TINJAUAN BUKU

Download Judul : EKONOMI KELEMBAGAAN: Definisi, Teori, dan Strategi ... tentang ekonomi kelembagaan dalam ba- .... Jurnal Ekonomi & Studi Pembanguna...

1 downloads 644 Views 38KB Size
JESP Vol. 1, No. 1, 2009

Tinjauan Buku Judul Penulis Penerbit Tahun Edisi Halaman Peninjau

: : : : : : :

EKONOMI KELEMBAGAAN: Definisi, Teori, dan Strategi Ahmad Erani Yustika Bayu Media, Malang 2008 Kedua xxiii + 380 Mit Witjaksono

Salah satu karya Yustika dalam edisi yang kedua ini selain melengkapi referensi tentang ekonomi kelembagaan dalam bahasa dan ditulis oleh orang Indonesia, susunan dan jumlah bab juga mengalami perkembangan dibanding edisi pertama (Yustika, 2006). Dua bab baru ditambahkan untuk melengkapi analisis dan kajian empirik dalam konteks Indonesia: "Perubahan Kelembagaan: Kasus Pasar Tradisional", dan "Pembangunan Perdesaan dan Kelembagaan Sektor Finansial." Sub bab terakhir dari Bab II, edisi pertama: "Sistem Kontrak dan Mekanisme Penegakan," dipindahkan ke sub bab kedua menjadi "Mekanisme Penegakan dan Instrumen Ekstralegal," pada Bab 5 edisi kedua: "Teori Kontrak dan Tindakan Kolektif." Dilihat dari cakupan dan konteksnya, empatbelas bab dari edisi kedua bisa dibagi ke dalam lima pilahan: (a) latar lahirnya ekonomi kelembagaan dalam konteks pembangunan ekonomi dan pertentangan berikut padanannya dengan ekonomi klasik/ neoklasik (Bab 1-2), (b) paradigma ekonomi kelembagaan sebagai "teori besar" (grand theory) *) (Bab 3), (c) enam teori dari sembilan yang tercakup dalam ekonomi kelembagaan baru (Bab 4-9), (d) ekonomi kelembagaan dalam pertumbuhan, strategi, dan sistem pembangunan ekonomi (Bab 1012), dan (e) ekonomi kelembagaan dalam konteks perubahan yang terjadi pada lingkungan ekonomi pasar tradisional khu-

*)

Mubyarto dalam Membangun Sistem Ekonomi (BPFE, Yogyakarta, 2000, hlm. 255) menyebut ekonomi kelembagaan generasi kedua [ekonomi kelembagaan baru] sebagai "teori besar".

susnya, dan perdesaan pada umumnya yang ada di Indonesia (Bab 13-14). Secara keseluruhan buku ini membantu pembaca di dalam menjelajahi perjalanan ekonomi kelembagaan, dari yang lama (OIE: Old Institutional Economics) menuju yang baru (NIE: New Institutional Economics), dengan berbagai latar situasi dan kondisi semakin kuatnya dorongan perlunya ekonomi kelembagaan menjadi alternatif untuk mengatasi, dan sekaligus mencegah "kegagalan pasar" (market failures) yang tak berujung akibat praktik ekonomi arus utama (mainstream economics: klasik/neoklasik). Secara khusus, bila disimak dari cara penulis mengetengahkan esensi persoalan, latar filosofis, dan gaya bahasa serta pemilihan ungkapan (kalimat maupun contoh praktisnya) seolah "mengajak pembaca bersama-sama menelusuri dan berkecimpung di dalam kancah dunia ekonomi yang hidup, tidak hanya kelembagaan yang menyangga kehidupan ekonominya, tetapi juga keekonomian lembaganya itu sendiri sebagai suatu eksistensi yang hidup dinamis." Selama dan setelah membaca karya tulis ini kita tidak merasa seperti membaca karya tulis ekonomi arus utama (klasik/neoklasik) yang didominasi oleh istilah, formula, dan ilustrasi teknis (model-model matematis dan statistis). Kiranya hal inilah yang menjadi salah satu ciri khas ekonomi kelembagaan (terutama yang baru - NIE), dengan paradigmanya di dalam melihat dan memahami fenomena ekonomi dari berbagai sudut disiplin (multidisipliner), antara lain sosial, budaya, hukum, dan politik (hlm. 49

55), sehingga ekonomi kelembagaan lebih dekat ke ilmu sosialnya ketimbang ilmu ekonominya. Perubahan kelembagaan (institutional changes) secara`teoritis dan pragmatis mendapat porsi cukup besar (Bab 9 s.d 13). Ini memberi isyarat bahwa selain keberadaan kelembagaan itu selalu dinamis, juga peran dan fungsinya menjadi salah satu fokus dalam kajian ekonomi pembangunan (development economics) dan pembangunan ekonomi (economic development) (Witjaksono, 2009, dalam volume ini). Bagi mahasiswa program studi "Ekonomi dan Studi Pembangunan", terutama S1, buku ini layak menjadi referensi wajib dalam matakuliah yang menjadi core (inti) kurikulum program studi, misalnya: Pengantar Ekonomi Pembangunan, Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah, Analisis Kebijakan Ekonomi, dan Studi-studi Kelayakan terkait dengan Program Pemberdayaan UMKM & Koperasi. Untuk edisi berikutnya, empat hal berikut perlu ditambahkan: (a) pengantar untuk tiap edisi, dari edisi pertama, edisi kedua, dan selanjutnya, agar pembaca bisa mengikuti setiap perubahannya; (b) teori dan analisis lebih lanjut tentang "struktur sosial pasar" (social structure of markets), seperti yang disarankan oleh Furubotn & Richter (2005) dan Richter (2006); (c) tambahan peran "pengetahuan" (knowledge) dalam teori perubahan kelembagaan seperti yang disarankan Eggertsson (2008); dan (d) "Indeks" (subjek/topik) perlu ditambahkan pada bagian akhir, setelah Daftar Pustaka". Rujukan Eggertsson, T. 2008. Knowledge and the Theory of Institutional Change. Presi-dential Address. ISNIE 2008 - 12th An-nual Conference. University of Toron-to, Canada, June 20-21, 2008. Furubotn, E.G. & Richter, R. 2005. Institutions and Economic Theory: an Introduction to and Assessment of the New institutional Economics, 2nd Ed. Ann Arbor, Michigan: University of Michigan Press. Mubyarto. 2000. Membangun Sistem Ekonomi. Yogyakarta: BPFE.

50

Richter, R. 2006. On the Social Structure of Markets: A Review and Assessment in the Perspective of the New Institutional Economics. Final version of Paper presented at The 6th Annual Meeting of ISNIE at MIT in Cambridge, Massachusetts, September 27-29, 2002. Witjaksono, M. 2009. Pembangunan Ekonomi dan Ekonomi Pembangunan: Telaah Istilah dan Orientasi dalam Konteks Studi Pembangunan. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, Vol. 1, No. 1, hlm. 1-12. Yustika, A.E. 2006. Ekonomi Kelembagaan: Definisi, Teori, dan Strategi. Malang: Bayu Media. _______