mereka teliti jika dilihat dari isi buku sudah ada beberapa kriteria yang memenuhi namun masih belum sempurna dan perlu ditingkatkan. Buku siswa matematika wajib untuk SMA kelas XI tersebut di dalamnya terdapat soal-soal yang dapat digunakan siswa untuk berlatih mengembangkan kemampuan pemecahan masalah yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan menurut Sajadi, dkk (2013) pemecahan masalah adalah salah satu komponen penting dalam matematika, pemecahan masalah menggabungkan antara suatu masalah dengan aplikasi kehidupan nyata. Buku yang baik seharusnya memuat soal pemecahan masalah yang lebih banyak, mengingat peran dari soal pemecahan masalah ini sangat berperan
2
penting untuk siswa. Menurut Hartatiana (2011) soal-soal pemecahan masalah atau disebut juga soal nonrutin adalah suatu bentuk soal yang proses penyelesaiannya tidak menggunakan prosedur biasa atau suatu masalah yang memuat tantangan yang tidak dapat dipecahkan oleh suatu prosedur rutin yang telah diketahui pelaku sehingga untuk menyelesaikan masalah tersebut dibutuhkan waktu yang relatif lama dari proses pemecahan masalah rutin biasa. Soal pemecahan masalah memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, hal ini tergantung pada komponen-komponen yang menyusun soal tersebut. Soal yang baik harus memperhatikan tingkat kesulitan yang terdapat di dalam soal tersebut sebab hal ini akan mempengaruhi kualitas dari suatu soal. Menurut Arifin (2011) tingkat kesukaran soal adalah pengukuran seberapa besar derajat kesukaran suatu soal, jika suatu soal memiliki tingkat kesukaran seimbang (proporsional) maka dapat dikatakan bahwa soal itu baik. Berdasarkan uraian di atas, penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesulitan soal pemecahan masalah dalam buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 berdasarkan, jenis soal, jenis bilangan, jenis operasi, banyak operasi, banyak pertanyaan, kecukupan data, dan kemiripan data. 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian berdasarkan pendekatannya adalah penelitian kualitatif. Sedangkan untuk menganalisis soal-soal pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI digunakan desain penelitian analisis isi (Content Analysis). Desain penelitian ini digunakan untuk menganalisis tingkat kesulitan soal-soal pemecahan masalah yang terdapat pada buku matematika wajib SMA kelas XI. Data dalam penelitian ini adalah soal-soal pemecahan masalah yang ditinjau berdasarkan tingkat kesulitannya dengan komponen-komponen penyusun soal pemecahan masalah. Sumber data dalam penelitian ini adalah soal-soal yang terdapat pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI (semester 1 dan semester 2) kurikulum 2013 tahun terbit 2014. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi pada setiap sampel soal pemecahan masalah pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum
3
2013, meliputi tahap: Penentuan buku siswa; Penentuan soal pemecahan masalah yaitu soal-soal yang terdapat pada masalah, contoh soal, latihan soal, dan uji kompetensi; Tabulasi data, untuk memudahkan penyajian data, data mengenai soal pemecahan masalah yang sudah dihitung berdasarkan jenis soal, jenis bilangan, jenis operasi, banyak operasi, banyak pertanyaan, kecukupan data, kemiripan data, kategori soal, dan aspek kemudian dipindahkan ke dalam suatu tabulasi atau tabel. Teknik analisis data dilakukan dengan alur tahapan: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Mereduksi data berarti merangkum hal-hal yang penting. Kegiatan yang dilakukan pada tahap reduksi data adalah mengidentifikasi, menyederhanakan dan mengubah bentuk data yang ada. Data yang sudah diperoleh disederhanakan kemudian diseleksi sesuai dengan masalah penelitian, sedangkan data yang tidak diperlukan dibuang. Kegiatan yang dilakukan pada tahap penyajian data adalah menyajikan data yang sudah direduksi. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dalam bentuk tabel, kemudian diubah ke dalam bentuk diagram batang. Selanjutnya dari diagram batang tersebut akan dideskripsikan sehingga akan memudahkan dalam penarikan kesimpulan atau menentukan tindakan selanjutnya. Penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap dari kesimpulan sementara sampai kesimpulan terakhir. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini berhasil mengumpulkan data deskriptif mengenai tingkat kesulitan soal pemecahan masalah yang ditinjau dari banyaknya komponenkomponen penyusun soal pemecahan masalah dalam buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikuulum 2013. Berikut adalah beberapa data yang berhasil dikumpulkan. Data jumlah soal keseluruhan (soal pemecahan dan soal bukan pemecahan masalah) dan soal pemecahan masalah pada tiap buku siswa matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI kurikulum 2013 yang diteliti dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut.
4
Tabel 3.1 Jumlah Soal dalam Buku Siswa Matematika Wajib SMA Kelas XI Kurikulum 2013 Aspek Bilangan Aljabar
Bab V I, II, III, IV, XII VI, IX, X, XI
Geometri dan Pengukuran Statistika dan VII, VIII Peluang Jumlah
Jenis Soal Soal Keseluruhan Soal Pemecahan Masalah 29 9 182 43 141
26
74
36
426
114
Pada tabel 3.1 dapat dilihat bahwa jumlah soal pemecahan masalah dalam buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 sebanyak 114 soal atau 26,76% yaitu terdiri dari aspek bilangan sebanyak 9 soal atau 7,90%, aspek aljabar sebanyak 43 soal atau 37,72%, aspek geometri dan pengukuran sebanyak 26 soal atau 22,81% serta dari aspek statistika dan peluang sebanyak 36 soal atau 31,58% yang diteliti dari 426 soal keseluruhan baik soal pemecahan masalah maupun soal bukan pemecahan masalah. Kemudian dari jumlah soal pemecahan masalah sebanyak 114 soal tersebut dilakukan analisis mengenai tingkat kesulitan soal berdasarkan pada komponen penyusun soal yang meliputi jenis soal, jenis bilangan, jenis operasi, banyak operasi, banyak soal/pertanyaan, kecukupan data, dan kemiripan data. Data mengenai jumlah soal pemecahan masalah yang ditinjau dari banyaknya soal rutin dan nonrutin yang diteliti dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut. Tabel 3.2 Jumlah Soal dalam Buku Siswa Matematika Wajib SMA Kelas XI Kurikulum 2013 Aspek Bab Jenis Soal Jumlah Rutin Nonrutin Bilangan V 5 4 9 Aljabar I, II, III, IV, XII 30 13 43 Geometri dan VI, IX, X, XI 21 5 26 Pengukuran Statistika dan VII, VIII 17 19 36 Peluang Jumlah 73 41 114 5
Berdasarkan hasil tersebut dapat disajikan dalam diagram batang yang dimuat dalam Gambar 3.1 berikut.
BANYAKNYA SOAL
JENIS SOAL 35 30 25 20 15 10 5 0
30 21 17
19
13 5
5
4
Bilangan
Aljabar Rutin
Geometri dan Aspek Pengukuran
Statistika dan Peluang
Nonrutin
Gambar 3.1 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Jenis Soal Soal pemecahan masalah apabila ditinjau dari jenis soalnya terdapat 73 soal rutin atau 64,03% dan 41 soal nonrutin atau sekitar 35,97%. Dari Gambar 3.1 di atas menunjukkan bahwa terdapat ketidakseimbangan penyebaran soal pemecahan masalah yang ditinjau dari jenis soal pada buku siswa matematika SMA kelas XI kurikulum 2013. Untuk aspek aljabar dan aspek geometri dan pengukuran terdapat ketidakseimbangan tetapi tidak cukup jauh selisihnya. Hanya pada aspek bilangan saja yang terdapat selisih satu soal dan aspek statistika dan peluang yang terdapat selisih 2 soal. Pada Gambar 3.1 ini juga menunjukkan bahwa jumlah soal rutin lebih mendominasi daripada soal nonrutin, sehingga dapat dikatakan bahwa soal pemecahan masalah pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI jika ditinjau dari jenis soalnya termasuk dalam kategori soal yang mudah. Jumlah soal pemecahan masalah ditinjau dari jenis bilangan yang terdapat dalam buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut.
6
Tabel 3.3 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Jenis Bilangan Aspek
Bab
Bilangan Aljabar
Jenis Bilangan Jumlah Negatif Desimal Pecahan 0 1 3 8 0 7 1 42
Cacah 4 34
V I, II, III, IV, XII VI, IX, X, XI
Geometri 14 0 1 dan Pengukuran Statistika VII, VII 36 0 0 dan Peluang Jumlah 88 0 9 Hasil tersebut dapat disajikan dalam diagram batang yang
1
16
0
36
5 102 dimuat dalam
Gambar 3.2 berikut.
BANYAKNYA SOAL
JENIS BILANGAN 40
36
34
30 20 10
14 4
3 0 1
7 0
1
0 1 1
0 0 0
0 Bilangan
Aljabar Geometri dan Aspek Pengukuran Cacah
Negatif
Desimal
Statistika dan Peluang
Pecahan
Gambar 3.2 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Jenis Bilangan Soal pemecahan masalah apabila ditinjau dari jenis bilangannya terdapat sebanyak 88 soal dengan bilangan cacah yaitu sekitar 86,27%, 9 soal dengan bilangan desimal yaitu sekitar 8,82%, dan 5 soal dengan bilangan pecahan yaitu sekitar 4,90%. Dari Gambar 3.2 di atas menunjukkan ketidakseimbangan penyebaran jumlah soal pemecahan masalah yang ditinjau dari jenis bilangan pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013. Soal pemecahan masalah yang diteliti paling banyak didominasi oleh soal yang melibatkan bilangan cacah, dimana soal dengan bilangan cacah lebih mudah di dalam
7
penyelesaiannya. Lain halnya dengan soal yang termasuk kategori sulit yaitu soal yang melibatkan bilangan pecahan, pada gambar di atas menunjukkan urutan ketiga setelah bilangan desimal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa soal pemecahan masalah yang terdapat pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 apabila ditinjau berdasarkan jenis bilangannya termasuk kategori soal dengan tingkat kesulitan yang mudah. Berikut jumlah soal pemecahan masalah ditinjau dari jenis operasi yang terdapat dalam buku siswa matemtika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 dapat dilihat pada tabel 3.4. Tabel 3.4 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Jenis Operasi Aspek
Bab
Bilangan Aljabar
Jenis Operasi
V I, II, III, IV, XII VI, IX, X, XI
Geometri dan Pengukuran Statistika dan VII, VIII Peluang Jumlah Hasil tersebut dapat disajikan dalam
Jumlah
0 3
0 3
7 10
1 20
8 36
0
1
13
8
22
0
0
7
29
36
3 4 37 58 102 diagram batang yang dimuat dalam
Gambar 3.3 berikut.
BANYAKNYA SOAL
JENIS OPERASI 35 30 25 20 15 10 5 0
29 20
1
0 0
13
10
7
Bilangan Penjumlahan
8
3 3 Aljabar
0 1 Geometri dan Aspek Pengukuran
Pengurangan
Perkalian
7 0 0 Statistika dan Peluang Pembagian
Gambar 3.3 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Jenis Operasi Soal pemecahan masalah apabila ditinjau dari jenis operasi yang digunakan terdapat 3 soal dengan jenis operasi penjumlahan atau sekitar 2,94%, 4 soal
8
dengan jenis operasi pengurangan atau sekitar 3,92%, 37 soal dengan operasi perkalian atau sekitar 36,27%, dan 58 soal dengan operasi pembagian yaitu sekitar 56,86%. Berdasarkan Gambar 3.3 di atas menunjukkan bahwa jumlah soal pemecahan masalah yang terdapat pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 terdapat ketidakseimbangan tingkat kesulitan jika ditinjau dari jenis operasi yang paling sulit digunakan. Jumlah soal dengan melibatkan operasi tersulit paling banyak didominasi oleh soal yang melibatkan operasi pembagian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa soal pemecahan masalah yang terdapat pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 ditinjau dari jenis operasi merupakan soal dengan tingkat kesulitan tinggi/sulit. Berikut jumlah soal pemecahan masalah ditinjau dari banyaknya operasi yang digunakan pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 dapat dilihat pada tabel 3.5. Tabel 3.5 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Banyak Operasi Aspek Bilangan Aljabar Geometri dan Pengukuran Statistika dan Peluang
Bab V I, II, III, IV, XII VI, IX, X, XI VII, VIII
Banyak Operasi 0 1 1 0 0 8 7 6 30
Jumlah 8 43
4
3
19
26
0
6
30
36
Jumlah 11 15 87 113 Hasil tersebut dapat disajikan dalam diagram batang yang dimuat dalam Gambar 3.4 berikut.
9
BANYAK OPERASI
BANYAKNYA SOAL
35
30
30
30 25
19
20 15 8
10 5
0
7
6
4
0
3
6 0
0 Bilangan
Aljabar 0
Geometri dan Aspek Pengukuran 1
Statistika dan Peluang
>1
Gambar 3.4 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Banyak Operasi Soal pemecahan masalah apabila ditinjau dari banyaknya operasi yang digunakan terdapat 11 soal dengan banyak operasi nol (tidak ada operasi) atau sekitar 9,73%, 15 soal dengan banyaknya operasi satu atau sekitar 13,27%, dan 87 soal dengan banyaknya operasi lebih dari satu yaitu sekitar 76,99%. Berdasarkan Gambar 3.4 di atas dapat dilihat bahwa banyaknya operasi yang digunakan dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah paling banyak menggunakan operasi lebih dari satu (banyak operasi). Jumlah soal pemecahan masalah yang dengan banyak operasi nol (tidak ada operasi) dan banyak operasi satu jumlahnya terpaut jauh bahkan tidak ada setengahnya dari soal pemecahan masalah yang menggunakan banyak operasi lebih dari satu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa soal pemecahan masalah yang terdapat dalam buku siswa matematika wajib SMA kelas XI apabila ditinjau dari banyak operasi yang digunakan merupakan soal dengan tingkat kesulitan tinggi. Berikut jumlah soal pemecahan masalah yang ditinjau dari banyaknya soal/pertanyaan yang terdapat pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 dapat dilihat dari tabel 3.6
10
Tabel 3.6 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Banyaknya Soal/Pertanyaan Aspek
Bab
Bilangan Aljabar Geometri dan Pengukuran Statistika dan Peluang
Banyak Soal/Pertanyaan 1 7 2 24 18 21 4
V I, II, III, IV, XII VI, IX, X, XI VII, VIII
25
11
Jumlah
9 42 25 36
Jumlah 77 35 112 Hasil tersebut dapat disajikan dalam diagram batang yang dimuat dalam Gambar 3.5 berikut.
BANYAKNYA SOAL
BANYAK SOAL/PERTANYAAN
30 25 20 15 10 5 0
25
24
21
18
11 7
4
2 Bilangan
Aljabar 1
Geometri dan Aspek Pengukuran
Statistika dan Peluang
>1
Gambar 3.5 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Banyak Soal/Pertanyaan Soal pemecahan masalah apabila ditinjau dari banyak soal/pertanyaan terdapat 77 soal yaitu dengan banyaknya pertanyaan satu atau sekitar 68,75%, 35 soal dengan banyaknya pertanyaan lebih dari satu atau sekitar 31,25%. Berdasarkan pada Gambar 3.5 menunjukkan bahwa dalam semua aspek, soal pemecahan masalah dengan banyak pertanyaan satu lebih mendominasi daripada banyak pertanyaan lebih dari satu. Jumlah soal dengan banyak pertanyaan lebih dari satu tidak ada setengah dari jumlah soal yang memiliki pertanyaan satu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa soal pemecahan yang terdapat dalam
11
buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 ditinjau dari aspek banyak soal/pertanyaan merupakan soal dengan tingkat kesulitan mudah. Berikut jumlah soal pemecahan masalah yang ditinjau dari kecukupan data yang terdapat dalam soal pemecahan masalah pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013. Tabel 3.7 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Kecukupan Data Aspek
Bab
Bilangan Aljabar
Kecukupan Data Ekstra Kurang Lengkap 2 0 7 5 3 35
V I, II, III, IV, XII VI, IX, X, XI VII, VIII
Geometri dan Pengukuran Statistika dan Peluang Jumlah Hasil tersebut dapat disajikan dalam
Jumlah 9 43
2
0
24
26
4
2
30
36
13 5 96 114 diagram batang yang dimuat dalam
Gambar 3.6 berikut.
BANYAKNYA SOAL
KECUKUPAN DATA
40 30 20 10 0
35
30
24 2 0
7
Bilangan
5 3
2 0
Aljabar Geometri dan Aspek Pengukuran Ekstra
Kurang
4 2 Statistika dan Peluang
Lengkap
Gambar 3.6 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Kecukupan Data Soal pemecahan masalah apabila ditinjau dari kecukupan datanya terdapat 13 soal dengan data ektra yaitu sekitar 11,40%, 5 soal dengan data kurang yaitu sekitar 4,38%, 96 soal dengan data lengkap yaitu sekitar 84,21%. Berdasarkan Gambar 3.6 di atas menunjukkan bahwa kecukupan data yang terdapat dalam soal pemecahan masalah paling banyak didominasi oleh soal dengan data lengkap,
12
dimana soal dengan data lengkap merupakan soal dengan tingkat kesulitan sedang. Untuk soal dengan data ekstra dan data kurang, jumlahnya terpaut sangat jauh dengan soal dengan data lengkap. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa soal pemecahan masalah dalam buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 apabila ditinjau dari kecukupan data merupakan soal dengan tingkat kesulitan sedang. Berikut jumlah soal pemecahan masalah yang ditinjau dari kemiripan soal pemecahan masalah dengan soal sebelumnya pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013. Tabel 3.8 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Kemiripan Soal Aspek
Bab
Bilangan Aljabar Geometri dan Pengukuran Statistika dan Peluang
Kemiripan Soal Mirip Tidak Mirip 2 7 18 25 3 23
V I, II, III, IV, XII VI, IX, X, XI VII, VIII
12
24
Jumlah
9 43 26 36
Jumlah 35 79 114 Hasil tersebut dapat disajikan dalam diagram batang yang dimuat dalam Gambar 3.7 berikut.
BANYAKNYA SOAL
KEMIRIPAN SOAL 25
30 20 10
2
24
23
18
12
7
3
0 Bilangan
Alajabar
Geometri dan Statistika dan Pengukuran Peluang Aspek Mirip Tidak Mirip
Gambar 3.7 Jumlah Soal Pemecahan Masalah Ditinjau dari Kemiripan Soal Soal pemecahan masalah apabila ditinjau kemiripian dengan soal sebelumnya terdapat 35 soal yang mirip dengan soal sebelumnya atau sekitar 30,70%, dan 79
13
soal yang tidak mirip dengan soal sebelumnya atau sekitar 69,30%. Berdasarkan Gambar 3.7 di atas dapat dilihat bahwa jumlah soal pemecahan masalah yang tidak mirip dengan soal sebelumnya lebih banyak daripada soal pemecahan masalah yang mirip dengan soal sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa soal pemecahan masalah yang terdapat dalam buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 apabila ditinjau dari kemiripan soal dengan soal sebelumnya merupakan soal dengan tingkat kesulitan tinggi. 4. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis soal yang terdapat dalam buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Soal-soal yang termasuk ke dalam soal pemecahan masalah pada buku ini berjumlah 114 soal atau sekitar 26,76% dari 426 soal keseluruhan yaitu baik soal pemecahan masalah maupun soal bukan pemecahan masalah. Soal pemecahan masalah pada buku ini didominasi oleh soal-soal pada aspek aljabar. Hal ini berarti jumlah proporsi antara soal pemecahan masalah dan soal bukan pemecahan masalah tidak seimbang. 2. Soal pemecahan masalah apabila ditinjau dari jenis soalnya, terdapat soal dengan tingkat kesulitan rendah sebanyak 73 soal rutin atau sekitar 64,03% yang didominasi oleh soal pada aspek aljabar. Sedangkan untuk soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi sebanyak 41 soal atau sekitar 35,97% didominasi oleh soal pada aspek statistika dan peluang. Sehingga apabila ditinjau dari jenis soalnya, soal-soal pada buku matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 ini merupakan soal-soal dengan tingkat kesulitan rendah sebab proporsi jumlah soal rutinnya lebih banyak. 3. Soal pemecahan masalah apabila ditinjau dari jenis bilangan yang terlibat, terdapat 88 soal atau sekitar 86,27% dengan tingkat kesulitan rendah sebab soal-soal ini melibatkan jenis bilangan cacah. Soal dengan tingkat kesulitan sedang sebanyak 9 soal atau sekitar 8,82% sebab soal-soal ini melibatkan jenis bilangan desimal. Kemudian soal dengan tingkat kesulitan tinggi sebanyak 5 soalatau sekitar 4,90% yaitu soal-soal yang melibatkan bilangan pecahan. Dengan demikian soal pemecahan masalah apabila ditinjau dari jenis bilangan
14
yang terlibat pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 merupakan soal dengan tingkat kesulitan rendah karena jumlah soal yang melibatkan bilangan cacah lebih banyak daripada yang lain. 4. Soal pemecahan masalah ditinjau dari jenis operasi yang digunakan untuk menyelesaikan suatu soal, terdapat 58 soal atau sekitar 56,86% dengan tingkat kesulitan tinggi, hal ini dikarenakan melibatkan operasi pembagian. Soal pemecahan masalah dengan tingkat kesulitan sedang sebanyak 37 soal atau sekitar 36,27% yang melibatkan operasi perkalian. Kemudian soal pemecahan masalah dengan tingkat kesulitan rendah sebanyak 3 soal atau sekitar 2,94% yang melibatkan operasi penjumlahan dan 4 soal atau sekitar 3,92% yang melibatkan operasi pengurangan. Hal ini berarti soal pemecahan masalah pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 apabila ditinjau dari jenis operasi yang terlibat merupakan soal dengan tingkat kesulitan tinggi, hal ini dikarenakan operasi yang paling sulit yaitu operasi pembagian lebih mendominasi. 5. Soal pemecahan masalah ditinjau dari banyaknya operasi yang terdapat pada soal, soal dengan tingkat kesulitan rendah sebanyak 11 soal atau sekitar 9,73% yaitu tidak ada operasi yang digunakan. Soal pemecahan masalah dengan tingkat kesulitan sedang yaitu sebanyak 15 soal atau sekitar 13,27% yaitu melibatkan satu operasi. Kemudian soal pemecahan masalah dengan tingkat kesulitan tinggi sebanyak 87 soal atau sekitar 76,99% yaitu melibatkan lebih dari satu operasi. Hal ini berarti soal-soal pemecahan masalah pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 apabila ditinjau dari banyaknya operasi merupakan soal dengan tingkat kesulitan tinggi mengingat soal yang memiliki operasi lebih dari satu lebih mendominasi. 6. Soal pemecahan masalah ditinjau dari banyak soal/pertanyaan terdapat soal dengan tingkat kesulitan rendah sebanyak 77 soal atau sekitar 68,75%, hal ini dikarenakan soal-soal pemecahan masalah tersebut hanya memiliki pertanyaan sebanyak satu. Sedangkan soal pemecahan masalah dengan tingkat kesulitan tinggi sebanyak 35 soal atau sekitar 31,25% yaitu soal-soal tersebut memiliki pertanyaan lebih dari satu. Hal ini berarti soal-soal pemecahan masalah pada
15
buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 apabila ditinjau dari banyaknya soal/pertanyaan merupakan soal dengan tingkat kesulitan rendah mengingat soal dengan jumlah pertanyaan sebanyak satu lebih mendominasi. 7. Soal pemecahan masalah ditinjau dari kecukupan data yang terdapat pada soal, terdapat soal dengan tingkat kesulitan rendah sebanyak 13 soal atau sekitar 11,40% yaitu soal yang memiliki data ekstra Soal pemecahan masalah dengan tingkat kesulitan sedang sebanyak 96 soal atau sekitar 84,21% yaitu soal dengan data lengkap. Kemudian soal pemecahan masalah dengan tingkat kesulitan tinggi sebanyak 5 soal atau sekitar 4,38% yaitu soal yang memiliki data kurang. Hal ini berarti soal-soal pemecahan masalah pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 apabila ditinjau dari kecukupan datanya merupakan soal dengan tingkat kesulitan sedang mengingat soal dengan data lengkap lebih mendominasi. 8. Soal pemecahan masalah ditinjau dari kemiripan soal yang terdapat pada soal dengan soal sebelumnya, terdapat soal dengan tingkat kesulitan rendah sebanyak 35 soal atau sekitar 30,70% yaitu soal-soal yang mirip dengan soal sebelumnya. Kemudian soal pemecahan masalah dengan tingkat kesulitan tinggi sebanyak 79 soal atau sekitar 69,30% yaitu soal yang tidak mirip dengan soal sebelumnya. Hal ini berarti soal-soal pemecahan masalah pada buku siswa matematika wajib SMA kelas XI kurikulum 2013 apabila ditinjau dari kemiripan soalnya merupakan soal dengan tingkat kesulitan tinggi mengingat soal yang tidak mirip dengan soal sebelumnya lebih mendominasi. DAFTAR PUSTAKA Alshehri, Mohammed Ali, dan Hassan Shawki Ali. 2016. “The Compatibility of Developed Mathematics Textbook’s Content in Saudi Arabia (Grades 6-8) with NCTM Standards”. Journal of Education and Practice 7(2). Diakses pada tanggal 14 Maret 2017 (Online: http://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1089809.pdf) Arifin, Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hartantiana, dan Darmawijoyo. 2011. “Pengembangan Soal Pemecahan Masalah Berbasis Argumen untuk Siswa Kelas V di SD Negeri 79 Palembang”. Jurnal Pendidikan Matematika 5(2). Diakses pada tanggal 16 Maret 2017 (Online: http://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jpm/article/view/582)
16
Murdaningsih, Sarlita, dan Budi Murtiyasa. 2016. “An Analysis on Eight Grade Mathematics Textbook of New Indonesia Curriculum (K-13) Based on Pisa’s Framework”. Journal of Research and Advances in Mathematics Education 1(1). Diakses pada tanggal 24 April 2017 (Online: http://journals.ums.ac.id/index.php/jramathedu/article/download/1780/1245) Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta. Sajadi, Maryam., Parvaneh Amiripour, dan Mohsen Rostamy Malkhalifeh. 2013. “The Examining Mathematical Word Problems Solving Ability Under Efficient Repesentation Aspect”. Journal of Mathematics Education Trends and Research 2013 (2013). Diakses pada tanggal 24 April 2017 (Online: http://www.ispacs.com/journals/metr/2013/metr-00007/article.pdf) Sunday, Afolabi Samson. 2014. “Mathematics Textbook Analysis: A Study on Recommended Mathematics Textbooks in School Use in Southwestern States of Nigeria”. European Scientifics Journal, Vol.1. Diakses pada tanggal 24 April 2017 (Online: http://eujournal.org/index.php/esj/article/view/4085)
17