SERTIFIKAT ASURANSI JIWA KUMPULAN CREDIT PRO PLUS

Download Sertifikat ini diberikan khusus kepada Anda sebagai Tertanggung, untuk berhak mendapatkan manfaat Asuransi Jiwa Kumpulan Credit Pro Plus me...

0 downloads 530 Views 53KB Size
Sertifikat Asuransi Jiwa Kumpulan Credit Pro Plus No. Polis : CL 2016 047

Pemegang Polis : HSBC

Sertifikat ini diberikan khusus kepada Anda sebagai Tertanggung, untuk berhak mendapatkan manfaat Asuransi Jiwa Kumpulan Credit Pro Plus melalui HSBC, yaitu Manfaat Asuransi yang akan digunakan untuk melunasi jumlah yang terhutang tagihan kartu kredit bulanan Anda apabila terjadi resiko Meninggal Dunia baik dikarenakan sakit atau kecelakaan, resiko Ketidakmampuan Sementara Total, resiko Ketidakmampuan Tetap Total serta Penyakit Kritis.

MANFAAT MENINGGAL DUNIA

Jika Tertanggung meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan dalam Masa Berlaku Asuransi,Allianz akan membayarkan 100% Uang Pertanggungan dari jumlah yang terhutang dari kartu kredit*. Maksimum Uang Pertanggungan ditetapkan dalam tabel maksimum Uang Pertanggungan. Setelah pembayaran Manfaat Meninggal Dunia, pertanggungan berakhir.

MANFAAT KETIDAKMAMPUAN SEMENTARA TOTAL (TTD)

Jika Tertanggung mengalami ketidakmampuan karena suatu penyakit atau kecelakaan yang berlangsung selama lebih dari 30 hari berturut-turut sejak dinyatakan oleh Dokter yang merawat, maka Allianz akan membayar 10% dari jumlah yang terhutang kartu kredit atau minimum Rp. 50.000,- sebagai Manfaat Ketidakmampuan Sementara Total, mengikuti maksimum Uang Pertangggungan seperti tercantum dalam tabel maksimum Uang Pertanggungan. Manfaat ini bersifat akselerasi terhadap Manfaat Meninggal Dunia dan Manfaat Ketidakmampuan Tetap Total serta akan dibayarkan pada hari ke 31 periode ketidakmampuan. Maksimum periode Ketidakmampuan Sementara Total adalah 6 bulan

MANFAAT KETIDAKMAMPUAN TETAP TOTAL (TPD)

Jika Tertanggung menderita ketidakmampuan karena suatu penyakit atau kecelakaan yang berlangsung selama 6 bulan dan dinyatakan oleh Dokter yang merawat bahwa ketidakmampuan ini akan terjadi selama sisa masa hidupnya (permanen), Allianz akan membayarkan 100% Uang Pertanggungan dari jumlah yang terhutang kartu kredit. Manfaat ini bersifat akselerasi terhadap Manfaat Meninggal Dunia. Maksimum Uang Pertanggungan ditetapkan dalam tabel maksimum Uang Pertanggungan. Setelah pembayaran Manfaat Ketidakmampuan Tetap Total, pertanggungan berakhir.

MANFAAT PENYAKIT KRITIS (CI)

Apabila Tertanggung terdiagnosa salah satu dari 10 Penyakit Kritis yaitu: 1. Serangan Jantung Pertama

Infark sebagian otot jantung sebagai akibat kurangnya suplai darah ke jantung. Kriteria diagnostik yang harus dipenuhi pada saat terjadinya serangan tersebut adalah harus memenuhi 3 (tiga) kriteria dari 5 (lima) kriteria tersebut di bawah ini, di mana sesuai dengan diagnosa serangan jantung pertama : a. Adanya nyeri dada khas pada saat serangan, dan/atau b. Terjadinya perubahan-perubahan gambaran elektrokardiogram yang khas untuk Infark Myocardial stadium dini, dan/atau c. Terjadinya peningkatan pada kadar enzim jantung CK-MB, dan/atau d. Terjadinya peningkatan Troponin (T atau I), dan/atau e. Left Ventricular Ejection fraction kurang dari 50% (lima puluh persen) yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan atau lebih setelah serangan.

2. Stroke

Serangan serebrovaskuler apapun, yang mengakibatkan gejala neurologis yang permanen, yang berlangsung lebih dari 24 (dua puluh empat) jam, termasuk infark jaringan otak, pendarahan otak, trombosis atau embolisasi. Diagnosis ini harus didukung oleh beberapa kondisi tersebut di bawah ini : a. Bukti defisit neurologis permanent harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan gejala berlangsung paling sedikit selama 6 (enam) minggu setelah serangan b. Penemuan dari pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerised Tomography, atau pemeriksaan teknik Imaging yang lain yang sesuai dengan diagnosa dari stroke yang baru. Penyakit-penyakit yang dikecualikan : Transient Ischaemic Attacks, Kerusakan otak yang disebabkan oleh Kecelakaan atau luka, infeksi, vasculitis, dan penyakit radang, Penyakit pembuluh darah yang mempengaruhi mata dan syaraf mata, Gangguan ischaemic dari vestibular system.

3. Operasi Jantung Koroner (bypass)

Operasi dengan membuka dinding dada, untuk melakukan operasi pada satu atau lebih pembuluh darah arteri jantung karena penyempitan atau sumbatan pada pembuluh arteri tersebut. Diagnosa ditegakkan berdasarkan Angiography yang menunjukan adanya penyumbatan arteri koroner yang bermakna dan prosedur untuk itu harus berdasarkan pertimbangan yang dibuat oleh dokter ahli jantung. Tidak termasuk teknik yang tidak memerlukan pembedahan, seperti Angioplasti atau laser.

4. Kanker

Penyakit yang ditandai dengan adanya tumor ganas akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebarnya sel tumor ganas serta invasi ke jaringan. Diagnosa harus ditegakkan berdasarkan pemeriksaan jaringan dan didiagnosa oleh Oncologist atau Dokter ahli patologi (Pathologist). Penyakit-penyakit yang dikecualikan: a. Carsinoma Insitu dan tumor yang secara histologi mengambarkan prekanker atau tidak invasif, termasuk hal ini adalah Carsinoma In Situ payudara, Cervical Dysplasia CIN 1, CIN 2 dan CIN 3. b. Hyperkeratoses, basal cell dan squamous skin cancer, dan melanoma dengan ketebalan yang kurang dari 1,5 mm breslow, atau kurang dari Clark Level 3 kecuali ada bukti yang menunjukan adanya penyebaran. c. Kanker kelenjar prostat yang berdasarkan pemeriksaan jaringan demikian juga dengan TNM klaisfikasi T1a atau T1b atau kanker kelenjar prostat berdasarkan klasifikasi yang sama atau klasifikasi Lesser, T1N0M0 Papillary microcarcinoma kelenjar thyroid dengan diameter kurang dari 1 cm, Papillary microcarsinoma kantung kemih, dan Chronic Lymphocytic Leukemia kurang dari RAI stage 3. d. Semua tumor yang disebabkan karena infeksi HIV. Termasuk adalah leukemia (selain lymphotic leukemia), tumor ganas semua organ tubuh kecuali semua tumor kulit (selain melanoma malignum) dan tumor jinak dan kanker stadium insitu tidak dipertanggungkan dalam Pertanggungan ini.

5. Gagal Ginjal

Gagal ginjal tahap akhir, yang diperlihatkan sebagai gagal berfungsinya kedua ginjal yang kronis dan tidak dapat pulih kembali, sehingga memerlukan dialysis ginjal yang teratur atau transplantasi ginjal.

Masa Mempelajari Sertifikat (Cooling Off Period)

Tertanggung mempunyai kesempatan untuk mempelajari sertifikat ini selama 14 (empat belas) hari kalender terhitung sejak tanggal penerimaan sertifikat.

6. Multiple Sclerosis

Penyakit yang menyebabkan kerusakan sistem syaraf pusat secara progresif yang menyebabkan kerusakan otak dan batang otak. Diagnosis yang pasti tanpa keraguan oleh dokter ahli saraf yang menegaskan kombinasi seperti: gejala-gejala yang mengarah pada serabut-serabut (substansi putih) yang meliputi saraf optik, batang otak, dan sum-sum tulang belakang, yang mengakibatkan defisit neorologis;dan telah berlangsung minimal selama 6 (enam) bulan yang menyebabkan gangguan pada koordinasi dan fungsi sensor motorik. Data yang mendukung adanya kambuhan dan timbulnya gejala-gejala atau deficit neurologist. Kerusakan system syaraf yang disebabkan oleh penyebab lain seperti SLE dan HIV dikecualikan dari penyakit ini.

7. Koma

Keadaan tidak sadar tanpa adanya reaksi atau respons terhadap rangsangan eksternal atau kebutuhan internal yang berlangsung terus-menerus sehingga memerlukan alat penunjang kehidupan termasuk harus digunakannya respirator selama sedikitnya 96 (sembilan puluh enam) jam. Defisit neurologis permanen harus ada dan secara terusmenerus diderita minimal selama 42 (empat puluh dua) hari. Koma yang diakibatkan langsung oleh penyalahgunaan alkohol atau obat merupakan perkecualian.

8. Tumor Otak Jinak

Ancaman hidup yang disebabkan oleh tumor otak yang bukan kanker yang menimbulkan kerusakan otak dan gejala-gejala khusus dari peningkatan tekanan di dalam tengkorak seperti papilloedema (pembengkakan papill), gangguan mental, gila dan gangguan indra yang telah dikonfirmasikan oleh dokter ahli syaraf. Adanya tumor yang mendasarinya harus dikonfirmasikan secara CT Scan atau MRI. Kista, granuloma, kelainan bentuk pada atau dari arteri atau vena dari otak (AVM), hematoma, dan tumor kelenjar pituitary atau tulang punggung dikecualikan dari penyakit ini.

9. Penyakit Jantung Koroner Lain Yang Serius

Penyempitan dari salah satu arteri koroner dengan minimal 75% (tujuh puluh lima persen) dan 2 (dua) arteri koroner lainnya dengan minimal 60% (enam puluh persen) yang dibuktikan dengan coronary arteriography, tanpa memandang apakah operasi sudah dilakukan atau belum. Arteri koroner yang dimaksud adalah Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC).

10. Cardiomyopathy

Diagnosis yang telah ditegakkan oleh dokter ahli jantung bahwa cardiomyopathy disebabkan oleh kerusakan fungsi bilik Ventrikel jantung, ditunjukan oleh hasil ECG yang tidak normal dan dikonfirmasikan oleh echo cardio graphy dan menyebabkan ketidakmampuan fisik secara permanent dengan derajat paling sedikit pada Class III sesuai dengan New York Association Classification of Cardiac Impairment. Class III - Ketidak mampuan yang bermakna ditandai dengan - Pasien dalam kondisi yang nyaman dalam posisi istirahat tapi kemampuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sangat terbatas dari biasanya dan menunjukan gejala-gejala dari gagal jantung kongestif. Class IV - Ketidakmampuan melakukan aktivitas apapun . Gejala-gejala gagal jantung kongestif timbul meskipun dalam kondisi istirahat. Setiap ada peningkatan aktifitas secara fisik, ketidaknyamanan akan terjadi. Cardiomyopathy yang langsung berhubungan dengan penyalahgunaan minuman beralkohol di kecuali kan dari penyakit ini.

– dan telah melewati 30 hari masa bertahan dalam keadaan hidup, Allianz akan membayar uang pertanggungan sebesar 100% Uang Pertanggungan dari jumlah yang terhutang kartu kredit. Manfaat ini bersifat tambahan terhadap Manfaat Meninggal Dunia. Setelah pembayaran Manfaat Penyakit Kritis, pertanggungan Penyakit Kritis akan berakhir. Manfaat Asuransi akan diberikan dengan ketentuan pertanggungan masih berlaku.

PREMI

Pembayaran Premi dilakukan setiap bulan sebesar 0,69% (nol koma enam puluh sembilan persen) dari jumlah yang terhutang kartu kredit setiap bulannya.

MAKSIMUM UANG PERTANGGUNGAN

“Per Kartu Kredit” diuraikan berdasarkan : Classic (Rp 100,000,000), Gold (Rp. 100,000,000), Platinum (Rp. 300,000,000), Premiere & Signature (Rp. 500,000,000). Dalam hal manfaat Penyakit kritis telah dibayarkan ataupun sedang menjalani masa bertahan hidup sejak terdiagnosa Penyakit Kritis, kemudian terjadi meninggal dunia/Ketidakmampuan Tetap Total (TPD), maka Uang Pertanggungan untuk manfaat meninggal dunia /Ketidakmampuan Tetap Total (TPD) yang akan dibayarkan adalah 100% dari jumlah yang terhutang dari kartu kredit dengan Uang Pertanggungan maksimum mengikuti Uang Pertanggungan Penyakit Kritis. Dalam hal manfaat Ketidakmampuan Sementara Total telah dibayarkan, kemudian terjadi meninggal dunia/Ketidakmampuan Tetap Total (TPD), maka Uang Pertanggungan untuk manfaat meninggal dunia /Ketidakmampuan Tetap Total (TPD), yang akan dibayarkan adalah 100% dari jumlah yang terhutang dari kartu kredit dengan Uang Pertanggungan maksimum mengikuti Uang Pertanggungan pada tanggal terjadinya Ketidakmampuan Sementara Total dikurangi klaim Ketidakmampuan Sementara Total yang sudah dibayar. Dalam hal manfaat Ketidakmampuan Sementara Total telah dibayarkan, kemudian terdiagnosa Penyakit Kritis dalam masa pertanggungan setelahnya, maka Uang Pertanggungan untuk manfaat Penyakit Kritis yang akan dibayarkan adalah 100% dari jumlah yang terhutang dari kartu kredit dengan Uang Pertanggungan maksimum mengikuti Uang Pertanggungan pada tanggal terjadinya Ketidakmampuan Sementara Total. Apabila Tertanggung dinyatakan sembuh dari kondisi Ketidakmampuan Sementara Total berdasarkan pendapat dokter yang merawat, kemudian Tertanggung meninggal dunia atau mengalami Ketidakmampuan Tetap Total dalam masa pertanggungan setelahnya, maka Uang Pertanggungan untuk Manfaat Meninggal Dunia/Ketidakmampuan Tetap Total yang akan dibayarkan adalah 100% dari jumlah yang terhutang dari kartu kredit dengan Uang Pertanggungan maksimum mengikuti Uang Pertanggungan pada tanggal terjadinya Ketidakmampuan Sementara Total yang sudah dinyatakan sembuh tersebut dikurangi klaim Ketidakmampuan Sementara Total yang sudah dibayar.

BONUS KARENA TIDAK ADA KLAIM (NO CLAIM BONUS)

PENGECUALIAN

Allianz tidak akan membayar Manfaat Asuransi dalam hal perawatan dan/atau pengobatan yang berhubungan dengan: 1.

Terinfeksi dengan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), AIDS Related Complex (ARC) ATAU Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan segala sesuatu yang berkaitan dengan hasil tersebut ; 2. Bunuh diri, atau kegiatan yang mengarah ke bunuh diri, merugikan diri sendiri baik dalam keadaan sadar atau tidak sadar ; 3. Perang (baik dinyatakan secara resmi oleh Pemerintah atau tidak), invasi satu negara ke negara lain, keadaan permusuhan dengan negara-negara lain, perang saudara, pemberontakan, revolusi, pemberontakan, aksi militer, terorisme, Tertanggung terlibat dalam tugas militer di angkatan bersenjata atau badan internasional ; 4. Pengaruh alkohol dan obat-obatan, kecuali jika dibuktikan bahwa obat digunakan seperti yang diarahkan oleh dokter dan tidak berhubungan dengan upaya pengobatan untuk kecanduan narkoba ; 5. Tertanggung terlibat dalam pelanggaran hukum dan / atau peraturan yang berlaku di negara tempat perbuatan itu dilakukan oleh Tertanggung ; 6. Tertanggung terlibat dalam olahraga profesional dan / atau berbahaya, namun tidak terbatas pada, menyelam dengan alat bantu pernapasan, dengan cara apapun mendaki gunung, terjun payung, layang gantung, olahraga musim dingin dan / atau melibatkan es atau salju, termasuk namun tidak terbatas pada ice skating dan naik eretan, hoki es, bungee jumping atau ras lain yang menggunakan kaki dan / atau kendaraan tertentu ; 7. Tertanggung terlibat dalam penerbangan selain sebagai penumpang pada penerbangan yang dijadwalkan ; 8. Semua yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, keguguran semua komplikasinya; 9. Penyakit bawaan ; 10 Gangguan Mental dan penyakit jiwa, yaitu pola psikologis atau perilaku atau kelainan mental yang mengacu pada semua diagnose gangguan kejiwaan atau mental dan ditandai oleh kelainan dalam pemikiran, perasaan, atau perilaku (yang pada tidak terbatas dengan stres, ansietas, depresi, gangguan perilaku dan penyalahgunaan zat terlarang) dan tidak dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal manusia. 11. Terkena dampak reaksi nuklir, radiasi atau terkontaminasi zat radioaktif. 12. Kondisi yang sudah ada yaitu semua penyakit, cedera, atau kondisi kesehatan atau ketidakmampuan (fisik atau mental) dimana Tertanggung memiliki pengetahuan yang wajar sebelum tanggal efektif Polis. Seorang Tertanggung dapat dianggap memiliki pengetahuan yang wajar dari kondisi yang sudah ada dimana penyakit, cedera atau kondisi kesehatan atau ketidakmampuan adalah termasuk dalam salah satu : i. Tertanggung telah menerima atau sedang menerima pengobatan; dan/atau ii. Saran medis, diagnosa, perawatan atau telah direkomendasikan oleh dokter, terlepas dari pengobatan sebenarnya telah dilakukan atau tidak .; dan / atau iii. Gejala yang jelas dan berbeda ·

Kondisi yang sudah ada untuk Manfaat Meninggal Dunia dan ketidakmampuan akan berlaku untuk 12 (dua belas) bulan pertama kepesertaan. Kondisi ini tidak berlaku untuk Tertanggung pemilik Credit Pro di HSBC sebelum Tanggal Berlaku Polis seperti yang tercantum dalam Data Polis. · Kondisi yang sudah ada untuk Penyakit Kritis akan dianggap sebagai pengecualian permanen. 13. Penyakit kritis yang didiagnosa pertama kali dalam Periode Eliminasi sebagaimana tercantum dalam Polis Induk .

BERAKHIRNYA PERTANGGUNGAN

Pertanggungan Tertanggung akan berakhir dengan kondisi sebagai berikut: a. Pada tanggal di mana Tertanggung melakukan pembatalan Credit Pro Plus , atau b. Pada tanggal Polis ini berakhir karena pembatalan yang dilakukan oleh Pemegang Polis ataupun oleh Allianz karena sebab-sebab sebagaimana diatur dalam Polis ini, atau c. Pada akhir tahun Polis (sebelum tanggal mulai berlaku tahun Polis berikutnya) dimana Usia Tertanggung mencapai 65 (enam puluh lima) tahun, atau d. Manfaat Meninggal Dunia atau Ketidakmampuan Tetap Total telah dibayarkan, atau e. Kartu Kredit menjadi tidak aktif atau ditutup. *) Jumlah yang terhutang Kartu Kredit adalah Jumlah yang terhutang pada Kartu Kredit mengacu kepada total jumlah yang terhutang yang tercantum dalam suatu Penagihan Bulanan yang diberikan kepada Pemegang Kartu Kredit, yang meliputi biaya - biaya, penalti (termasuk bunga pembayaran lewat jatuh tempo), transaksi ritel / tunai, saldo yang belum tertagih dan semua saldo debit lainnya sebelum terjadinya risiko kematian, cacat atau terdiagnosa penyakit kritis . Jumlah Yang Terhutang maksimum yang dapat dibayarkan adalah mengikuti batasan maksimum Uang Pertanggungan per kartu.

Dokumen klaim dapat dikirimkan ke: PT. Asuransi Allianz Life Indonesia Departemen Credit Life Operation Allianz Tower lantai 11 Jl. HR Rasuna Said – Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2 – Jakarta Selatan 12980 Call Center : (021) 2926-9999 E-mail : [email protected]

No Claim Bonus ini akan diberikan kepada Tertanggung setiap 24 (dua puluh empat) bulan sekali jika tidak ada klaim yang terjadi selama periode tersebut yang dihitung sejak Premi pertama dibayarkan, dan selama masa pertanggungan masih berlaku. No Claim Bonus akan dikreditkan oleh Allianz ke rekening Pemegang Polis dan proses operasional pembayaran No Claim Bonus ke Tertanggung ini akan ditangani oleh Pemegang Polis. Jumlah No Claim Bonus sebesar 15% dari nilai total Premi setiap periode 24 (dua puluh empat) bulan tersebut.

KLAIM

Tertanggung/Pemegang Polis harus mengajukan dokumen sebagai berikut: 1. Melengkapi formulir klaim Allianz yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh Tertanggung dan bagian resume medis diisi lengkap dan telah ditandatangani oleh Dokter yang merawat dengan cap dari Rumah Sakit. 2. Melampirkan dokumen-dokumen sebagai berikut : (i) Meninggal dunia - Formulir klaim meninggal dunia (disediakan oleh Allianz); - Salinan tagihan Kartu Kredit selama 3 (tiga) bulan terakhir; - Salinan Kartu Tanda Penduduk Tertanggung; - Salinan Kartu Keluarga Tertanggung; - Surat Keterangan dari dokter yang merawat mengenai diagnosa penyebab Tertanggung meninggal; - Surat Kematian asli/ salinan yang dilegalisir dari Kelurahan; - Salinan Kartu Kredit; - Surat Berita Acara dari Kepolisian dalam hal meninggal tidak wajar atau karena kecelakaan lalu lintas; - Surat Keterangan dari Kantor Perwakilan Republik Indonesia setempat dalam hal meninggal dunia di luar negeri. (ii) Ketidakmampuan Tetap Total (TPD) - Formulir klaim (disediakan oleh Allianz); - Salinan Kartu Tanda Penduduk Tertanggung; - Salinan tagihan Kartu Kredit selama 3 (tiga) bulan terakhir; - Salinan Kartu Keluarga Tertanggung; - Salinan Kartu Kredit; - Surat Berita Acara dari Kepolisian asli / salinan yang dilegalisir jika terjadi karena kecelakaan. - Surat pernyataan yang dinyatakan oleh Dokter yang merawat bahwa ketidakmampuan akan terjadi selama sisa masa hidupnya; - Foto Rontgen dari anggota tubuh yang cacat. - Allianz sepenuhnya berhak untuk meminta Tertanggung melakukan pemeriksaan kesehatan pada Dokter Konsultan tertunjuk secara periodik selama Tertanggung masih menderita TPD. (iii) Ketidakmampuan Sementara Total (TTD) - Formulir klaim (disediakan oleh Allianz); - Salinan tagihan Kartu Kredit selama 3 (tiga) bulan terakhir; - Salinan Kartu Tanda Penduduk Tertanggung; - Salinan Kartu Keluarga Tertanggung; - Salinan Kartu Kredit; - Surat pernyataan Dokter yang merawat kapan mulai mengalami ketidakmampuan dan kapan mulai sembuh (iv) Penyakit Kritis (CI) - Formulir klaim Penyakit Kritis (disediakan oleh Allianz) di isi oleh Ahli Waris atau Tertanggung; - Salinan tagihan Kartu Kredit selama 3 (tiga) bulan terakhir; - Salinan Kartu Tanda Penduduk Tertanggung; - Salinan Kartu Tanda Penduduk Ahli Waris; - Formulir Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medik di isi dan ditanda tangani di atas materai oleh Ahli Waris / Tertanggung - Salinan Kartu Kredit - Surat keterangan asli dari dokter yang mendiagnosa untuk pertama kali; - Hasil pemeriksaan yang menunjang diagnosa. 3. Pengajuan klaim Meninggal Dunia, Ketidakmampuan Tetap Total dan Ketidakmampuan Sementara Total harus diberikan kepada Allianz secara tertulis dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak Tertanggung dinyatakan Meninggal Dunia atau Ketidakmampuan Tetap Total atau Kidakmampuan Sementara Total. 4. Pengajuan klaim Penyakit Kritis (CI) diajukan kepada Allianz selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sejak diagnosa Penyakit Kritis ditegakkan. 5. Apabila Pemegang Polis dan/atau Tertanggung mengajukan dokumen klaim tidak secara lengkap sebagaimana diatur dalam butir 1 & 2 di atas, Allianz akan menganggap sebagai klaim yang belum diajukan. 6. Allianz berhak untuk mendapatkan segala keterangan/catatan medis dari Rumah Sakit dan/atau pihak lain sehubungan dengan diagnosa dan/atau pelayanan kesehatan yang diberikan kepada Tertanggung. 7. Apabila klaim disetujui oleh Allianz maka akan dilakukan pembayaran atas Manfaat Asuransi sesuai dengan persetujuan Allianz selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak dokumen lengkap telah diterima Allianz. Sertifikat Asuransi ini dirancang untuk dengan singkat menjelaskan Program Asuransi tersebut di atas. Penafsiran terhadap setiap persyaratan-persyaratan dan ketentuanketentuan mengenai Program Asuransi tersebut harus dilakukan berdasarkan persyaratanpersyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Polis Induk yang diterbitkan oleh Allianz. Polis Induk dan Sertifikat Asuransi ini, serta perjanjian-perjanjian dan/atau dokumen-dokumen tambahan lainnya merupakan bukti perjanjian asuransi yang sah dan mencakup seluruh perjanjian antara Tertanggung dengan Allianz. 1. CREDIT PRO PLUS adalah produk asuransi yang diterbitkan PT. Asuransi Allianz Life Indonesia. 2. Penjelasan mengenai biaya dan Manfaat Asuransi secara lengkap mengacu pada Polis Induk. 3. Asuransi bukan merupakan produk Bank sehingga tidak dijamin oleh pihak Bank dan tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan pemerintah atau lembaga penjaminan simpanan. 4. Allianz telah terdaftar pada dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan